alexametrics
30.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Kasatpel Terminal Madiun: Puncak Arus Mudik Diprediksi Hari Ini

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak lima hari lalu jumlah penumpang di Terminal Bus Purbaya Kota Madiun naik signifikan meski masih jauh dari prediksi. Per Rabu (27/4) jumlahnya mencapai 7.578 orang dari sebelumnya 5.000 penumpang. ‘’Kami memprediksi besok (hari ini, Red) puncak mudik,’’ kata Suyatno, kepala terminal setempat, Sabtu (30/4).

Menurut dia, jumlah penumpang saat ini masih jauh dari prediksi. Sebab, puncak mudik Lebaran 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 mencapai 15 ribu penumpang. Sedangkan sebelum puncak mudik saat itu berkisar 10 ribu penumpang. Kendati begitu, tetap signifikan jika dibandingkan dua momen Lebaran terakhir. ‘’Jumlahnya jauh lebih banyak kalau dibandingkan penumpang saat pandemi,’’ ujarnya.

Prediksi yang cenderung meleset itu, lanjut Suyatno, karena banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi lainnya. Selain itu, banyak yang belum bisa mudik karena pekerjaan atau masih khawatir status pandemi yang belum dicabut. ‘’Nanti setelah 1 Mei atau H-1 Lebaran, jumlah penumpang akan turun lagi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Fortuner Tabrak Tronton di Tol, Tiga Tewas

Kenaikan jumlah penumpang kali ini juga disokong program mudik gratis. Total ada 17 armada pengangkut pemudik gratis dari program berbagai macam instansi. Antara lain, dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Jasa Raharja. ‘’Selain dari Jakarta, juga ada dari Malang dan Surabaya,’’ ungkapnya.

Armada paling banyak adalah trayek antarkota antarprovinsi (AKAP). Mayoritas dari Jakarta. Namun, sampai saat ini belum ada informasi terkait penambahan armada. Perusahaan otobus (PO) masih mengoperasikan armada reguler. ‘’Tambahan armada hanya dari program mudik gratis,’’ tuturnya. (mg7/c1/sat)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Sejak lima hari lalu jumlah penumpang di Terminal Bus Purbaya Kota Madiun naik signifikan meski masih jauh dari prediksi. Per Rabu (27/4) jumlahnya mencapai 7.578 orang dari sebelumnya 5.000 penumpang. ‘’Kami memprediksi besok (hari ini, Red) puncak mudik,’’ kata Suyatno, kepala terminal setempat, Sabtu (30/4).

Menurut dia, jumlah penumpang saat ini masih jauh dari prediksi. Sebab, puncak mudik Lebaran 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 mencapai 15 ribu penumpang. Sedangkan sebelum puncak mudik saat itu berkisar 10 ribu penumpang. Kendati begitu, tetap signifikan jika dibandingkan dua momen Lebaran terakhir. ‘’Jumlahnya jauh lebih banyak kalau dibandingkan penumpang saat pandemi,’’ ujarnya.

Prediksi yang cenderung meleset itu, lanjut Suyatno, karena banyak pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun moda transportasi lainnya. Selain itu, banyak yang belum bisa mudik karena pekerjaan atau masih khawatir status pandemi yang belum dicabut. ‘’Nanti setelah 1 Mei atau H-1 Lebaran, jumlah penumpang akan turun lagi,’’ terangnya.

Baca Juga :  Bernadeta Salwa Menangi Kompetisi Nyanyi Internasional lewat Mengejar Matahari

Kenaikan jumlah penumpang kali ini juga disokong program mudik gratis. Total ada 17 armada pengangkut pemudik gratis dari program berbagai macam instansi. Antara lain, dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT Jasa Raharja. ‘’Selain dari Jakarta, juga ada dari Malang dan Surabaya,’’ ungkapnya.

Armada paling banyak adalah trayek antarkota antarprovinsi (AKAP). Mayoritas dari Jakarta. Namun, sampai saat ini belum ada informasi terkait penambahan armada. Perusahaan otobus (PO) masih mengoperasikan armada reguler. ‘’Tambahan armada hanya dari program mudik gratis,’’ tuturnya. (mg7/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/