alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

STOK DARAH: Cari Tambahan untuk Lebaran

MADIUN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Madiun harus giat turun lapangan untuk mencukupi kebutuhan stok darah saat Ramadan. Sebab, jumlah pendonor aktif unit transfusi darah (UTD) setempat berkurang dalam tiga pekan ini. Bila hari normal rata-rata ada 20 orang yang mentransfusikan darahnya, kini hanya 15 orang. ‘’Kami mencari tambahan di luar yang datang ke kantor,’’ kata Kabid Pelayanan Donor PMI Kabupaten Madiun Dony Dwi Setiawan.

Berkurangnya pendonor karena merasa transfusi darah saat puasa menyebabkan badan lemas. PMI meresponsnya dengan jemput bola dengan menggalang darah pada malam usai salat tarawih. Lembaga itu sudah menjadwal desa mana saja yang bakal dikunjungi sebagai lokasi buka layanan. Dalam sekali penggalangan, ada 20 hingga 40 pendonor. ‘’Kami bisa mencukupi stok meski ada penurunan pendonor aktif dengan jemput bola,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan Produktivitas Padi, Airlangga Dukung Konsep Millennial Smart Farming

Dony menyebut, stok darah di tempatnya juga aman hingga Lebaran nanti. Terhitung Senin lalu (27/5), ada 446 kantong darah yang tersimpan. Karena dalam sehari rata-rata ada 15 kantong darah keluar, stok yang tersimpan lebih dari cukup memenuhi permintaan saat Lebaran. Bahkan diyakini hingga sepekan setelahnya. ‘’Tergantung fluktuatifnya permintaan dan melihat usia darah,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Kendati demkian, PMI terus melakukan penambahan stok darah mengantisipasi adanya lonjakan permintaan. Sebab, selain rutin menyalurkan ke RSUD Caruban dan Dolopo, permintaan juga datang dari rumah sakit di Magetan dan Ngawi. ‘’Permintaan bisa meningkat bila penderita demam berdarah tinggi atau ada penyakit lainnya,’’ ujarnya. (fat/cor)

MADIUN – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Madiun harus giat turun lapangan untuk mencukupi kebutuhan stok darah saat Ramadan. Sebab, jumlah pendonor aktif unit transfusi darah (UTD) setempat berkurang dalam tiga pekan ini. Bila hari normal rata-rata ada 20 orang yang mentransfusikan darahnya, kini hanya 15 orang. ‘’Kami mencari tambahan di luar yang datang ke kantor,’’ kata Kabid Pelayanan Donor PMI Kabupaten Madiun Dony Dwi Setiawan.

Berkurangnya pendonor karena merasa transfusi darah saat puasa menyebabkan badan lemas. PMI meresponsnya dengan jemput bola dengan menggalang darah pada malam usai salat tarawih. Lembaga itu sudah menjadwal desa mana saja yang bakal dikunjungi sebagai lokasi buka layanan. Dalam sekali penggalangan, ada 20 hingga 40 pendonor. ‘’Kami bisa mencukupi stok meski ada penurunan pendonor aktif dengan jemput bola,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tantang Bawaslu, Sengaja Pasang APK di Jalan Protokol

Dony menyebut, stok darah di tempatnya juga aman hingga Lebaran nanti. Terhitung Senin lalu (27/5), ada 446 kantong darah yang tersimpan. Karena dalam sehari rata-rata ada 15 kantong darah keluar, stok yang tersimpan lebih dari cukup memenuhi permintaan saat Lebaran. Bahkan diyakini hingga sepekan setelahnya. ‘’Tergantung fluktuatifnya permintaan dan melihat usia darah,’’ ucapnya kepada Radar Caruban.

Kendati demkian, PMI terus melakukan penambahan stok darah mengantisipasi adanya lonjakan permintaan. Sebab, selain rutin menyalurkan ke RSUD Caruban dan Dolopo, permintaan juga datang dari rumah sakit di Magetan dan Ngawi. ‘’Permintaan bisa meningkat bila penderita demam berdarah tinggi atau ada penyakit lainnya,’’ ujarnya. (fat/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/