alexametrics
24.6 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

KAI Mulai Susun Rencana Relokasi Rel Serong

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Harapan Pemkot Madiun agar rel kereta api (KA) jalur perlintasan langsung (JPL) 138 di Jalan Yos Sudarso dipindahkan naga-naganya akan menjadi nyata. Sebab, PT Kereta Api Indonesia (KAI) merespons dengan mulai menyusun rencana relokasi jalur KA Depo Pertamina itu.

Jalur baru akan dibuat. Agar tak ada lagi rel pembawa petaka persis di sebelah utara palang pintu KA tersebut. ‘’Rencana relokasi jalur di tempat yang berbeda sudah berproses,’’ kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, Selasa (29/3).

Menurut Ixfan, rapat koordinasi (rakor) akan digelar dalam waktu dekat. Melibatkan pemkot, KAI, Inka, dan Pertamina. Sebab, pembangunan jalur baru bakal berdampak pada aset pihak-pihak tersebut. ‘’Untuk opsi pastinya masih perlu dibahas,’’ ujarnya.

Pihaknya akan segera bersurat ke Bandung (direksi KAI). Ixfan mengklaim, tidak ada persoalan dari pusat jika semua pihak sepakat mendukung relokasi. Sebab, itu juga akan menguntungan operasional KAI. ‘’Karena operasional kereta api ke Depo Pertamina via rel serong itu cukup membuang waktu dan tenaga,’’ bebernya.

Baca Juga :  Siswa Masuk Sekolah Harus Kantongi Izin Orang Tua

Ixfan menyebutkan, butuh 40 menit KA pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari stasiun menuju depo dan kembali ke stasiun. Sebab, perlu langsir untuk berpindah jalur sebelum dan sesudah ke Depo Pertamina. Pun, butuh tenaga pengamanan mulai juru langsir hingga sekuriti. ‘’Itu belum terhitung kalau ada kendaraan parkir sembarangan hingga mengganggu perjalanan kereta api. Karena dekat dengan jalan raya, kami butuh pengamanan ekstra,’’ jelasnya.

Ixfan tak menampik bahwa rel serong acap menyebabkan pengendara roda dua celaka. Terutama saat hujan. Selain licin, celah antara rel dengan aspal tidak terlihat jika tergenang. ‘’Setelah kami evaluasi memang bahaya. Karena volume kendaraan yang melintas dan aktivitas kereta angkutan BBM cukup tinggi,’’ terangnya.

Kapan direalisasikan, Ixfan belum dapat berbicara banyak. Pihaknya bakal mengupayakan secepatnya. Pun, nasib rel serong bakal ditutup aspal atau dibongkar, masih menunggu arahan dari pusat. ‘’Sementara fokus jalur baru. Kalau sudah dioperasionalkan, mulai memikirkan rel serong ke depannya,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Harapan Pemkot Madiun agar rel kereta api (KA) jalur perlintasan langsung (JPL) 138 di Jalan Yos Sudarso dipindahkan naga-naganya akan menjadi nyata. Sebab, PT Kereta Api Indonesia (KAI) merespons dengan mulai menyusun rencana relokasi jalur KA Depo Pertamina itu.

Jalur baru akan dibuat. Agar tak ada lagi rel pembawa petaka persis di sebelah utara palang pintu KA tersebut. ‘’Rencana relokasi jalur di tempat yang berbeda sudah berproses,’’ kata Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, Selasa (29/3).

Menurut Ixfan, rapat koordinasi (rakor) akan digelar dalam waktu dekat. Melibatkan pemkot, KAI, Inka, dan Pertamina. Sebab, pembangunan jalur baru bakal berdampak pada aset pihak-pihak tersebut. ‘’Untuk opsi pastinya masih perlu dibahas,’’ ujarnya.

Pihaknya akan segera bersurat ke Bandung (direksi KAI). Ixfan mengklaim, tidak ada persoalan dari pusat jika semua pihak sepakat mendukung relokasi. Sebab, itu juga akan menguntungan operasional KAI. ‘’Karena operasional kereta api ke Depo Pertamina via rel serong itu cukup membuang waktu dan tenaga,’’ bebernya.

Baca Juga :  Gerai Vaksin Sumber Wangi Diperpanjang hingga 22 April

Ixfan menyebutkan, butuh 40 menit KA pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dari stasiun menuju depo dan kembali ke stasiun. Sebab, perlu langsir untuk berpindah jalur sebelum dan sesudah ke Depo Pertamina. Pun, butuh tenaga pengamanan mulai juru langsir hingga sekuriti. ‘’Itu belum terhitung kalau ada kendaraan parkir sembarangan hingga mengganggu perjalanan kereta api. Karena dekat dengan jalan raya, kami butuh pengamanan ekstra,’’ jelasnya.

Ixfan tak menampik bahwa rel serong acap menyebabkan pengendara roda dua celaka. Terutama saat hujan. Selain licin, celah antara rel dengan aspal tidak terlihat jika tergenang. ‘’Setelah kami evaluasi memang bahaya. Karena volume kendaraan yang melintas dan aktivitas kereta angkutan BBM cukup tinggi,’’ terangnya.

Kapan direalisasikan, Ixfan belum dapat berbicara banyak. Pihaknya bakal mengupayakan secepatnya. Pun, nasib rel serong bakal ditutup aspal atau dibongkar, masih menunggu arahan dari pusat. ‘’Sementara fokus jalur baru. Kalau sudah dioperasionalkan, mulai memikirkan rel serong ke depannya,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/