alexametrics
27.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Pemberangkatan Jamaah Umrah Dilakukan Terpadu

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan ibadah umrah 1443 H bagi calon jamaah asal Indonesia bakal menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Sejumlah aturan diberlakukan mulai saat keberangkatan, selama di Arab Saudi, hingga saat kembali pulang ke tanah air. ”Saat berangkat sampai pulang, jamaah terjamin sehat, tanpa membawa kasus Covid-19,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir, Minggu (28/11).

Munir mengatakan, keberangkatan calon jamaah umrah asal Indonesia kelak dilakukan secara terpadu. Satu penerbangan diisi penuh oleh calon jamaah. Juga ada pengaturan kuota pemberangkatan per minggu. Selain itu, mereka yang hendak berangkat harus melapor ke Kemenag melalui sistem aplikasi.

Adapun penanganan sebelum berangkat, lanjut Munir, calon jamaah umrah dikonsentrasikan di Asrama Haji Pondok Gede. Sebelumnya, mereka menjalani skrining kesehatan terlebih dahulu. Mencakup pemeriksaan kesehatan dan real time PCR test (RTPCR).

Baca Juga :  Hilang Kendali, Truk Tabrak Pembatas Tol

Selain itu, pemindaian sertifikat vaksin Covid-19 dan clearance (izin) oleh petugas Imigrasi dan KKP di ruang ex VVIP terminal I Bandara Soekarno Hatta. ”Nantinya saat tiba di Arab Saudi QR code akan dicetak di kartu umrah,” beber Munir.

QR code sertifikat vaksin, kata dia, akan dibuka oleh otoritas Arab Saudi. Pun, selama di sana calon jamaah umrah wajib mengikuti prokes sesuai regulasi pemerintah setempat. ‘’Saat kepulangan, lebih dulu di-RTPCR. Kemudian, saat sampai di Indonesia di-RTPCR lagi oleh satgas Covid-19 bandara setempat. Setelah itu, dikarantina sesuai ketentuan,” tuturnya. (irs/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Pelaksanaan ibadah umrah 1443 H bagi calon jamaah asal Indonesia bakal menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Sejumlah aturan diberlakukan mulai saat keberangkatan, selama di Arab Saudi, hingga saat kembali pulang ke tanah air. ”Saat berangkat sampai pulang, jamaah terjamin sehat, tanpa membawa kasus Covid-19,’’ kata Kepala Kantor Kemenag Kota Madiun Ahmad Munir, Minggu (28/11).

Munir mengatakan, keberangkatan calon jamaah umrah asal Indonesia kelak dilakukan secara terpadu. Satu penerbangan diisi penuh oleh calon jamaah. Juga ada pengaturan kuota pemberangkatan per minggu. Selain itu, mereka yang hendak berangkat harus melapor ke Kemenag melalui sistem aplikasi.

Adapun penanganan sebelum berangkat, lanjut Munir, calon jamaah umrah dikonsentrasikan di Asrama Haji Pondok Gede. Sebelumnya, mereka menjalani skrining kesehatan terlebih dahulu. Mencakup pemeriksaan kesehatan dan real time PCR test (RTPCR).

Baca Juga :  Ulang Tahun ke-1.059 Mak Zu Thian Shang Sheng Mu

Selain itu, pemindaian sertifikat vaksin Covid-19 dan clearance (izin) oleh petugas Imigrasi dan KKP di ruang ex VVIP terminal I Bandara Soekarno Hatta. ”Nantinya saat tiba di Arab Saudi QR code akan dicetak di kartu umrah,” beber Munir.

QR code sertifikat vaksin, kata dia, akan dibuka oleh otoritas Arab Saudi. Pun, selama di sana calon jamaah umrah wajib mengikuti prokes sesuai regulasi pemerintah setempat. ‘’Saat kepulangan, lebih dulu di-RTPCR. Kemudian, saat sampai di Indonesia di-RTPCR lagi oleh satgas Covid-19 bandara setempat. Setelah itu, dikarantina sesuai ketentuan,” tuturnya. (irs/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/