alexametrics
26.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Terdampak Pandemi, Sunday Market Taman Bantaran Sepi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Status PPKM level 4 Kota Madiun berdampak pada aktivitas perdagangan di Sunday Market Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun.  Warga yang berkunjung ke pusat jual-beli saban Minggu itu semakin berkurang. ‘’Rata-rata sepi semua, tidak hanya di sini,’’ kata Rini Agustina, salah seorang pedagang, Senin (28/2).

Seiring semakin berkurangnya pengunjung, pedagang yang berjualan di lokasi tersebut juga kian menyusut. Bahkan, di sisi selatan yang dikhususkan pedagang asal Kabupaten Madiun, jumlahnya bisa dihitung jari. ‘’Hanya sekitar tujuh orang,’’ sebut Rini.

Selain faktor pandemi, kata dia, sepinya Sunday Market juga disebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Banyak pengunjung yang sekadar jalan-jalan, tidak membeli. ‘’Sehari dapat Rp 200 ribu saja sudah bersyukur,’’ ujar pedagang aksesori itu.

Baca Juga :  Wali Kota Madiun Larang Kepala OPD Mudik ke Luar Kota

Jika di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun cenderung sepi, Sunday Market di bundaran Serayu tetap ramai. Pun, pada jam-jam sebelum pukul 10.00 arus kendaraan kerap macet saking ramainya pengunjung. ‘’Kalau di sini (pandemi, Red) tidak terlalu berpengaruh,’’ tutur Nur Chafidhotun Nafiah, salah seorang pedagang.

Bahkan, kata Nur, jumlah pedagang semakin bertambah. Para pemain baru, lanjut dia, didominasi mereka yang sebelumnya biasa berjualan di sekolah. ‘’Karena pelajar harus PJJ (pembelajaran jarak jauh), banyak yang pindah ke sini,’’ ujarnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Status PPKM level 4 Kota Madiun berdampak pada aktivitas perdagangan di Sunday Market Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun.  Warga yang berkunjung ke pusat jual-beli saban Minggu itu semakin berkurang. ‘’Rata-rata sepi semua, tidak hanya di sini,’’ kata Rini Agustina, salah seorang pedagang, Senin (28/2).

Seiring semakin berkurangnya pengunjung, pedagang yang berjualan di lokasi tersebut juga kian menyusut. Bahkan, di sisi selatan yang dikhususkan pedagang asal Kabupaten Madiun, jumlahnya bisa dihitung jari. ‘’Hanya sekitar tujuh orang,’’ sebut Rini.

Selain faktor pandemi, kata dia, sepinya Sunday Market juga disebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Banyak pengunjung yang sekadar jalan-jalan, tidak membeli. ‘’Sehari dapat Rp 200 ribu saja sudah bersyukur,’’ ujar pedagang aksesori itu.

Baca Juga :  Kejaksaan Periksa Eks Dirut BPR Bank Daerah Kota Madiun

Jika di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun cenderung sepi, Sunday Market di bundaran Serayu tetap ramai. Pun, pada jam-jam sebelum pukul 10.00 arus kendaraan kerap macet saking ramainya pengunjung. ‘’Kalau di sini (pandemi, Red) tidak terlalu berpengaruh,’’ tutur Nur Chafidhotun Nafiah, salah seorang pedagang.

Bahkan, kata Nur, jumlah pedagang semakin bertambah. Para pemain baru, lanjut dia, didominasi mereka yang sebelumnya biasa berjualan di sekolah. ‘’Karena pelajar harus PJJ (pembelajaran jarak jauh), banyak yang pindah ke sini,’’ ujarnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/