alexametrics
29.8 C
Madiun
Tuesday, July 5, 2022

Daop 7 Perketat Aturan Penumpang Ibu Hamil

MADIUN – Aturan ibu hamil naik kereta api semakin diperketat. Calon penumpang dengan usia kehamilan 14-28 minggu bisa langsung naik ke gerbong. Namun, di luar dari periode itu wajib melampirkan surat keterangan dari dokter. ’’Harus ada keterangan dokter yang menyatakan kandungan dalam keadaan sehat dan tidak ada kelainan kandungan,’’ ujar Vice President Daop 7 Madiun Wisnu Pramudyo.

Selain itu, kata dia, ada aturan pula yang menyebutkan jika ibu hamil itu wajib didampingi minimal satu orang. Lanjutnya, PT KAI (Persero) sudah menyiagakan dokter serta paramedis selama angkutan Lebaran. Khusus di Daop 7, ada enam posko. Di antaranya berada di Stasiun Madiun, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Stasiun Blitar. ’’Jadi para pemudik yang hamil jangan khawatir, kalau ada keluhan segera dicek kesehatannya di posko,’’ ujarnya.

Wisnu menambahkan, pada masa angkutan Lebaran tahun ini Daop 7 Madiun melayani 74 KA reguler dengan 10 KA tambahan. Sejak Minggu (26/5) lalu, sudah memasuki hari pertama masa angkutan Lebaran. Sebanyak 1.289 pegawai ditambah 452 personel tambahan mencakup petugas pemeriksaan jalan (PPJ) ekstra, penjaga daerah rawan (PDR), customer service mobile (CSM), Palang Merah Indonesia (PMI), railfans dan security. ’’Mudik tahun ini diperkirakan terjadi mulai Jumat 31 Mei 2019 dan arus baliknya Minggu, 9 Juni,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  BPN Dukung Penuh Tim Pemberantasan Mafia Tanah Bentukan Kejari Kota Madiun

Di sisi lain, Wisnu menambahkan, ada 12 titik daerah yang sudah dipetakan Daop 7. Sejumlah titik itu di antaranya berpotensi ambles, longsor dan banjir. Potensi ambles ini berada di tiga titik, Walikukun – Kedunggalar, Barat-Madiun, dan Madiun-Babadan. Sementara, daerah rawan longsor tersebar di Saradan-Wilangan serta Garum-Talun. ’’Rawan banjir ada tujuh titik. Batas antara Daop 6 – 7 (Walikukun), Paron-Geneng, Geneng-Barat, Barat-Madiun, dan Saradan-Wilangan,’’ bebernya.

Untuk mengantisipasi potensi rawan tersebut Daop 7 Madiun menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 9 stasiun. Lalu, kata dia, 9 lokomotif yang digunakan untuk menarik tiga KA reguler (KA Brantas, Kahurpian, Singasari) dan satu KA Tambahan (KA Brantas Tambahan). ’’Lokomotif cadangan juga telah disediakan di Madiun dan Kertosono,’’ pungkasnya. (dil/ota)

MADIUN – Aturan ibu hamil naik kereta api semakin diperketat. Calon penumpang dengan usia kehamilan 14-28 minggu bisa langsung naik ke gerbong. Namun, di luar dari periode itu wajib melampirkan surat keterangan dari dokter. ’’Harus ada keterangan dokter yang menyatakan kandungan dalam keadaan sehat dan tidak ada kelainan kandungan,’’ ujar Vice President Daop 7 Madiun Wisnu Pramudyo.

Selain itu, kata dia, ada aturan pula yang menyebutkan jika ibu hamil itu wajib didampingi minimal satu orang. Lanjutnya, PT KAI (Persero) sudah menyiagakan dokter serta paramedis selama angkutan Lebaran. Khusus di Daop 7, ada enam posko. Di antaranya berada di Stasiun Madiun, Kertosono, Jombang, Kediri, Tulungagung, dan Stasiun Blitar. ’’Jadi para pemudik yang hamil jangan khawatir, kalau ada keluhan segera dicek kesehatannya di posko,’’ ujarnya.

Wisnu menambahkan, pada masa angkutan Lebaran tahun ini Daop 7 Madiun melayani 74 KA reguler dengan 10 KA tambahan. Sejak Minggu (26/5) lalu, sudah memasuki hari pertama masa angkutan Lebaran. Sebanyak 1.289 pegawai ditambah 452 personel tambahan mencakup petugas pemeriksaan jalan (PPJ) ekstra, penjaga daerah rawan (PDR), customer service mobile (CSM), Palang Merah Indonesia (PMI), railfans dan security. ’’Mudik tahun ini diperkirakan terjadi mulai Jumat 31 Mei 2019 dan arus baliknya Minggu, 9 Juni,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Gandeng Ansor-Banser, Anggota DPRD Kota Madiun Rina Haryati Bagi-Bagi Takjil

Di sisi lain, Wisnu menambahkan, ada 12 titik daerah yang sudah dipetakan Daop 7. Sejumlah titik itu di antaranya berpotensi ambles, longsor dan banjir. Potensi ambles ini berada di tiga titik, Walikukun – Kedunggalar, Barat-Madiun, dan Madiun-Babadan. Sementara, daerah rawan longsor tersebar di Saradan-Wilangan serta Garum-Talun. ’’Rawan banjir ada tujuh titik. Batas antara Daop 6 – 7 (Walikukun), Paron-Geneng, Geneng-Barat, Barat-Madiun, dan Saradan-Wilangan,’’ bebernya.

Untuk mengantisipasi potensi rawan tersebut Daop 7 Madiun menyiagakan Alat Material untuk Siaga (AMUS) di 9 stasiun. Lalu, kata dia, 9 lokomotif yang digunakan untuk menarik tiga KA reguler (KA Brantas, Kahurpian, Singasari) dan satu KA Tambahan (KA Brantas Tambahan). ’’Lokomotif cadangan juga telah disediakan di Madiun dan Kertosono,’’ pungkasnya. (dil/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/