27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Jaga Stabilitas Daya Beli, Pemkot Madiun Tambah Wartek di Dua Titik

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun seolah berlari cepat demi menekan laju inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Setelah pekan lalu membuka warung tekan inflasi (wartek) di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo, kini warung serupa didirikan di dua titik baru.

Kedua titik itu adalah lapangan Pelti depan kantor Bakorwil Madiun dan Jalan Diponegoro. ‘’Wartek kami tambah sehingga semakin mudah dijangkau masyarakat. Rencananya akan ada enam wartek,’’ ujar Wali Kota Maidi, Selasa (27/9).

Maidi menjelaskan, tiga wartek tersebut menjual sejumlah bahan pokok penting (bapokting) dengan harga lebih rendah dari pasaran. Di antaranya, beras yang  dibanderol Rp 8.000 per kilogram. Kemudian, gula pasir (Rp 12 ribu), minyak goreng (Rp 12 ribu per liter), bawang merah (Rp 20 ribu), dan telur ayam ras (Rp 22 ribu).

Pemkot mengerahkan delapan unit mobil untuk memasok bapokting yang dijual di wartek. ‘’Harus ada intervensi saat ada kenaikan harga. Tapi, hasil pemantauan sejauh ini harga produk olahan pangan relatif stabil,’’ kata mantan Sekda Kota Madiun itu.

Baca Juga :  Megaproyek Rusun III Sudah Siap Dikerjakan

Ya, sebelumnya Maidi sempat memantau langsung produk olahan di sejumlah pusat perbelanjaan. Pun, produsen bahan pangan tak mengurangi kuantitas maupun kualitas produksi. ‘’Belakangan hari kami gencar menekan harga bapokting dengan subsidi,’’ ungkapnya.

‘’Selanjutnya, evaluasi kami lakukan dengan memantau produk-produk olahan, apakah mengalami kenaikan harga atau tidak. Hasilnya, harga masih stabil. Tapi, ada sejumlah produsen mengeluh adanya kenaikan bahan baku jenis tepung. Akan kami intervensi,’’ imbuhnya.

Menurut Maidi, intervensi bapokting yang mengalami kenaikan harga perlu dilakukan. Sebab, jika tidak terkendali dapat mengganggu perputaran ekonomi Kota Madiun yang tumbuh mengesankan meski dalam situasi pandemi. ‘’Daya beli masyarakat tidak boleh lesu. Kami terjun ke lapangan untuk menjaga itu (daya beli masyarakat, Red),’’ tuturnya. (ggi/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun seolah berlari cepat demi menekan laju inflasi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Setelah pekan lalu membuka warung tekan inflasi (wartek) di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo, kini warung serupa didirikan di dua titik baru.

Kedua titik itu adalah lapangan Pelti depan kantor Bakorwil Madiun dan Jalan Diponegoro. ‘’Wartek kami tambah sehingga semakin mudah dijangkau masyarakat. Rencananya akan ada enam wartek,’’ ujar Wali Kota Maidi, Selasa (27/9).

Maidi menjelaskan, tiga wartek tersebut menjual sejumlah bahan pokok penting (bapokting) dengan harga lebih rendah dari pasaran. Di antaranya, beras yang  dibanderol Rp 8.000 per kilogram. Kemudian, gula pasir (Rp 12 ribu), minyak goreng (Rp 12 ribu per liter), bawang merah (Rp 20 ribu), dan telur ayam ras (Rp 22 ribu).

Pemkot mengerahkan delapan unit mobil untuk memasok bapokting yang dijual di wartek. ‘’Harus ada intervensi saat ada kenaikan harga. Tapi, hasil pemantauan sejauh ini harga produk olahan pangan relatif stabil,’’ kata mantan Sekda Kota Madiun itu.

Baca Juga :  Deteksi Dini Berbasis Lingkungan, Kampung Tangguh Harus Ampuh

Ya, sebelumnya Maidi sempat memantau langsung produk olahan di sejumlah pusat perbelanjaan. Pun, produsen bahan pangan tak mengurangi kuantitas maupun kualitas produksi. ‘’Belakangan hari kami gencar menekan harga bapokting dengan subsidi,’’ ungkapnya.

‘’Selanjutnya, evaluasi kami lakukan dengan memantau produk-produk olahan, apakah mengalami kenaikan harga atau tidak. Hasilnya, harga masih stabil. Tapi, ada sejumlah produsen mengeluh adanya kenaikan bahan baku jenis tepung. Akan kami intervensi,’’ imbuhnya.

Menurut Maidi, intervensi bapokting yang mengalami kenaikan harga perlu dilakukan. Sebab, jika tidak terkendali dapat mengganggu perputaran ekonomi Kota Madiun yang tumbuh mengesankan meski dalam situasi pandemi. ‘’Daya beli masyarakat tidak boleh lesu. Kami terjun ke lapangan untuk menjaga itu (daya beli masyarakat, Red),’’ tuturnya. (ggi/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/