alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Dispendukcapil Kota Madiun Gandeng PKK Percepat Penerbitan Dokumen Adminduk

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Percepatan penerbitan dokumen kependudukan serta pencatatan sipil di Kota Madiun melibatkan lintas sektor. Salah satunya dengan tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK). Para anggota PKK kelurahan dilibatkan berperan aktif menyukseskan program tentang administrasi kependudukan (adminduk).

Mulai dari perekaman e-KTP, pengurusan kartu keluarga (KK) , kartu identitas anak (KIA), akta kelahiran, hingga akta kematian. ‘’Minimal mereka (anggota PKK, Red) memberikan informasi kepada kami apabila ada warga yang belum atau mau mengurus dokumen kependudukan,’’ kata Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Agus Triono kemarin (30/5).

Selain itu, anggota PKK diminta membantu menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan. ‘’Agar masyarakat paham bahwa mengurus dokumen kependudukan itu sangat mudah,’’ terang Agus usai menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil di Lapak UMKM Bumi Semendung dan Demangan.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi berharap dispendukcapil tidak terlena dengan capaian selama ini. Sebaliknya, dia mendorong ada inovasi untuk percepatan pelayanan adminduk. Mengingat pertambahan penduduk bersifat dinamis.

ADMINDUK: Wali Kota Maidi bersama dengan Kepala Dispendukcapil Agus Triono memberikan pengarahaan kepada anggota PKK di Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen kemarin (30/5).

Dia meminta dispendukcapil tetap meningkatkan cakupan perekaman identitas penduduk, khususnya anak sekolah menjelang usia 17 tahun. ‘’Jumlah kita tambah berapa, kurang berapa, bayi baru lahir berapa, yang sedang sekolah dan yang tua berapa. Program pembangunan itu lihatnya dari situ, mereka yang menjadi skala prioritas,’’ sebut Maidi.

Baca Juga :  Santoso, Mantan Wartawan Jawa Pos yang Melejitkan Tokoh Bondet di Era 1990-an

Menurut Maidi, data kependudukan penting sebagai bahan dan dasar untuk mengambil kebijakan. Misalnya, proses pembayaran klaim jaminan kesehatan ke BPJS Kesehatan. Karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sempat menemukan kelebihan bayar dalam proses tersebut lantaran ada penduduk yang sudah meninggal tapi masih tercatat. ‘’Nah, itu pentingnya data kependudukan yang harus valid, tidak boleh asal-asalan,’’ tegas Maidi.

Sejumlah inovasi tengah digalakkan dispendukcapil dalam hal pengurusan dokumen kependudukan. Sehingga, memudahkan masyarakat memperoleh hak konstitusional sebagai warga negara. ‘’Di tingkat nasional pencapaian kita sudah cukup bagus, ini harus terus ditingkatkan,’’ pintanya.

Rakor lintas sektoral percepatan penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil itu digelar dispendukcapil di tiga kecamatan. Selain di Kartoharjo dan Taman, rakor bakal digelar di Lapas Pesona, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, hari ini (31/5). (her/c1/sat/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Percepatan penerbitan dokumen kependudukan serta pencatatan sipil di Kota Madiun melibatkan lintas sektor. Salah satunya dengan tim penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (TP PKK). Para anggota PKK kelurahan dilibatkan berperan aktif menyukseskan program tentang administrasi kependudukan (adminduk).

Mulai dari perekaman e-KTP, pengurusan kartu keluarga (KK) , kartu identitas anak (KIA), akta kelahiran, hingga akta kematian. ‘’Minimal mereka (anggota PKK, Red) memberikan informasi kepada kami apabila ada warga yang belum atau mau mengurus dokumen kependudukan,’’ kata Kepala Dispendukcapil Kota Madiun Agus Triono kemarin (30/5).

Selain itu, anggota PKK diminta membantu menyosialisasikan kepada masyarakat pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan. ‘’Agar masyarakat paham bahwa mengurus dokumen kependudukan itu sangat mudah,’’ terang Agus usai menggelar rapat koordinasi (rakor) percepatan penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil di Lapak UMKM Bumi Semendung dan Demangan.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi berharap dispendukcapil tidak terlena dengan capaian selama ini. Sebaliknya, dia mendorong ada inovasi untuk percepatan pelayanan adminduk. Mengingat pertambahan penduduk bersifat dinamis.

ADMINDUK: Wali Kota Maidi bersama dengan Kepala Dispendukcapil Agus Triono memberikan pengarahaan kepada anggota PKK di Lapak Bumi Semendung, Kelurahan Klegen kemarin (30/5).

Dia meminta dispendukcapil tetap meningkatkan cakupan perekaman identitas penduduk, khususnya anak sekolah menjelang usia 17 tahun. ‘’Jumlah kita tambah berapa, kurang berapa, bayi baru lahir berapa, yang sedang sekolah dan yang tua berapa. Program pembangunan itu lihatnya dari situ, mereka yang menjadi skala prioritas,’’ sebut Maidi.

Baca Juga :  Santoso, Mantan Wartawan Jawa Pos yang Melejitkan Tokoh Bondet di Era 1990-an

Menurut Maidi, data kependudukan penting sebagai bahan dan dasar untuk mengambil kebijakan. Misalnya, proses pembayaran klaim jaminan kesehatan ke BPJS Kesehatan. Karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sempat menemukan kelebihan bayar dalam proses tersebut lantaran ada penduduk yang sudah meninggal tapi masih tercatat. ‘’Nah, itu pentingnya data kependudukan yang harus valid, tidak boleh asal-asalan,’’ tegas Maidi.

Sejumlah inovasi tengah digalakkan dispendukcapil dalam hal pengurusan dokumen kependudukan. Sehingga, memudahkan masyarakat memperoleh hak konstitusional sebagai warga negara. ‘’Di tingkat nasional pencapaian kita sudah cukup bagus, ini harus terus ditingkatkan,’’ pintanya.

Rakor lintas sektoral percepatan penerbitan dokumen kependudukan dan pencatatan sipil itu digelar dispendukcapil di tiga kecamatan. Selain di Kartoharjo dan Taman, rakor bakal digelar di Lapas Pesona, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, hari ini (31/5). (her/c1/sat/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/