alexametrics
24.6 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Banyak Siswa Terganjal SKL, Belum Bisa Proses PIN PPDB 2019

MADIUN – Jadwal pengambilan PIN penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Kota Madiun sedianya dibuka Senin (27/5). Tetapi, belum semua sekolah melayani proses tersebut. Pasalnya, tak semua siswa mengantongi surat keterangan lulus (SKL) yang diterbitkan oleh SMP asal mereka.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, persoalan itu dialami oleh SMAN 2 Madiun. Sejumlah siswa yang datang ke sekolah itu untuk mengambil PIN terpaksa harus balik kanan. Karena pihak sekolah tak bisa melayani proses tersebut lantaran mereka tak membawa SKL.

Sementara sesuai ketentuan dari peraturan gubernur (pergub) 23/2019 mensyaratkan calon pendaftar menyerahkan fotokopi SHUN atau SKL yang dikeluarkan oleh sekolah asal dengan menunjukkan aslinya.

Namun, para siswa itu hanya mampu menunjukkan bukti berupa nomor peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kepada operator PPDB di sekolah tersebut. ’’Hari ini (kemarin, Red), kami belum bisa memberi PIN karena calon peserta didik yang mau mendaftar belum memenuhi persyaratan,’’ terang Kepala SMAN 2 Madiun, Pramujo Budiarto.

Di sisi lain, kata dia, pengumuman kelulusan SMP di Kota Madiun baru diumumkan oleh dinas pendidikan (dindik) besok (29/5). Sehingga, banyak siswa yang kecele. ’’Tetapi, dari koordinator PPDB cabdindik bisa saja mendaftar tidak memakai SKL, cukup menggunakan kartu peserta ujian nasional dengan kartu keluarga (KK) saja,’’ kata mantan kepala SMAN 1 Wungu tersebut.

Menurut Pramujo, kebijakan itu mulai diterapkan pada hari ini (28/5) sampai dengan SKL diterbitkan. ’’Sebenarnya saya hanya memperkuat pergub itu sebagai petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan PPDB. Makanya seharian tadi (kemarin, Red), SMAN 2 Madiun belum ada calon peserta didik yang kami kasih PIN,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Homoseksual Rawan Kena HIV/AIDS

Hal serupa juga berlaku di SMAN 6 Madiun. Puluhan siswa yang akan mengambil PIN di sekolah tersebut harus kecele. Karena tak mempunyai SKL, mereka belum bisa mendapat pelayanan penerimaan PIN.

Permasalahan itu sempat menuai protes dari siswa saat akan mengambil PIN. Namun, setelah mendapat penjelasan dari pihak sekolah, mereka baru bisa memaklumi. Sebab, kebijakan itu menyesuaikan dengan pergub 23/2019. ’’Ketentuan juknis memang harus menyerahkan SKL. Kalau telanjur diterima, nanti anak itu (dinyatakan) tidak lulus kan malah susah,’’ ujar guru BK SMAN 6 Madiun, Hariyadi.

Kendati demikian, syarat itu tidak berlaku di SMAN 1 Madiun. Mereka tetap melayani calon peserta didik untuk mendapatkan PIN. ’’Tercatat ada sekitar 60 anak yang mengambil PIN di sekolah kami,’’ ujar Kepala SMAN 1 Imron Rosidi.

Kebijakan serupa juga diberlakukan di SMKN 1 Madiun. Tercatat ada sekitar 189 calon peserta didik yang mengambil PIN pada hari pertama kemarin. Jumlah itu sudah mencapai 30 persen dari total pagu yang tersedia. ‘’Pagu di SMKN 1 Madiun ada 576 kursi,’’ kata Suyono, Kepala SMKN 1 Madiun. (her/ota)

MADIUN – Jadwal pengambilan PIN penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK di Kota Madiun sedianya dibuka Senin (27/5). Tetapi, belum semua sekolah melayani proses tersebut. Pasalnya, tak semua siswa mengantongi surat keterangan lulus (SKL) yang diterbitkan oleh SMP asal mereka.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, persoalan itu dialami oleh SMAN 2 Madiun. Sejumlah siswa yang datang ke sekolah itu untuk mengambil PIN terpaksa harus balik kanan. Karena pihak sekolah tak bisa melayani proses tersebut lantaran mereka tak membawa SKL.

Sementara sesuai ketentuan dari peraturan gubernur (pergub) 23/2019 mensyaratkan calon pendaftar menyerahkan fotokopi SHUN atau SKL yang dikeluarkan oleh sekolah asal dengan menunjukkan aslinya.

Namun, para siswa itu hanya mampu menunjukkan bukti berupa nomor peserta ujian nasional berbasis komputer (UNBK) kepada operator PPDB di sekolah tersebut. ’’Hari ini (kemarin, Red), kami belum bisa memberi PIN karena calon peserta didik yang mau mendaftar belum memenuhi persyaratan,’’ terang Kepala SMAN 2 Madiun, Pramujo Budiarto.

Di sisi lain, kata dia, pengumuman kelulusan SMP di Kota Madiun baru diumumkan oleh dinas pendidikan (dindik) besok (29/5). Sehingga, banyak siswa yang kecele. ’’Tetapi, dari koordinator PPDB cabdindik bisa saja mendaftar tidak memakai SKL, cukup menggunakan kartu peserta ujian nasional dengan kartu keluarga (KK) saja,’’ kata mantan kepala SMAN 1 Wungu tersebut.

Menurut Pramujo, kebijakan itu mulai diterapkan pada hari ini (28/5) sampai dengan SKL diterbitkan. ’’Sebenarnya saya hanya memperkuat pergub itu sebagai petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan PPDB. Makanya seharian tadi (kemarin, Red), SMAN 2 Madiun belum ada calon peserta didik yang kami kasih PIN,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Akseptor KB Baru di Ponorogo Turun Gegara Wabah Korona dan Faktor Ekonomi

Hal serupa juga berlaku di SMAN 6 Madiun. Puluhan siswa yang akan mengambil PIN di sekolah tersebut harus kecele. Karena tak mempunyai SKL, mereka belum bisa mendapat pelayanan penerimaan PIN.

Permasalahan itu sempat menuai protes dari siswa saat akan mengambil PIN. Namun, setelah mendapat penjelasan dari pihak sekolah, mereka baru bisa memaklumi. Sebab, kebijakan itu menyesuaikan dengan pergub 23/2019. ’’Ketentuan juknis memang harus menyerahkan SKL. Kalau telanjur diterima, nanti anak itu (dinyatakan) tidak lulus kan malah susah,’’ ujar guru BK SMAN 6 Madiun, Hariyadi.

Kendati demikian, syarat itu tidak berlaku di SMAN 1 Madiun. Mereka tetap melayani calon peserta didik untuk mendapatkan PIN. ’’Tercatat ada sekitar 60 anak yang mengambil PIN di sekolah kami,’’ ujar Kepala SMAN 1 Imron Rosidi.

Kebijakan serupa juga diberlakukan di SMKN 1 Madiun. Tercatat ada sekitar 189 calon peserta didik yang mengambil PIN pada hari pertama kemarin. Jumlah itu sudah mencapai 30 persen dari total pagu yang tersedia. ‘’Pagu di SMKN 1 Madiun ada 576 kursi,’’ kata Suyono, Kepala SMKN 1 Madiun. (her/ota)

Artikel SebelumnyaJalan Pulang
Artikel Selanjutnya Daop 7 Perketat Aturan Penumpang Ibu Hamil

Most Read

Artikel Terbaru

/