27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Tingkatkan PAD Menjadi Tantangan Pemkot Madiun Tahun Depan

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sisi pendapatan di APBD Kota Madiun 2023 berpotensi tereduksi sekitar Rp 1 miliar. Penyebabnya, dana transfer pusat berkurang. ‘’Sementara kami estimasikan turun. Karena sampai saat ini belum ada pengumuman dari pemerintah pusat,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi usai rapat paripurna penyampaian nota keuangan di DPRD setempat kemarin (28/9).

Maidi mengatakan, komposisi pendapatan daerah didominasi dukungan dana transfer dari pusat. Pada APBD 2023, pemkot memproyeksi pendapatan Rp 1,013 triliun. Dengan komposisi, transfer dari pusat Rp 759 miliar atau 74,93 persen. Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 254 miliar atau 25,07 persen. ‘’Kami berharap dana transfer minimal sama dengan tahun ini (2022, Red). Alhamdulillah kalau naik,’’ ucapnya.

Maidi menyebutkan, poyeksi pendapatan di APBD 2023 Rp 1,013 triliun atau turun sekitar Rp 1 miliar setara 0,11 persen dari anggaran perubahan tahun sebelumnya. Yakni, Rp 1,014 miliar. Itu dipengaruhi transfer pusat yang turun sekitar Rp 12,9 miliar atau minus 1,68 persen dari anggaran perubahan tahun sebelumnya sebesar Rp 772 miliar.

Baca Juga :  Jalan Basuki Rahmat, Kota Madiun Dilebarkan

Di sisi lain, PAD direncanakan Rp 254 miliar. Atau naik sekitar Rp 11,8 miliar setara 4,91 persen dari anggaran perubahan tahun sebelumnya sebesar Rp 244 miliar. ‘’PR (pekerjaan rumah) kami mempertahankan PAD. Bahkan, kalau bisa dapat ditingkatkan,’’ harapnya.

Untuk itu, pemkot bakal meningkatkan fokus pada sektor penopang pendapatan. Maidi optimistis jika melihat pertumbuhan ekonomi yang mengalami tren positif. ‘’Ini menjadi tantangan. Strategi kami, sektor yang menyumbang PAD besar akan dikebut,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, pemkot saat ini tengah melakukan pemetaan sektor yang bergerak positif. Indikator tersebut akan digunakan mengambil langkah atau upaya mendongkrak pendapatan. ‘’Mapping sedang kami lakukan. Sektor mana yang dapat bertahan dan bahkan naik,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sisi pendapatan di APBD Kota Madiun 2023 berpotensi tereduksi sekitar Rp 1 miliar. Penyebabnya, dana transfer pusat berkurang. ‘’Sementara kami estimasikan turun. Karena sampai saat ini belum ada pengumuman dari pemerintah pusat,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi usai rapat paripurna penyampaian nota keuangan di DPRD setempat kemarin (28/9).

Maidi mengatakan, komposisi pendapatan daerah didominasi dukungan dana transfer dari pusat. Pada APBD 2023, pemkot memproyeksi pendapatan Rp 1,013 triliun. Dengan komposisi, transfer dari pusat Rp 759 miliar atau 74,93 persen. Sedangkan pendapatan asli daerah (PAD) Rp 254 miliar atau 25,07 persen. ‘’Kami berharap dana transfer minimal sama dengan tahun ini (2022, Red). Alhamdulillah kalau naik,’’ ucapnya.

Maidi menyebutkan, poyeksi pendapatan di APBD 2023 Rp 1,013 triliun atau turun sekitar Rp 1 miliar setara 0,11 persen dari anggaran perubahan tahun sebelumnya. Yakni, Rp 1,014 miliar. Itu dipengaruhi transfer pusat yang turun sekitar Rp 12,9 miliar atau minus 1,68 persen dari anggaran perubahan tahun sebelumnya sebesar Rp 772 miliar.

Baca Juga :  Penataan Jalan Bogowonto Merambah ke Pasar Kawak

Di sisi lain, PAD direncanakan Rp 254 miliar. Atau naik sekitar Rp 11,8 miliar setara 4,91 persen dari anggaran perubahan tahun sebelumnya sebesar Rp 244 miliar. ‘’PR (pekerjaan rumah) kami mempertahankan PAD. Bahkan, kalau bisa dapat ditingkatkan,’’ harapnya.

Untuk itu, pemkot bakal meningkatkan fokus pada sektor penopang pendapatan. Maidi optimistis jika melihat pertumbuhan ekonomi yang mengalami tren positif. ‘’Ini menjadi tantangan. Strategi kami, sektor yang menyumbang PAD besar akan dikebut,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, pemkot saat ini tengah melakukan pemetaan sektor yang bergerak positif. Indikator tersebut akan digunakan mengambil langkah atau upaya mendongkrak pendapatan. ‘’Mapping sedang kami lakukan. Sektor mana yang dapat bertahan dan bahkan naik,’’ tuturnya. (ggi/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/