alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Kemenag Perbolehkan Madrasah Swasta di Kota Madiun Buka PPDB Lebih Awal

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah sekolah maupun madrasah swasta seolah curi start. Mereka mulai membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) meski belum ada peraturan wali kota (perwali) terkait penjaringan siswa baru. ‘’Memang tidak ada peraturan yang melarang lembaga swasta membuka PPDB. Berbeda dengan negeri,’’ ujar Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Agus Burhani, Selasa (29/3).

Agus mengatakan, rambu-rambu PPDB untuk madrasah mengacu peraturan Kemenag pusat. Pun, biasanya mengikuti jadwal sesuai kalender pendidikan. Yakni, mulai akhir Mei. ‘’Pada kasus tertentu, mereka (madrasah swasta, Red) hanya melakukan penggalian minat dan bakat,’’ sebutnya.

Meski begitu, dia menilai langkah madrasah swasta membuka PPDB lebih awal merupakan hal lumrah. Mereka lebih membutuhkan murid karena dana bantuan operasional sekolah (BOS) tidak mencukupi untuk membiayai operasional lembaga. ‘’Dari segi pembiayaannya sudah berat,’’ ucapnya. ‘’Apalagi kalau tidak ada murid,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Guru Wajib Taat Prokes

Sementara, Kacabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi mengamini tidak ada larangan bagi sekolah maupun madrasah swasta membuka PPDB lebih awal. ‘’Biasanya murid yang diterima di negeri akan mencabut pendaftarannya di lembaga swasta,’’ ungkapnya. (mg7/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah sekolah maupun madrasah swasta seolah curi start. Mereka mulai membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) meski belum ada peraturan wali kota (perwali) terkait penjaringan siswa baru. ‘’Memang tidak ada peraturan yang melarang lembaga swasta membuka PPDB. Berbeda dengan negeri,’’ ujar Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Agus Burhani, Selasa (29/3).

Agus mengatakan, rambu-rambu PPDB untuk madrasah mengacu peraturan Kemenag pusat. Pun, biasanya mengikuti jadwal sesuai kalender pendidikan. Yakni, mulai akhir Mei. ‘’Pada kasus tertentu, mereka (madrasah swasta, Red) hanya melakukan penggalian minat dan bakat,’’ sebutnya.

Meski begitu, dia menilai langkah madrasah swasta membuka PPDB lebih awal merupakan hal lumrah. Mereka lebih membutuhkan murid karena dana bantuan operasional sekolah (BOS) tidak mencukupi untuk membiayai operasional lembaga. ‘’Dari segi pembiayaannya sudah berat,’’ ucapnya. ‘’Apalagi kalau tidak ada murid,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  50 Personel Gabungan Geledah Lapas Pemuda Madiun dan Gelar Tes Urine

Sementara, Kacabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi mengamini tidak ada larangan bagi sekolah maupun madrasah swasta membuka PPDB lebih awal. ‘’Biasanya murid yang diterima di negeri akan mencabut pendaftarannya di lembaga swasta,’’ ungkapnya. (mg7/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/