alexametrics
30.2 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Wali Kota Madiun Antar Cucu Pertama Vaksin

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Madiun terus digenjot. Pemkot mengklaim progres penyuntikan vaksin dengan sasaran kelompok umur tersebut saat ini sudah hampir 40 persen untuk dosis pertama dari target 15.657 yang ditetapkan pemerintah pusat.

Maidi menjamin ketersediaan vaksin Sinovac untuk sasaran anak cukup. Pun, dia menargetkan Januari tahun depan vaksinasi anak usia 6-11 tahun untuk dosis pertama tuntas. ‘’Sehingga kekebalan kelompok segera terbentuk. Paling tidak aman, anak-anak jadi percaya diri,’’ ujar Maidi, Jumat (31/12).

Tuntasnya vaksinasi anak, lanjut Maidi, turut menjadi tolok ukur menentukan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM). Menurutnya, tidak menutup kemungkinan PTM dapat digelar 100 persen dengan catatan siswa menjalani rapid test antigen. ‘’Asal dinyatakan antigen lolos, ya sudah, (PTM) bisa 100 persen,’’ katanya.

Sementara, siswa kelompok usia tersebut yang belum tervaksin masih menantikan masa bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). Mereka dijadwalkan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 awal Januari 2022 mendatang. Sebab, harus menunggu empat minggu pasca penyuntikan imunisasi BIAS.

Baca Juga :  Tanaman Hias RTH Kabupaten Madiun Kerap Dicuri Orang

Saat di gerai vaksin Sumber Wangi kemarin, Maidi tidak sendiri. Dia datang bersama keluarga mengantar cucu pertamanya, Arsya Nendra Abhirama, divaksin antikorona. Arsya turut didampingi ayah dan ibunya, Hendra Saktiawan-Suliyati Dwi Safitri. ‘’Baru mau masuk kelas I, umur sudah cukup,’’ kata Maidi.

Maidi mengungkapkan, Arsya sedikit mengalami trauma dengan jarum suntik. Itu tidak terlepas dari momen ketika cucu kesayangannya tersebut terkonfirmasi Covid-19. ‘’Cukup takut memang. Waktu kena Covid-19 diinfus lama,’’ ungkapnya.

Maidi menyebut, pemberian vaksin pada anak susah-susah gampang. Berbagai trik harus dilakukan agar si anak tidak nervous. Mulai memberikan hiburan, mengalihkan perhatian, hingga pendampingan orang-orang terdekat. ‘’Diantar kakek-nenek dan teman sebaya,’’ ujarnya sembari mengimbau warga yang belum vaksin agar segera mengakses fasilitas vaksinasi yang disediakan. (kid/c1/isd/her)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kota Madiun terus digenjot. Pemkot mengklaim progres penyuntikan vaksin dengan sasaran kelompok umur tersebut saat ini sudah hampir 40 persen untuk dosis pertama dari target 15.657 yang ditetapkan pemerintah pusat.

Maidi menjamin ketersediaan vaksin Sinovac untuk sasaran anak cukup. Pun, dia menargetkan Januari tahun depan vaksinasi anak usia 6-11 tahun untuk dosis pertama tuntas. ‘’Sehingga kekebalan kelompok segera terbentuk. Paling tidak aman, anak-anak jadi percaya diri,’’ ujar Maidi, Jumat (31/12).

Tuntasnya vaksinasi anak, lanjut Maidi, turut menjadi tolok ukur menentukan kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM). Menurutnya, tidak menutup kemungkinan PTM dapat digelar 100 persen dengan catatan siswa menjalani rapid test antigen. ‘’Asal dinyatakan antigen lolos, ya sudah, (PTM) bisa 100 persen,’’ katanya.

Sementara, siswa kelompok usia tersebut yang belum tervaksin masih menantikan masa bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). Mereka dijadwalkan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 awal Januari 2022 mendatang. Sebab, harus menunggu empat minggu pasca penyuntikan imunisasi BIAS.

Baca Juga :  Genjot Pendapatan lewat Tapping Box

Saat di gerai vaksin Sumber Wangi kemarin, Maidi tidak sendiri. Dia datang bersama keluarga mengantar cucu pertamanya, Arsya Nendra Abhirama, divaksin antikorona. Arsya turut didampingi ayah dan ibunya, Hendra Saktiawan-Suliyati Dwi Safitri. ‘’Baru mau masuk kelas I, umur sudah cukup,’’ kata Maidi.

Maidi mengungkapkan, Arsya sedikit mengalami trauma dengan jarum suntik. Itu tidak terlepas dari momen ketika cucu kesayangannya tersebut terkonfirmasi Covid-19. ‘’Cukup takut memang. Waktu kena Covid-19 diinfus lama,’’ ungkapnya.

Maidi menyebut, pemberian vaksin pada anak susah-susah gampang. Berbagai trik harus dilakukan agar si anak tidak nervous. Mulai memberikan hiburan, mengalihkan perhatian, hingga pendampingan orang-orang terdekat. ‘’Diantar kakek-nenek dan teman sebaya,’’ ujarnya sembari mengimbau warga yang belum vaksin agar segera mengakses fasilitas vaksinasi yang disediakan. (kid/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/