alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Banyak Pelonggaran Saat Ramadan, Bupati Magetan Ingatkan Patuh Aturan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Umat muslim menyambut Ramadan 1443 H dengan penuh sukacita. Seiring mulai dilonggarkannya sektor peribadahan di tahun kedua pandemi Covid-19. Kendati lebih longgar, warga harus tetap waspada karena virus korona masih ada. ‘’Tetap disiplin protokol kesehatan,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto, Jumat (1/4).

Sejak pandemi korona melanda 2020 lalu, ibadah selama bulan Ramadan sempat diperketat. Salat Tarawih bahkan diimbau untuk dilaksanakan di rumah. Juga salat lima waktu berjemaah. Kendati belakangan diperbolehkan salat berjemaah, warga diminta tetap jaga jarak.

Tahun ini akan lain cerita. Pemerintah memperbolehkan saf salat kembali rapat. Kapasitas masjid dan tempat ibadah lain boleh diisi seratus persen. Namun, jemaah tetap wajib mengenakan masker. ‘’Di Masjid Istiqlal (Jakarta, Red) sudah menerapkan kebijakan seperti itu,’’ terang Kang Woto, sapaan Suprawoto.

Baca Juga :  Dewan Tuding Pemkab Magetan Kurang Transparan Sajikan Data Kematian

Kang Woto meminta masyarakat menjaga kondusivitas selama bulan Ramadan. Ketentuan durasi penggunaan pengeras suara luar masjid harus dipatuhi bersama. Ini semata untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama. ‘’Kita ikuti saja aturannya bagaimana,’’ ujarnya.

Bupati juga berpesan kepada masyarakat untuk menyambut Ramadan tahun ini dengan sederhana. Tidak perlu euforia berlebihan karena pandemi belum usai. Perayaan dengan menggelar buka bersama sebaiknya diurungkan. Sebaliknya, warga harus tetap menjaga produktivitas. ‘’Yang penting semua itu tidak mengurangi makna Ramadan,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Umat muslim menyambut Ramadan 1443 H dengan penuh sukacita. Seiring mulai dilonggarkannya sektor peribadahan di tahun kedua pandemi Covid-19. Kendati lebih longgar, warga harus tetap waspada karena virus korona masih ada. ‘’Tetap disiplin protokol kesehatan,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto, Jumat (1/4).

Sejak pandemi korona melanda 2020 lalu, ibadah selama bulan Ramadan sempat diperketat. Salat Tarawih bahkan diimbau untuk dilaksanakan di rumah. Juga salat lima waktu berjemaah. Kendati belakangan diperbolehkan salat berjemaah, warga diminta tetap jaga jarak.

Tahun ini akan lain cerita. Pemerintah memperbolehkan saf salat kembali rapat. Kapasitas masjid dan tempat ibadah lain boleh diisi seratus persen. Namun, jemaah tetap wajib mengenakan masker. ‘’Di Masjid Istiqlal (Jakarta, Red) sudah menerapkan kebijakan seperti itu,’’ terang Kang Woto, sapaan Suprawoto.

Baca Juga :  18 Anak di Magetan Terjangkit DBD

Kang Woto meminta masyarakat menjaga kondusivitas selama bulan Ramadan. Ketentuan durasi penggunaan pengeras suara luar masjid harus dipatuhi bersama. Ini semata untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama. ‘’Kita ikuti saja aturannya bagaimana,’’ ujarnya.

Bupati juga berpesan kepada masyarakat untuk menyambut Ramadan tahun ini dengan sederhana. Tidak perlu euforia berlebihan karena pandemi belum usai. Perayaan dengan menggelar buka bersama sebaiknya diurungkan. Sebaliknya, warga harus tetap menjaga produktivitas. ‘’Yang penting semua itu tidak mengurangi makna Ramadan,’’ pungkasnya. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/