alexametrics
29.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Tiga Tahun Narkotika Dominasi Perkara yang Ditangani Jaksa

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Peredaran narkoba di Kota Madiun masih marak. Buktinya dapat dilihat dari kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun sepanjang tahun ini. Pun, dari barang bukti (BB) yang dimusnahkan setelah inkrah atau berkekuatan hukum tetap kemarin (27/12).

Sebanyak 24,573 gram narkotika jenis sabu; 1,24 kilogram ganja; dan 117 butir obat jenis Trihexyphenidyl dimusnahkan. Serta beberapa unit handphone (HP). ‘’Ini merupakan BB dari perkara yang kami tangani dan telah memiliki kekuatan hukum tetap,’’ kata Kajari Kota Madiun Bambang Panca Wahyudi.

Bambang mengungkapkan, BB itu berasal dari 32 terpidana. Dari jumlah itu, kasus terbanyak narkotika jenis sabu sebanyak 28 perkara. Meski BB relatif kecil, kasus narkotika mendominasi perkara. ‘’Di wilayah kerja kejari ini hanya ada tiga polsek di tiga kecamatan. Sehingga volume perkara tidak terlalu banyak,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sensus Penduduk Tak Perlu Masuk Rumah

Bambang menyebut, dominasi tren kasus narkotika terjadi sejak tiga tahun terakhir. Kendati grafiknya terbilang stagnan dalam periode itu, namun paling menonjol. ‘’Kalau kami lihat dominasi kasus narkotika sejak 2019. Jumlahnya stabil, begitu-begitu saja,’’ ungkapnya.

Pihaknya berupaya turut memberantas narkotika. Salah satunya, edukasi atau penyuluhan kepada masyarakat agar melek hukum. Pun terjun ke kelurahan-kelurahan dan blusukan ke sekolah-sekolah. ‘’Harapannya, kesadaran hukum masyarakat semakin tinggi, sehingga pelanggaran dapat dicegah sejak dini,’’ tuturnya.

Menurut Bambang, peran serta masyarakat cukup besar dalam memutus peredaran narkotika. Pun pihaknya berharap seluruh masyarakat berkomitmen bersama pihak terkait. ‘’Kalau perkara penipuan dan penggelapan tidak begitu banyak. Dan BB hampir semua dikembalikan kepada korban atau yang paling berhak di dalam perkara itu,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Peredaran narkoba di Kota Madiun masih marak. Buktinya dapat dilihat dari kasus yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun sepanjang tahun ini. Pun, dari barang bukti (BB) yang dimusnahkan setelah inkrah atau berkekuatan hukum tetap kemarin (27/12).

Sebanyak 24,573 gram narkotika jenis sabu; 1,24 kilogram ganja; dan 117 butir obat jenis Trihexyphenidyl dimusnahkan. Serta beberapa unit handphone (HP). ‘’Ini merupakan BB dari perkara yang kami tangani dan telah memiliki kekuatan hukum tetap,’’ kata Kajari Kota Madiun Bambang Panca Wahyudi.

Bambang mengungkapkan, BB itu berasal dari 32 terpidana. Dari jumlah itu, kasus terbanyak narkotika jenis sabu sebanyak 28 perkara. Meski BB relatif kecil, kasus narkotika mendominasi perkara. ‘’Di wilayah kerja kejari ini hanya ada tiga polsek di tiga kecamatan. Sehingga volume perkara tidak terlalu banyak,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Tak Segan Tutup THM Nakal

Bambang menyebut, dominasi tren kasus narkotika terjadi sejak tiga tahun terakhir. Kendati grafiknya terbilang stagnan dalam periode itu, namun paling menonjol. ‘’Kalau kami lihat dominasi kasus narkotika sejak 2019. Jumlahnya stabil, begitu-begitu saja,’’ ungkapnya.

Pihaknya berupaya turut memberantas narkotika. Salah satunya, edukasi atau penyuluhan kepada masyarakat agar melek hukum. Pun terjun ke kelurahan-kelurahan dan blusukan ke sekolah-sekolah. ‘’Harapannya, kesadaran hukum masyarakat semakin tinggi, sehingga pelanggaran dapat dicegah sejak dini,’’ tuturnya.

Menurut Bambang, peran serta masyarakat cukup besar dalam memutus peredaran narkotika. Pun pihaknya berharap seluruh masyarakat berkomitmen bersama pihak terkait. ‘’Kalau perkara penipuan dan penggelapan tidak begitu banyak. Dan BB hampir semua dikembalikan kepada korban atau yang paling berhak di dalam perkara itu,’’ pungkasnya. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/