alexametrics
25.2 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Boyongan Molor Februari, Pedagang Bertahan di Pasar Bunga Stadion Wilis

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Para pedagang pasar bunga di kawasan Stadion Wilis Kota Madiun sejatinya manut dengan kebijakan pemkot. Direlokasi ke Jalan D.I. Panjaitan juga tidak keberatan. Bahkan, mereka ngebet boyongan setelah pasar tanaman hias baru itu diresmikan Wali Kota Maidi awal bulan ini.

Sayangnya, mereka malah tidak mendapatkan pelayanan prima. Sejumlah pedagang kadung pindah, ternyata di lokasi baru tersebut belum tersedia fasilitas air dan listrik. ‘’Beberapa pedagang sudah ada yang telanjur boyongan,’’ kata Agus Mujianto, salah seorang pedagang tanaman hias, Selasa (28/12).

Sebagian tanaman hias dagangan mereka juga sudah diangkut ke lokasi baru. Namun, lantaran belum ada air, tanaman dikembalikan lagi ke pasar bunga lama. ‘’Sesuai hasil rapat, batas terakhir pindah 20 Desember. Karena terkendala air, kami tidak jadi pindah. Tapi, sebagian kadung di sana (lokasi baru, Red), ya bertahan,’’ ujarnya.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, para pedagang sepakat belum bersedia pindah jika belum ada air. Alias tetap bertahan di kawasan stadion. ‘’Kami masih menunggu. Infonya akan dipasang sambungan baru PDAM. Intinya, kami siap pindah jika air yang menjadi kebutuhan vital terpenuhi atau telah tersedia,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Hanya Berselisih 5.299 Suara dengan PKB, Takhta Klitik Milik PDIP

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi mengakui bahwa sambungan PDAM di pasar bunga baru memang belum dipasang. Ansar menjanjikan awal hingga pertengahan Januari 2022 sambungan PDAM sudah terpasang. ‘’Masalah air masih dalam proses karena PDAM sekarang sudah tutup buku. Jadi, memang dimulai tahun depan,’’ terangnya.

Dia menyebut, ada sekitar 30 persen pedagang pasar bunga lama yang sudah boyongan ke lokasi baru. Untuk itu, mereka dipersilakan menggunakan air PDAM milik disdag di lokasi baru itu secara gratis untuk sementara waktu. ‘’Sehingga mereka tinggal menyiapkan slangnya saja,’’ imbuhnya.

Ansar menyampaikan, relokasi seluruh pedagang maksimal 10 Februari 2022 nanti sesuai arahan wali kota. Jumlah kios di pasar bunga baru total 60 kios yang bakal ditempati 51 pedagang dari pasar bunga. ‘’Saat ini dalam proses pemberkasan, ada delapan pedagang baru akan masuk. Harapannya, sampai batas waktu tersebut pedagang pasar bunga lama sudah pindah dan di sana sudah bersih,’’ pungkasnya. (irs/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Para pedagang pasar bunga di kawasan Stadion Wilis Kota Madiun sejatinya manut dengan kebijakan pemkot. Direlokasi ke Jalan D.I. Panjaitan juga tidak keberatan. Bahkan, mereka ngebet boyongan setelah pasar tanaman hias baru itu diresmikan Wali Kota Maidi awal bulan ini.

Sayangnya, mereka malah tidak mendapatkan pelayanan prima. Sejumlah pedagang kadung pindah, ternyata di lokasi baru tersebut belum tersedia fasilitas air dan listrik. ‘’Beberapa pedagang sudah ada yang telanjur boyongan,’’ kata Agus Mujianto, salah seorang pedagang tanaman hias, Selasa (28/12).

Sebagian tanaman hias dagangan mereka juga sudah diangkut ke lokasi baru. Namun, lantaran belum ada air, tanaman dikembalikan lagi ke pasar bunga lama. ‘’Sesuai hasil rapat, batas terakhir pindah 20 Desember. Karena terkendala air, kami tidak jadi pindah. Tapi, sebagian kadung di sana (lokasi baru, Red), ya bertahan,’’ ujarnya.

Mempertimbangkan kondisi tersebut, para pedagang sepakat belum bersedia pindah jika belum ada air. Alias tetap bertahan di kawasan stadion. ‘’Kami masih menunggu. Infonya akan dipasang sambungan baru PDAM. Intinya, kami siap pindah jika air yang menjadi kebutuhan vital terpenuhi atau telah tersedia,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Ramadan di Tengah Pandemi, Cincau Hitam Laris Manis

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi mengakui bahwa sambungan PDAM di pasar bunga baru memang belum dipasang. Ansar menjanjikan awal hingga pertengahan Januari 2022 sambungan PDAM sudah terpasang. ‘’Masalah air masih dalam proses karena PDAM sekarang sudah tutup buku. Jadi, memang dimulai tahun depan,’’ terangnya.

Dia menyebut, ada sekitar 30 persen pedagang pasar bunga lama yang sudah boyongan ke lokasi baru. Untuk itu, mereka dipersilakan menggunakan air PDAM milik disdag di lokasi baru itu secara gratis untuk sementara waktu. ‘’Sehingga mereka tinggal menyiapkan slangnya saja,’’ imbuhnya.

Ansar menyampaikan, relokasi seluruh pedagang maksimal 10 Februari 2022 nanti sesuai arahan wali kota. Jumlah kios di pasar bunga baru total 60 kios yang bakal ditempati 51 pedagang dari pasar bunga. ‘’Saat ini dalam proses pemberkasan, ada delapan pedagang baru akan masuk. Harapannya, sampai batas waktu tersebut pedagang pasar bunga lama sudah pindah dan di sana sudah bersih,’’ pungkasnya. (irs/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/