alexametrics
24.1 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

BP2MI Pasrah ke Polisi, Penyelesaian Kasus Siti yang Dianiaya Majikan di Malaysia

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus Siti Sulikah, pekerja migran Indonesia (PMI) korban penganiayaan majikan di luar negeri, ternyata belum selesai. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kantor Madiun angkat tangan. Alasannya, status PMI yang disandang Siti ilegal. ‘’Kami punya data PMI prosedural, dan nama Siti Sulikah tidak ada,’’ kata Koordinator BP2MI Kantor Madiun Bagus Suseto, Jumat (30/7).

Seto, sapaan Bagus Suseto, mengungkapkan, data PMI legal terhimpun dalam sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (Sisko-TKLN). Di website tersebut dapat dicari nama-nama PMI legal di luar negeri. Namun, dia memastikan nama Siti Sulikah tidak ditemukan. ‘’Kalau nama tidak ditemukan di Sisko-TKLN, itu berarti non prosedural,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran KAI Benahi Rel

Sebelumnya, Siti Sulikah dengan gamblang menceritakan pengalamannya kerja di Malaysia. Yakni, sebagai asisten rumah tangga. Perempuan asal Desa Nglanduk, Wungu, itu mendapat perlakuan tak manusiawi selama 1,5 tahun dari majikan. Baik kekerasan fisik maupun verbal.

Pun, saat pulang bersama PMI lain asal Kabupaten Madiun dengan prosedur Covid-19 akhir Mei lalu, Siti sama sekali tidak membawa duit alias tak digaji selama bekerja. ‘’Sesuai skema legal, Siti yang ikut majikan perseorangan atau rumah tangga (bukan ke perusahaan, Red) seharusnya wajib berangkat dari P3MI (perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia),’’ jelas Seto. (den/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus Siti Sulikah, pekerja migran Indonesia (PMI) korban penganiayaan majikan di luar negeri, ternyata belum selesai. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kantor Madiun angkat tangan. Alasannya, status PMI yang disandang Siti ilegal. ‘’Kami punya data PMI prosedural, dan nama Siti Sulikah tidak ada,’’ kata Koordinator BP2MI Kantor Madiun Bagus Suseto, Jumat (30/7).

Seto, sapaan Bagus Suseto, mengungkapkan, data PMI legal terhimpun dalam sistem komputerisasi tenaga kerja luar negeri (Sisko-TKLN). Di website tersebut dapat dicari nama-nama PMI legal di luar negeri. Namun, dia memastikan nama Siti Sulikah tidak ditemukan. ‘’Kalau nama tidak ditemukan di Sisko-TKLN, itu berarti non prosedural,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Reses, Winarko Serap Aspirasi dan Bagi Migor ke Warga

Sebelumnya, Siti Sulikah dengan gamblang menceritakan pengalamannya kerja di Malaysia. Yakni, sebagai asisten rumah tangga. Perempuan asal Desa Nglanduk, Wungu, itu mendapat perlakuan tak manusiawi selama 1,5 tahun dari majikan. Baik kekerasan fisik maupun verbal.

Pun, saat pulang bersama PMI lain asal Kabupaten Madiun dengan prosedur Covid-19 akhir Mei lalu, Siti sama sekali tidak membawa duit alias tak digaji selama bekerja. ‘’Sesuai skema legal, Siti yang ikut majikan perseorangan atau rumah tangga (bukan ke perusahaan, Red) seharusnya wajib berangkat dari P3MI (perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia),’’ jelas Seto. (den/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/