alexametrics
23.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Kelompok Pengabdian Prodi Farmasi FIKS Unipma Buat Obat Herbal DBD

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Madiun belakangan mewabah saat masuk musim penghujan. Bahkan, selama 2021 dinas kesehatan setempat mencatat lebih dari 50 kasus DBD. Sebagai antisipasi makin merebaknya kasus akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu pencegahan dan penanggulangan DBD didengungkan.

Seperti yang dilakukan oleh Puri Ratna Kartini dkk dari Universitas PGRI Madiun (Unipma). Mereka membuat lotion-spray anti nyamuk, obat herbal DBD dan ovitrap bagi ibu-ibu majelis taklim An Nisa di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Ketua Kelompok Pengabdian MBKM Program Studi Farmasi FIKS Unipma Puri Ratna Kartini mengatakan, kegiatan ini dilakukan pada 26–27 Desember lalu. Selain membuat lotion, spray anti nyamuk, obat herbal dan ovitrap, pihaknya juga menggelar sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan DBD. ‘’Materi pelatihan dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat pencegahan DBD, terutama dalam memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada,’’ katanya, Rabu (29/12).

Baca Juga :  Vaksinasi Anak Sasar Siswa TK di Kota Madiun, 90 Persen Orang Tua Beri Izin

Dari laporan akhir Puri dkk, ada sejumlah tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk dan obat herbal maupun lotion. Seperti lavender, geranium, zodia, serai wangi, rosemary, nilam, serta mimba. Cara untuk memanfaatkan tanaman-tanaman tersebut dapat dilakukan dengan merangkai bunga, daun atau tangkai sebagai hiasan.

Selain itu, warga juga dilatih membuat herbal obat DBD dan ovitrap. Misalnya dengan memanfaatkan kunyit, temu ireng, meniran, daun papaya, dan daun jambu biji. Bahan-bahan itu dapat diolah menjadi herbal DBD yang dapat menjaga kadar trombosit. (her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Madiun belakangan mewabah saat masuk musim penghujan. Bahkan, selama 2021 dinas kesehatan setempat mencatat lebih dari 50 kasus DBD. Sebagai antisipasi makin merebaknya kasus akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu pencegahan dan penanggulangan DBD didengungkan.

Seperti yang dilakukan oleh Puri Ratna Kartini dkk dari Universitas PGRI Madiun (Unipma). Mereka membuat lotion-spray anti nyamuk, obat herbal DBD dan ovitrap bagi ibu-ibu majelis taklim An Nisa di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

Ketua Kelompok Pengabdian MBKM Program Studi Farmasi FIKS Unipma Puri Ratna Kartini mengatakan, kegiatan ini dilakukan pada 26–27 Desember lalu. Selain membuat lotion, spray anti nyamuk, obat herbal dan ovitrap, pihaknya juga menggelar sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan DBD. ‘’Materi pelatihan dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat pencegahan DBD, terutama dalam memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada,’’ katanya, Rabu (29/12).

Baca Juga :  Bangun GOR Ciliwung, Sedot APBD Rp 900 Juta

Dari laporan akhir Puri dkk, ada sejumlah tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk dan obat herbal maupun lotion. Seperti lavender, geranium, zodia, serai wangi, rosemary, nilam, serta mimba. Cara untuk memanfaatkan tanaman-tanaman tersebut dapat dilakukan dengan merangkai bunga, daun atau tangkai sebagai hiasan.

Selain itu, warga juga dilatih membuat herbal obat DBD dan ovitrap. Misalnya dengan memanfaatkan kunyit, temu ireng, meniran, daun papaya, dan daun jambu biji. Bahan-bahan itu dapat diolah menjadi herbal DBD yang dapat menjaga kadar trombosit. (her)

Most Read

Artikel Terbaru

/