alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Maidi Yakin Pasar Besar Madiun Jadi Pusat Grosir Baru di Jatim

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Antara Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Tanah Abang (PTA), Jakarta Pusat, telah terkoneksi. Menyusul ditekennya kerja sama antara Paguyuban Pedagang PBM dengan Himpunan Pedagang Tanah Abang (Hipta) pertengahan Maret. ‘’Sudah proses sekarang. Permintaan pedagang PBM dapat dicukupi pemasok PTA,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Selasa (29/3).

Karena itu, pedagang Pasar Gede –sebutan PBM- dipersilakan berkomunikasi atau negosiasi langsung dengan pihak pemasok. Pun, jika pedagang terkendala, dinas perdagangan (disdag) setempat diminta menjembatani. ‘’Tetap kami dampingi. Insya Allah semua berjalan tanpa persoalan,’’ ujarnya.

Hanya, lanjut Maidi, untuk sementara belum ada permintaan barang skala besar. Pasalnya, para pedagang masih memiliki stok yang belum terjual. Kendati begitu, dia optimistis tidak butuh waktu lama bagi Pasar Gede menjadi pusat grosir konveksi terbesar di Madiun Raya. ‘’Terus berproses, tidak bisa langsung besar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  360 Peserta Mudik Gratis dari Jakarta Tiba di Madiun

Upaya itu diharapkan menyelesaikan persoalan sepinya PBM. Pedagang tidak mampu bersaing perihal harga barang dengan kompetitor. Apalagi, mata rantai perniagaan pedagang PBM dengan Pasar Tenabang, sebutan PTA, terlalu panjang. Sehingga, mereka memilih kulakan ke sales. ‘’Pedagang juga kami ajak belajar sistem penjualan dan pengelolaan pedagang di PTA,’’ terangnya.

Maidi berharap mereka dapat menerapkan sistem penjualan seperti PTA. Pun, mengubah pola pikir cara berdagang. Yakni, dari sebelumnya menjual eceran ke grosiran. Sehingga, PBM dapat menjadi pusat grosir baru di Jawa Timur. ‘’Pelan-pelan persoalan PBM akan segera teratasi,’’ yakinnya. (ggi/c1/sat/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Antara Pasar Besar Madiun (PBM) dan Pasar Tanah Abang (PTA), Jakarta Pusat, telah terkoneksi. Menyusul ditekennya kerja sama antara Paguyuban Pedagang PBM dengan Himpunan Pedagang Tanah Abang (Hipta) pertengahan Maret. ‘’Sudah proses sekarang. Permintaan pedagang PBM dapat dicukupi pemasok PTA,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Selasa (29/3).

Karena itu, pedagang Pasar Gede –sebutan PBM- dipersilakan berkomunikasi atau negosiasi langsung dengan pihak pemasok. Pun, jika pedagang terkendala, dinas perdagangan (disdag) setempat diminta menjembatani. ‘’Tetap kami dampingi. Insya Allah semua berjalan tanpa persoalan,’’ ujarnya.

Hanya, lanjut Maidi, untuk sementara belum ada permintaan barang skala besar. Pasalnya, para pedagang masih memiliki stok yang belum terjual. Kendati begitu, dia optimistis tidak butuh waktu lama bagi Pasar Gede menjadi pusat grosir konveksi terbesar di Madiun Raya. ‘’Terus berproses, tidak bisa langsung besar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sidak, Disnaker Semprit 9 TKA

Upaya itu diharapkan menyelesaikan persoalan sepinya PBM. Pedagang tidak mampu bersaing perihal harga barang dengan kompetitor. Apalagi, mata rantai perniagaan pedagang PBM dengan Pasar Tenabang, sebutan PTA, terlalu panjang. Sehingga, mereka memilih kulakan ke sales. ‘’Pedagang juga kami ajak belajar sistem penjualan dan pengelolaan pedagang di PTA,’’ terangnya.

Maidi berharap mereka dapat menerapkan sistem penjualan seperti PTA. Pun, mengubah pola pikir cara berdagang. Yakni, dari sebelumnya menjual eceran ke grosiran. Sehingga, PBM dapat menjadi pusat grosir baru di Jawa Timur. ‘’Pelan-pelan persoalan PBM akan segera teratasi,’’ yakinnya. (ggi/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/