alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Usung Branding Kampung Pesilat, Alifia Dkk Sabet Juara I Pimnas

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Setelah mendapat instruksi dari juri, Alifia Dian Novitasari bergegas memberikan kode kepada salah seorang anggotanya untuk mempresentasikan gagasan tentang strategi efektif dalam branding Kampung Pesilat. Usai presentasi selama 10 menit, acara memasuki sesi tanya jawab.

Sekitar 15 menit Alifia dan timnya bahu-membahu menjawab pertanyaan yang dilontarkan juri. Wajah mereka yang semula tampak tegang berubah mencair setelah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Suasana itu terlihat saat Alifia dan timnya melakukan presentasi secara online seputar branding Kampung Pesilat melalui media poster dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-34 akhir Oktober lalu. Tak disangka, Alifia dkk berhasil menyabet juara I ajang bergengsi tersebut. ‘’Pastinya bangga bisa juara,’’ ujarnya.

Alifia sengaja mengangkat isu branding Kampung Pesilat lantaran selama ini upaya tersebut dinilai kurang maksimal. ‘’Kebetulan prodi saya perencanaan wilayah kota. Jadi, lebih mudah mengeksplorasi ide yang kami usung,’’ papar mahasiswa ITS asal Desa Dimong, Kecamatan/Kabupaten Madiun, itu.

Sebelum menetapkan ide tersebut, gadis 22 tahun itu bersama timnya melakukan survei lapangan. Hasilnya, branding Kampung Pesilat sejauh ini sebatas menyasar lingkungan pemerintahan, pembangunan pendapa, simbol, serta acara festival dan kerajinan batik.

Baca Juga :  Terdampak Banjir, Fondasi Jembatan Kertosari-Bajulan Keropos

Kemudian, Alifia dkk mewawancarai sejumlah stakeholder. Mereka juga melahap tidak kurang dari 180 jurnal nasional maupun internasional serta membaca berita berbagai media sebagai referensi. ‘’Butuh waktu sekitar empat bulan untuk menemukan strategi yang siap kami tawarkan,’’ ungkapnya.

Setelah melalui serangkaian proses, Alifia dan timnya menemukan 10 strategi yang dinilai dapat mengangkat Kampung Pesilat sebagai branding Kabupaten Madiun. Di antaranya, peningkatan subsektor ekonomi kreatif yang berkaitan dengan Kampung Pesilat, penguatan regulasi, serta pengembangan dan peningkatan infrastruktur yang mendukung branding.

Ada pula strategi penggunaan busana batik motif pencak silat dan pemanfaatan media promosi berbasis digital untuk pengembangan. Salah satu implementasinya bisa berupa event melibatkan pesilat dari berbagai perguruan yang ada di Kabupaten Madiun. ’’Mudah-mudahan diadaptasi oleh pemkab. Kami juga siap membantu jika dibutuhkan,’’ tuturnya. (tr1/isd/c1/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Setelah mendapat instruksi dari juri, Alifia Dian Novitasari bergegas memberikan kode kepada salah seorang anggotanya untuk mempresentasikan gagasan tentang strategi efektif dalam branding Kampung Pesilat. Usai presentasi selama 10 menit, acara memasuki sesi tanya jawab.

Sekitar 15 menit Alifia dan timnya bahu-membahu menjawab pertanyaan yang dilontarkan juri. Wajah mereka yang semula tampak tegang berubah mencair setelah berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik.

Suasana itu terlihat saat Alifia dan timnya melakukan presentasi secara online seputar branding Kampung Pesilat melalui media poster dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-34 akhir Oktober lalu. Tak disangka, Alifia dkk berhasil menyabet juara I ajang bergengsi tersebut. ‘’Pastinya bangga bisa juara,’’ ujarnya.

Alifia sengaja mengangkat isu branding Kampung Pesilat lantaran selama ini upaya tersebut dinilai kurang maksimal. ‘’Kebetulan prodi saya perencanaan wilayah kota. Jadi, lebih mudah mengeksplorasi ide yang kami usung,’’ papar mahasiswa ITS asal Desa Dimong, Kecamatan/Kabupaten Madiun, itu.

Sebelum menetapkan ide tersebut, gadis 22 tahun itu bersama timnya melakukan survei lapangan. Hasilnya, branding Kampung Pesilat sejauh ini sebatas menyasar lingkungan pemerintahan, pembangunan pendapa, simbol, serta acara festival dan kerajinan batik.

Baca Juga :  Digitalisasi Pelayanan Puskesmas, Dinkes Kota Madiun Luncurkan Aplikasi SIST-BrO

Kemudian, Alifia dkk mewawancarai sejumlah stakeholder. Mereka juga melahap tidak kurang dari 180 jurnal nasional maupun internasional serta membaca berita berbagai media sebagai referensi. ‘’Butuh waktu sekitar empat bulan untuk menemukan strategi yang siap kami tawarkan,’’ ungkapnya.

Setelah melalui serangkaian proses, Alifia dan timnya menemukan 10 strategi yang dinilai dapat mengangkat Kampung Pesilat sebagai branding Kabupaten Madiun. Di antaranya, peningkatan subsektor ekonomi kreatif yang berkaitan dengan Kampung Pesilat, penguatan regulasi, serta pengembangan dan peningkatan infrastruktur yang mendukung branding.

Ada pula strategi penggunaan busana batik motif pencak silat dan pemanfaatan media promosi berbasis digital untuk pengembangan. Salah satu implementasinya bisa berupa event melibatkan pesilat dari berbagai perguruan yang ada di Kabupaten Madiun. ’’Mudah-mudahan diadaptasi oleh pemkab. Kami juga siap membantu jika dibutuhkan,’’ tuturnya. (tr1/isd/c1/her)

Most Read

Artikel Terbaru