alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Lapak Pasar Kembang Baru Adopsi Semarang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pasar kembang baru mulai digarap. Pekerjaan pertama dilakukan pengurukan sepanjang pinggir sungai dari Jalan D.I. Panjaitan tembus Dawuhan. Pekerjaan fisik ditargetkan tuntas 100 persen sebelum November mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno mengatakan, setelah pengurukan tuntas, selanjutnya dilakukan penataan landscape. Mulai pembangunan akses jalan baru, trotoar, hingga lapak pedagang. ”Diuruk dulu. Setelah itu, baru pekerjaan fisik,” kata Suwarno, Senin (28/6).

Suwarno menyebut, pembangunan lapak pedagang merupakan item pekerjaan paling berat. Konsepnya mengadopsi kios pasar bunga di Semarang, Jawa Tengah, dengan desain modern. Salah satunya model atap melengkung. ”Nanti bentuknya seperti semi terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemain Persemag Digenjot Latihan 120 Menit Setiap Pagi

Dia menjelaskan, lapak itu kelak dibangun tanpa dilengkapi dinding. Pun, tidak ada kamar mandi. Pedagang maupun pengunjung hanya bisa memanfaatkan fasilitas toilet umum. ”Kalau kios ada kamar mandinya nanti digunakan tempat tinggal,” ungkap Suwarno. (kid/c1/isd/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pasar kembang baru mulai digarap. Pekerjaan pertama dilakukan pengurukan sepanjang pinggir sungai dari Jalan D.I. Panjaitan tembus Dawuhan. Pekerjaan fisik ditargetkan tuntas 100 persen sebelum November mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno mengatakan, setelah pengurukan tuntas, selanjutnya dilakukan penataan landscape. Mulai pembangunan akses jalan baru, trotoar, hingga lapak pedagang. ”Diuruk dulu. Setelah itu, baru pekerjaan fisik,” kata Suwarno, Senin (28/6).

Suwarno menyebut, pembangunan lapak pedagang merupakan item pekerjaan paling berat. Konsepnya mengadopsi kios pasar bunga di Semarang, Jawa Tengah, dengan desain modern. Salah satunya model atap melengkung. ”Nanti bentuknya seperti semi terbuka,” ujarnya.

Baca Juga :  Putus Kuliah, Sri Murtini Temukan Jalan Rezeki dari Jasa Jahit

Dia menjelaskan, lapak itu kelak dibangun tanpa dilengkapi dinding. Pun, tidak ada kamar mandi. Pedagang maupun pengunjung hanya bisa memanfaatkan fasilitas toilet umum. ”Kalau kios ada kamar mandinya nanti digunakan tempat tinggal,” ungkap Suwarno. (kid/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/