alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Upaya Memotong Penularan Korona, PT DMA Libur Produksi Tujuh Hari

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus positif Covid-19 seorang karyawan PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) berbuntut panjang. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun memperoleh informasi bahwa direksi mitra kerja PT HM Sampoerna itu meliburkan aktivitas produksi hingga sepekan ke depan.

Kebijakan tersebut menepikan hasil nonreaktif tes cepat Covid-19 pemkab terhadap ratusan karyawan pabrik keretek itu Rabu lalu (27/5). ‘’Teknis libur para pekerja wewenang perusahaan,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun Wijanto Djoko Poernomo.

Totok, sapaan akrabnya, menjelaskan, libur tujuh hari itu salah satu upaya memotong penularan korona. Pasalnya, sekitar 60 persen dari total 895 karyawan merupakan warga Kabupaten Madiun. ‘’Sebelum karyawan diperbolehkan masuk kerja, semestinya dilakukan rapid test lagi untuk melindungi keselamatan tenaga kerja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Libur Lebaran Usai, Pantai Masih Ramai

Dia menyebut, seluruh karyawan tetap memperoleh berbagai hak selama diliburkan. Seperti upah dan jaminan kesehatan. ‘’Pihak PT DMA sudah sepakat, tidak mempermasalahkan tentang itu semua,’’ terangnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anang Santosa menyebut, 815 karyawan yang dites cepat hasilnya nonreaktif. Sebanyak 80 pekerja tidak ikut rapid test karena telanjur pulang, pergantian sif, dan cuti hamil ikut tes susulan. ‘’Akan ada tes lanjutan sebelum kembali bekerja. Tapi belum ada info dari pimpinan untuk pelaksanaan rapid test selanjutnya,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus positif Covid-19 seorang karyawan PT Digjaya Mulia Abadi (DMA) berbuntut panjang. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun memperoleh informasi bahwa direksi mitra kerja PT HM Sampoerna itu meliburkan aktivitas produksi hingga sepekan ke depan.

Kebijakan tersebut menepikan hasil nonreaktif tes cepat Covid-19 pemkab terhadap ratusan karyawan pabrik keretek itu Rabu lalu (27/5). ‘’Teknis libur para pekerja wewenang perusahaan,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun Wijanto Djoko Poernomo.

Totok, sapaan akrabnya, menjelaskan, libur tujuh hari itu salah satu upaya memotong penularan korona. Pasalnya, sekitar 60 persen dari total 895 karyawan merupakan warga Kabupaten Madiun. ‘’Sebelum karyawan diperbolehkan masuk kerja, semestinya dilakukan rapid test lagi untuk melindungi keselamatan tenaga kerja,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Raih Top 10 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2020

Dia menyebut, seluruh karyawan tetap memperoleh berbagai hak selama diliburkan. Seperti upah dan jaminan kesehatan. ‘’Pihak PT DMA sudah sepakat, tidak mempermasalahkan tentang itu semua,’’ terangnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anang Santosa menyebut, 815 karyawan yang dites cepat hasilnya nonreaktif. Sebanyak 80 pekerja tidak ikut rapid test karena telanjur pulang, pergantian sif, dan cuti hamil ikut tes susulan. ‘’Akan ada tes lanjutan sebelum kembali bekerja. Tapi belum ada info dari pimpinan untuk pelaksanaan rapid test selanjutnya,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/