alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

131 Hektare Sawah Diserang Tikus

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Serangan hama tikus melanda pertanian warga Kabupaten Madiun. Hewan pengerat itu bahkan sudah merusak tanaman padi di tujuh kecamatan. Yakni, di Pilangkenceng, Wonoasri, Balerejo, Madiun, Mejayan, Saradan, dan Dagangan. “Lahan pertanian yang terdampak mencapai sekitar 131 hektare,” kata Kabid Holtikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sumanto Jumat (27/9).

Lahan pertanian yang paling parah terdampak ada di Pilangkenceng. Di wilayah tersebut lahan pertanian seluas 50 hektare rusak. Tanaman padi yang diserang mayoritas sudah berusia 40 hari. “Sejauh ini intensitas masih bertaraf ringan, tapi kami juga bertindak semaksimal mungkin,” ujarnya.

Supaya serangan hama tikus tidak semakin meluas, pihaknya melakukan penyemprotan cairan rodentisida atau petrokum. Pihaknya menampik mewabahnya serangan hama tikus itu dipicu minimnya hewan pemangsa hama tersebut. “Petani juga mengendalikan serangan hama tikus itu dengan cara gropyokan,” jelasnya.

Baca Juga :  Disnaker: Sembilan TKA Sudah Dinyatakan Legal

Meski demikian, Sumanto menyebut serangan hama tikus itu tidak separah tahun sebelumnya. Untuk mencegah hal tersebut terulang, pemkab sudah berkoordinasi dengan Gapoktan. “Sesuai petunjuk dari bupati, kami diminta untuk melakukan pendataan ulang lahan pertanian yang terdampak. Sebelum nanti diusahakan untuk mendapat bantuan,” katanya. (mgc/c1/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Serangan hama tikus melanda pertanian warga Kabupaten Madiun. Hewan pengerat itu bahkan sudah merusak tanaman padi di tujuh kecamatan. Yakni, di Pilangkenceng, Wonoasri, Balerejo, Madiun, Mejayan, Saradan, dan Dagangan. “Lahan pertanian yang terdampak mencapai sekitar 131 hektare,” kata Kabid Holtikultura Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sumanto Jumat (27/9).

Lahan pertanian yang paling parah terdampak ada di Pilangkenceng. Di wilayah tersebut lahan pertanian seluas 50 hektare rusak. Tanaman padi yang diserang mayoritas sudah berusia 40 hari. “Sejauh ini intensitas masih bertaraf ringan, tapi kami juga bertindak semaksimal mungkin,” ujarnya.

Supaya serangan hama tikus tidak semakin meluas, pihaknya melakukan penyemprotan cairan rodentisida atau petrokum. Pihaknya menampik mewabahnya serangan hama tikus itu dipicu minimnya hewan pemangsa hama tersebut. “Petani juga mengendalikan serangan hama tikus itu dengan cara gropyokan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Beruntun, Polisi Periksa Tujuh Saksi

Meski demikian, Sumanto menyebut serangan hama tikus itu tidak separah tahun sebelumnya. Untuk mencegah hal tersebut terulang, pemkab sudah berkoordinasi dengan Gapoktan. “Sesuai petunjuk dari bupati, kami diminta untuk melakukan pendataan ulang lahan pertanian yang terdampak. Sebelum nanti diusahakan untuk mendapat bantuan,” katanya. (mgc/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/