alexametrics
31 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Warga Sawahan Terkelabui Izin Usaha Produksi Hand Sanitizer

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, terbengong-bengong saat sepasukan polisi menggerebek wilayahnya Jumat (27/5) lalu. Pun, semakin tak habis pikir lantaran salah satu rumah kontrakan di desa mereka ternyata pabrik miras. Kini rumah itu dipasang police line setelah praktik ilegal itu terbongkar.

Rupanya, yang mereka tahu sebulan terakhir, rumah kontrakan itu untuk memproduksi cairan pembersih tangan berbahan alkohol. ‘’Kami, para tetangga, tahunya mereka memproduksi hand sanitizer. Warga percaya saja karena mau masuk juga nggak enak,’’ kata Rudy, salah seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan kontrakan itu, Minggu (29/5).

Rudy menyampaikan, warga juga dijanjikan bakal direkrut menjadi pekerja jika usaha industri rumahan itu berjalan lancar beberapa bulan ke depan. Itu yang membuat mereka percaya dan tidak menaruh curiga. ‘’Mereka menempati rumah yang sudah lama kosong. Sekitar Februari lalu mulai ada aktivitas pembangunan pagar dan pembuatan tungku,’’ ungkapnya.

Aktivitas di rumah produksi itu, lanjut Rudy, berlangsung malam hari. Seluruh pekerjanya juga bukan warga setempat. Sepengetahuannya, ada empat orang yang sering terlihat keluar-masuk di lokasi tersebut. ‘’Saya kaget ternyata memproduksi miras,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kontingen Kabupaten Madiun Kirim 74 Atlet ke Porprov Jatim 2022

Kepala Desa (Kades) Sidomulyo Setiyo Margono terkelabui dengan kasus tersebut. Sebab, sebelumnya pelaku meminta izin ke pemerintah desa (pemdes) akan membuka usaha produksi hand sanitizer. Pun tidak ada laporan warga setempat yang curiga atau terganggu. ‘’Kami kecolongan, ternyata ada produksi miras di desa kami,’’ akunya.

Setiyo mengatakan, pelaku juga berkomitmen menyerap tenaga kerja warga setempat. Sehingga, pihaknya mengizinkan mereka membuka usaha. Sebab, dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. ‘’Tapi, praktik di lapangan ternyata memproduksi miras,’’ sesalnya.

Kades menambahkan, pelaku mengontrak rumah warganya itu satu tahun. Namun, di awal-awal tidak ada kegiatan. Hanya membangun pagar seng untuk menutup rapat rumah kontrakan itu. Sehingga aktivitas di dalam rumah tidak diketahui warga setempat. Pun, tidak menimbulkan bau. ‘’Kami mendampingi aparat kepolisian saat masuk rumah itu, ternyata ada produksi miras,’’ bebernya.

Belajar dari kasus ini, Setiyo berjanji bakal lebih selektif menerima pendatang untuk bertempat tinggal di wilayahnya. Pun ketika meminta izin usaha, pihaknya bakal meminta kejelasan jenis usahanya. ‘’Ini untuk bahan evaluasi kami agar ke depan tidak kecolongan lagi. Karena merusak citra desa kami juga,’’ pungkasnya. (ggi/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Warga Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, terbengong-bengong saat sepasukan polisi menggerebek wilayahnya Jumat (27/5) lalu. Pun, semakin tak habis pikir lantaran salah satu rumah kontrakan di desa mereka ternyata pabrik miras. Kini rumah itu dipasang police line setelah praktik ilegal itu terbongkar.

Rupanya, yang mereka tahu sebulan terakhir, rumah kontrakan itu untuk memproduksi cairan pembersih tangan berbahan alkohol. ‘’Kami, para tetangga, tahunya mereka memproduksi hand sanitizer. Warga percaya saja karena mau masuk juga nggak enak,’’ kata Rudy, salah seorang warga yang rumahnya bersebelahan dengan kontrakan itu, Minggu (29/5).

Rudy menyampaikan, warga juga dijanjikan bakal direkrut menjadi pekerja jika usaha industri rumahan itu berjalan lancar beberapa bulan ke depan. Itu yang membuat mereka percaya dan tidak menaruh curiga. ‘’Mereka menempati rumah yang sudah lama kosong. Sekitar Februari lalu mulai ada aktivitas pembangunan pagar dan pembuatan tungku,’’ ungkapnya.

Aktivitas di rumah produksi itu, lanjut Rudy, berlangsung malam hari. Seluruh pekerjanya juga bukan warga setempat. Sepengetahuannya, ada empat orang yang sering terlihat keluar-masuk di lokasi tersebut. ‘’Saya kaget ternyata memproduksi miras,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kadishub: Juru Parkir di Kota Madiun Wajib Santun dan Melayani Pengendara

Kepala Desa (Kades) Sidomulyo Setiyo Margono terkelabui dengan kasus tersebut. Sebab, sebelumnya pelaku meminta izin ke pemerintah desa (pemdes) akan membuka usaha produksi hand sanitizer. Pun tidak ada laporan warga setempat yang curiga atau terganggu. ‘’Kami kecolongan, ternyata ada produksi miras di desa kami,’’ akunya.

Setiyo mengatakan, pelaku juga berkomitmen menyerap tenaga kerja warga setempat. Sehingga, pihaknya mengizinkan mereka membuka usaha. Sebab, dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. ‘’Tapi, praktik di lapangan ternyata memproduksi miras,’’ sesalnya.

Kades menambahkan, pelaku mengontrak rumah warganya itu satu tahun. Namun, di awal-awal tidak ada kegiatan. Hanya membangun pagar seng untuk menutup rapat rumah kontrakan itu. Sehingga aktivitas di dalam rumah tidak diketahui warga setempat. Pun, tidak menimbulkan bau. ‘’Kami mendampingi aparat kepolisian saat masuk rumah itu, ternyata ada produksi miras,’’ bebernya.

Belajar dari kasus ini, Setiyo berjanji bakal lebih selektif menerima pendatang untuk bertempat tinggal di wilayahnya. Pun ketika meminta izin usaha, pihaknya bakal meminta kejelasan jenis usahanya. ‘’Ini untuk bahan evaluasi kami agar ke depan tidak kecolongan lagi. Karena merusak citra desa kami juga,’’ pungkasnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/