alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Keberangkatan CJH Kota Madiun Maju

MADIUN – Imbas dari penambahan kuota calon jamaah haji (CJH) Indonesia juga berdampak untuk Kota Madiun. Total penambahan CJH sebanyak 8 orang. Sehingga yang berangkat sebanyak 189 orang. Keberangkatan juga diperkirakan maju, 7 Juli. ’’Informasi yang kami terima ketika pelantikan PPIH Provinsi di Surabaya jadwal maju. Ini kemungkinan maju. Itu normatif dari saya,’’ kata Kepala Kementerian Agama (kemenag) Kota Madiun Munir.

Kata dia, penambahan kuota ini sebagai upaya pemerintah Inodnesia mengurangi waktu tunggu jamaah. Penambahan kuota se-Inodenesia sebanyak 10.000 itu diharapkan tidak hanya di tahun ini. Melainkan bisa setiap tahun. ’’Waktu tunggu haji sekarang 26 tahun,’’  urainya.

Sesuai jadwal, di tanggal 7 Juli itu CJH Kota Madiun berkumpul di asrama haji pukul 09.00 Dua jam kemudian jamaah diberangkatkan  oleh Wali Kota Madiun Maidi menuju embarkarsi Surabaya. Pukul 15.00 diharapkan, jamaah sudah masuk embarkarsi Surabaya. ’’Pemberangkatan ke Jeddah dan Madinah dari 8 Juli,’’ jelasnya.

Dari ratusan jamaah haji tersebut CJH Kota Madiun tercantum dalam kloter IV bergabung dengan jamaah asal Pacitan dan Surabaya. Dari Pacitan terdaftar 189 orang, dan Surabaya 59 jamaah. Kemenag juga sudah bertemu dengan petugas yang bakal menyertai jamaah atau tim pemandu ibadah haji (TPIH). ’’TPIH dari Surabaya, dokternya dari puskesmas Tawangrejo Kota Madiun dan lainnya ada 10 orang. Semua sudah siap,’’ paparnya.

Baca Juga :  Rekanan Proyek Pemprov Di-Blacklist karena Tidak Mampu Selesaikan Pekerjaan Tepat Waktu

Munir  menguraikan, terkait delapan CJH tambahan yang termasuk dalam pelunasan biaya haji tahap ke II adalah terdiri dari jamaah lansia dan penggabungan. Maksud dari jamaah penggabungan semisal, ada pasangan suami istri yang terdaftar haji. Istri berangkat akan berangkat pada 7 Juli nanti mengajak serta suaminya yang terdaftar akan berangkat pada 2021.

Kemudian, jamaah lansia yang berusia minimal 75 tahun. Lalu sudah terdaftr porsi haji minimaltiga tahun. Disertai ada yang mengusulkan calon jamaah lansia tersebu. Apabila, tidak ada yang mengsulkan, maka dari kemenag akan menunggu. ’’Jadi jangan ada anggapan saya kan sudah 80 tahun tapi kok dipanggil-panggi. Karena semua itu ada ketentuannya,’’ paaprnya.

Munir menyampaikan, persiapan jamaah haji saat ini sudah 98 persen. Artinyab, yang dua persen tinggal keberangkatan. Dia enggan menyampaikan jadwal pengumpulan koper berdalih masih menanti jadwal yang pasti. Dalam proses pelaksanaan manasik hajipun, kemang kota madiun juga sudah menyampaikan agar  jamaah mempersiapkan kesehatan. Diperkirakan cuaca di Arab Saudi mencapai 47 derajat celcius. ’’Jaga kesehatan memperbanyak air putih jangan sering sering keluar tenda,’’ bebernya sembari menyebut untuk tahun ini Tenda Arafah sudah menggunakan AC.  (dil/ota)

MADIUN – Imbas dari penambahan kuota calon jamaah haji (CJH) Indonesia juga berdampak untuk Kota Madiun. Total penambahan CJH sebanyak 8 orang. Sehingga yang berangkat sebanyak 189 orang. Keberangkatan juga diperkirakan maju, 7 Juli. ’’Informasi yang kami terima ketika pelantikan PPIH Provinsi di Surabaya jadwal maju. Ini kemungkinan maju. Itu normatif dari saya,’’ kata Kepala Kementerian Agama (kemenag) Kota Madiun Munir.

Kata dia, penambahan kuota ini sebagai upaya pemerintah Inodnesia mengurangi waktu tunggu jamaah. Penambahan kuota se-Inodenesia sebanyak 10.000 itu diharapkan tidak hanya di tahun ini. Melainkan bisa setiap tahun. ’’Waktu tunggu haji sekarang 26 tahun,’’  urainya.

Sesuai jadwal, di tanggal 7 Juli itu CJH Kota Madiun berkumpul di asrama haji pukul 09.00 Dua jam kemudian jamaah diberangkatkan  oleh Wali Kota Madiun Maidi menuju embarkarsi Surabaya. Pukul 15.00 diharapkan, jamaah sudah masuk embarkarsi Surabaya. ’’Pemberangkatan ke Jeddah dan Madinah dari 8 Juli,’’ jelasnya.

Dari ratusan jamaah haji tersebut CJH Kota Madiun tercantum dalam kloter IV bergabung dengan jamaah asal Pacitan dan Surabaya. Dari Pacitan terdaftar 189 orang, dan Surabaya 59 jamaah. Kemenag juga sudah bertemu dengan petugas yang bakal menyertai jamaah atau tim pemandu ibadah haji (TPIH). ’’TPIH dari Surabaya, dokternya dari puskesmas Tawangrejo Kota Madiun dan lainnya ada 10 orang. Semua sudah siap,’’ paparnya.

Baca Juga :  Begini Kisah Heru Dasiman Jaga Perlintasan Kereta tanpa Palang Pintu

Munir  menguraikan, terkait delapan CJH tambahan yang termasuk dalam pelunasan biaya haji tahap ke II adalah terdiri dari jamaah lansia dan penggabungan. Maksud dari jamaah penggabungan semisal, ada pasangan suami istri yang terdaftar haji. Istri berangkat akan berangkat pada 7 Juli nanti mengajak serta suaminya yang terdaftar akan berangkat pada 2021.

Kemudian, jamaah lansia yang berusia minimal 75 tahun. Lalu sudah terdaftr porsi haji minimaltiga tahun. Disertai ada yang mengusulkan calon jamaah lansia tersebu. Apabila, tidak ada yang mengsulkan, maka dari kemenag akan menunggu. ’’Jadi jangan ada anggapan saya kan sudah 80 tahun tapi kok dipanggil-panggi. Karena semua itu ada ketentuannya,’’ paaprnya.

Munir menyampaikan, persiapan jamaah haji saat ini sudah 98 persen. Artinyab, yang dua persen tinggal keberangkatan. Dia enggan menyampaikan jadwal pengumpulan koper berdalih masih menanti jadwal yang pasti. Dalam proses pelaksanaan manasik hajipun, kemang kota madiun juga sudah menyampaikan agar  jamaah mempersiapkan kesehatan. Diperkirakan cuaca di Arab Saudi mencapai 47 derajat celcius. ’’Jaga kesehatan memperbanyak air putih jangan sering sering keluar tenda,’’ bebernya sembari menyebut untuk tahun ini Tenda Arafah sudah menggunakan AC.  (dil/ota)

Most Read

Artikel Terbaru

/