alexametrics
24.8 C
Madiun
Monday, July 4, 2022

Pembebasan Lahan Ring Road Timur Dianggarkan Rp 5 Miliar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan pembangunan megaproyek ring road timur (RRT) terus berjalan. Pembebasan lahan dijadwalkan tahun depan. ‘’Pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Rabu (29/9).

Sebelumnya, beberapa tahapan harus dilalui. Seperti menyusun dokumen perencanaan pengadaan tanah hingga sosialisasi. Namun, realisasinya tidak luput dari kondisi lapangan. Kendati demikian, pihaknya optimistis tahapan berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Apalagi beberapa warga di sekitar lokasi yang dilewati RRT menawarkan lahannya. ‘’Tanah milik warga. Kalau aset daerah nggak perlu dibebaskan karena tergantung persetujuan dewan,’’ ujar Suwarno.

Menurut dia, sejauh ini rute RRT tidak ada perubahan. Sesuai hasil feasibility study (FS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pintu masuk di simpang empat PG Rejo Agung, sedangkan pintu keluar di sekitar garasi Perusahaan Otobus (PO) Cendana Jalan Madiun-Ponorogo. ‘’Yang dilewati berapa bidang, juga menyesuaikan hasil FS,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ini Penyebab Populasi Ular di 3 Kecamatan Menyusut hingga Tikus Merajalela

Hasil FS menawarkan dua skema trase jalan. Pertama, banyak yang dilewatkan lahan aset pemerintah. Tujuannya meringankan biaya pembebasan lahan. Skema kedua, tanah pekarangan yang terdapat bangunan direlokasi di aset Pemkot Madiun seluas 31.068 meter persegi.

Saat ini pihaknya fokus merampungkan penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) serta analisis dampak lalu lintas (andalalin). ‘’Saat ini sedang proses, kami target Desember selesai,’’ ujar Suwarno. (kid/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tahapan pembangunan megaproyek ring road timur (RRT) terus berjalan. Pembebasan lahan dijadwalkan tahun depan. ‘’Pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 5 miliar,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suwarno, Rabu (29/9).

Sebelumnya, beberapa tahapan harus dilalui. Seperti menyusun dokumen perencanaan pengadaan tanah hingga sosialisasi. Namun, realisasinya tidak luput dari kondisi lapangan. Kendati demikian, pihaknya optimistis tahapan berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan. Apalagi beberapa warga di sekitar lokasi yang dilewati RRT menawarkan lahannya. ‘’Tanah milik warga. Kalau aset daerah nggak perlu dibebaskan karena tergantung persetujuan dewan,’’ ujar Suwarno.

Menurut dia, sejauh ini rute RRT tidak ada perubahan. Sesuai hasil feasibility study (FS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Pintu masuk di simpang empat PG Rejo Agung, sedangkan pintu keluar di sekitar garasi Perusahaan Otobus (PO) Cendana Jalan Madiun-Ponorogo. ‘’Yang dilewati berapa bidang, juga menyesuaikan hasil FS,’’ tuturnya.

Baca Juga :  510 Personel PLN Madiun Jaga Agar Listrik Tak Padam Saat Ramadan–Lebaran

Hasil FS menawarkan dua skema trase jalan. Pertama, banyak yang dilewatkan lahan aset pemerintah. Tujuannya meringankan biaya pembebasan lahan. Skema kedua, tanah pekarangan yang terdapat bangunan direlokasi di aset Pemkot Madiun seluas 31.068 meter persegi.

Saat ini pihaknya fokus merampungkan penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) serta analisis dampak lalu lintas (andalalin). ‘’Saat ini sedang proses, kami target Desember selesai,’’ ujar Suwarno. (kid/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/