alexametrics
23.4 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Patok Tertutup Box Culvert, Soedjiono: Jangan Diutak-atik!

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun bongkar sebab pilar acuan batas utama (PABU) koordinat 024 tak dijunjung tinggi. ’’Terbenamnya’’ tapal batas wilayah antara Kabupaten dan Kota Madiun itu akibat tertutupi box culvert garapan pemkot.

Pemkab mengingatkan pemkot agar PABU 024 tetap kelihatan. Namun, fakta di lapangan berbeda. Proyek trotoar di simpang Nglames (Rejo Agung) itu menutupi PABU 024. Surat peringatan dilayangkan pemkab ke pemkot sebelum Lebaran. Persisnya, ketika pemasangan box culvert mulai menutupi pilar saat pekerjaan fisiknya sudah 80 persen. ‘’Batas itu jangan diutak-atik,’’ kata Kabag Pemerintahan Setdakab Madiun Soedjiono, Kamis (26/11).

Merujuk problem PABU 024 itu, pemkab seperti tuan rumah yang tidak di-kula nuwuni. Bisa dibilang, ’’terbenamnya’’ PABU 024 biang ketidakselarasan kedua daerah bertetangga ini. Padahal, Permendagri 141/2017 mewajibkan pilar batas wilayah itu tetap kelihatan. ‘’Dulu masih kelihatan dari jalan. Setelah ada pelebaran jalan (pembangunan trotoar, Red) akhirnya jadi seperti itu,’’ ungkapnya. (den/c1/fin)

Baca Juga :  Menapaki Jejak Purba di Gua Lowo Sampung

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun bongkar sebab pilar acuan batas utama (PABU) koordinat 024 tak dijunjung tinggi. ’’Terbenamnya’’ tapal batas wilayah antara Kabupaten dan Kota Madiun itu akibat tertutupi box culvert garapan pemkot.

Pemkab mengingatkan pemkot agar PABU 024 tetap kelihatan. Namun, fakta di lapangan berbeda. Proyek trotoar di simpang Nglames (Rejo Agung) itu menutupi PABU 024. Surat peringatan dilayangkan pemkab ke pemkot sebelum Lebaran. Persisnya, ketika pemasangan box culvert mulai menutupi pilar saat pekerjaan fisiknya sudah 80 persen. ‘’Batas itu jangan diutak-atik,’’ kata Kabag Pemerintahan Setdakab Madiun Soedjiono, Kamis (26/11).

Merujuk problem PABU 024 itu, pemkab seperti tuan rumah yang tidak di-kula nuwuni. Bisa dibilang, ’’terbenamnya’’ PABU 024 biang ketidakselarasan kedua daerah bertetangga ini. Padahal, Permendagri 141/2017 mewajibkan pilar batas wilayah itu tetap kelihatan. ‘’Dulu masih kelihatan dari jalan. Setelah ada pelebaran jalan (pembangunan trotoar, Red) akhirnya jadi seperti itu,’’ ungkapnya. (den/c1/fin)

Baca Juga :  Juli Trian Marini, Peraih Emas Cabor Gulat Porprov VI Jatim dalam Keterbatasannya

Most Read

Artikel Terbaru

/