27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tinggal Tiga Hari

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jawa Timur diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat. Saat ini telah memasuki periode kedua dan tersisa tiga hari lagi. ‘’Berlaku sampai 30 September,’’ kata Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Samsat Kota Madiun Muh. Saini, Rabu (28/9).

Dia mengatakan, Pemprov Jatim memberi insentif berupa pemutihan ini per 1 April lalu. Periode pertama hingga 30 Juni. Kemudian diperpanjang hingga 30 September. ‘’Tujuannya, membantu masyarakat di tengah problem harga BBM (bahan bakar minyak) yang naik,’’ ujarnya.

Saini menyebutkan, antusiasme masyarakat memanfaatkan program ini sangat luar biasa. Pemutihan berlaku untuk sanksi administrasi PKB, bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), serta pembebasan BBNKB kedua dan lainnya. ‘’Di Samsat Kota Madiun, 8.155 wajib pajak memanfaatkan program ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  DPMTSP Kabupaten Madiun Tak Punya Izin Khusus THM

Dia memprediksi, pada periode kedua ini meningkat signifikan. Didukung durasi yang lebih panjang dibandingkan periode sebelumnya. Sisa waktu yang ada menjadi  kesempatan wajib pajak membayar PKB-nya. ‘’Biasanya membeludak di akhir periode pemutihan,’’ jelasnya. (mg4/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Program pemutihan pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jawa Timur diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat. Saat ini telah memasuki periode kedua dan tersisa tiga hari lagi. ‘’Berlaku sampai 30 September,’’ kata Pengelola Data Pelayanan Perpajakan (PDPP) Samsat Kota Madiun Muh. Saini, Rabu (28/9).

Dia mengatakan, Pemprov Jatim memberi insentif berupa pemutihan ini per 1 April lalu. Periode pertama hingga 30 Juni. Kemudian diperpanjang hingga 30 September. ‘’Tujuannya, membantu masyarakat di tengah problem harga BBM (bahan bakar minyak) yang naik,’’ ujarnya.

Saini menyebutkan, antusiasme masyarakat memanfaatkan program ini sangat luar biasa. Pemutihan berlaku untuk sanksi administrasi PKB, bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB), serta pembebasan BBNKB kedua dan lainnya. ‘’Di Samsat Kota Madiun, 8.155 wajib pajak memanfaatkan program ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pasien Pertama Positif Korona Kota Madiun Sembuh

Dia memprediksi, pada periode kedua ini meningkat signifikan. Didukung durasi yang lebih panjang dibandingkan periode sebelumnya. Sisa waktu yang ada menjadi  kesempatan wajib pajak membayar PKB-nya. ‘’Biasanya membeludak di akhir periode pemutihan,’’ jelasnya. (mg4/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/