alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Warsito Tinggalkan Puluhan Peluru dan Senjata Api

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – 61 peluru dan dua senjata api (senpi) diamankan dari rumah almarhum Warsito Adi, 49, di RT 12, RW 04, Kelurahan Demangan, Taman. Penemuan di rumah nomor 11 itu bermula saat Basuki, 58, kakak Almarhum Yudi (panggilan Warsito Adi), membersihkan rumah adiknya.

Puluhan peluru dan senpi ditemukan di bungkusan plastik hitam di tong sampah. Karena takut, dia melaporkan penemuan tersebut ke ketua RW. ‘’Sebelumnya saya tidak tahu kalau adik saya mempunyai senjata api dan pelurunya,’’ kata Basuki.

Heri Sutopo, ketua RW setempat, yang berinisiatif langsung melaporkan ke pihak kepolisian karena khawatir adanya bahan ledakan di dalam pipa terpendam di bawah rumah. Setelah diperiksa tim Gegana dari Korps Brimob ternyata isinya hanya spidol. ‘’Tadi hanya ditemukan 55 peluru tajam dan enam peluru tembak beserta dua senjata api,” terang Heri.

Baca Juga :  Bocah Korban Penyiraman Air Keras Menanti Operasi Ke-15

Diketahui, almarhum pemilik senjata itu meninggal Rabu pekan lalu (18/12). Almarhum yang kesehariannya tukang servis elektronik itu dikenal jarang keluar rumah kecuali ada kepentingan. Menurut penuturan warga setempat, pria yang masih bujangan itu sering dikunjungi temannya dari luar daerah. ‘’Teman-temannya justru tidak dari lingkungan sekitar sini,’’ imbuhnya. (mg3/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – 61 peluru dan dua senjata api (senpi) diamankan dari rumah almarhum Warsito Adi, 49, di RT 12, RW 04, Kelurahan Demangan, Taman. Penemuan di rumah nomor 11 itu bermula saat Basuki, 58, kakak Almarhum Yudi (panggilan Warsito Adi), membersihkan rumah adiknya.

Puluhan peluru dan senpi ditemukan di bungkusan plastik hitam di tong sampah. Karena takut, dia melaporkan penemuan tersebut ke ketua RW. ‘’Sebelumnya saya tidak tahu kalau adik saya mempunyai senjata api dan pelurunya,’’ kata Basuki.

Heri Sutopo, ketua RW setempat, yang berinisiatif langsung melaporkan ke pihak kepolisian karena khawatir adanya bahan ledakan di dalam pipa terpendam di bawah rumah. Setelah diperiksa tim Gegana dari Korps Brimob ternyata isinya hanya spidol. ‘’Tadi hanya ditemukan 55 peluru tajam dan enam peluru tembak beserta dua senjata api,” terang Heri.

Baca Juga :  Komunitas MSA Populerkan Musik Metal, Sisipi Perform Budaya Lokal

Diketahui, almarhum pemilik senjata itu meninggal Rabu pekan lalu (18/12). Almarhum yang kesehariannya tukang servis elektronik itu dikenal jarang keluar rumah kecuali ada kepentingan. Menurut penuturan warga setempat, pria yang masih bujangan itu sering dikunjungi temannya dari luar daerah. ‘’Teman-temannya justru tidak dari lingkungan sekitar sini,’’ imbuhnya. (mg3/c1/fin)

Most Read

Artikel Terbaru

/