alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

148 Koperasi Terancam Dibubarkan

MAGETAN – Nasib 148 koperasi di Magetan berada di ujung tanduk. Mereka diusulkan ditutup oleh dinas koperasi dan usaha mikro. Langkah tegas itu diambil lantaran ratusan koperasi tersebut dinilai bermasalah. ‘’Saat ini, sedang kami cermati betul-betul. Jangan sampai ada masalah di kemudian hari setelah pembubaran,’’ terang Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Magetan Venly Tomi Nicolas kemarin (30/4).

Hanya, dia mengaku proses pembubaran koperasi itu tidak mudah. Karena mayoritas sudah berbadan hukum. Namun demikian, sebagian koperasi itu didapati tidak melakukan kegiatan. Selain itu, pengurus koperasi tidak aktif dan tidak ada rapat anggota tahunan (RAT). ‘’Proses pembubaran koperasi bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus kami pertimbangkan sebelum mengeksekusinya,’’ jelasnya.

Sejatinya Venly menyayangkan adanya usulan penutupan ratusan koperasi tersebut. Sebab, untuk membentuk koperasi berbadan hukum itu tidak gampang. Karena itu pihaknya berupaya untuk memberikan pendampingan. ‘’Harapan kami seperti itu. Sekarang personel kami sedang turun ke lapangan,’’ katanya.

Baca Juga :  Jalur Cemoro Sewu Sudah Dibuka

Dia mengungkapkan mayoritas keberadaan koperasi itu didirikan berbasis program. Seperti bantuan yang diberikan hanya dapat diterimakan kepada anggota koperasi. Alhasil, agar bisa mendapatkan bantuan tersebut, masyarakat mendirikan koperasi. Setelah itu kemudian ditinggalkan. ‘’Koperasi yang kuat itu berbasis kemandirian dan partisipasi masyarakat. Bukan program,’’ ungkap Venly.

Menurutnya, faktor lain yang membuat koperasi itu tak lagi aktif karena keterbatasan SDM. Sehingga, mereka tidak menyelenggarakan RAT. Namun demikian, Venly mengaku pihkanya gencar sosialisasi dan mengadakan pelatihan terhadap SDM koperasi. ‘’Perlu ditata kembali managemennya,’’ pungkasnya. (bel/her)

MAGETAN – Nasib 148 koperasi di Magetan berada di ujung tanduk. Mereka diusulkan ditutup oleh dinas koperasi dan usaha mikro. Langkah tegas itu diambil lantaran ratusan koperasi tersebut dinilai bermasalah. ‘’Saat ini, sedang kami cermati betul-betul. Jangan sampai ada masalah di kemudian hari setelah pembubaran,’’ terang Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Magetan Venly Tomi Nicolas kemarin (30/4).

Hanya, dia mengaku proses pembubaran koperasi itu tidak mudah. Karena mayoritas sudah berbadan hukum. Namun demikian, sebagian koperasi itu didapati tidak melakukan kegiatan. Selain itu, pengurus koperasi tidak aktif dan tidak ada rapat anggota tahunan (RAT). ‘’Proses pembubaran koperasi bukan perkara mudah. Banyak hal yang harus kami pertimbangkan sebelum mengeksekusinya,’’ jelasnya.

Sejatinya Venly menyayangkan adanya usulan penutupan ratusan koperasi tersebut. Sebab, untuk membentuk koperasi berbadan hukum itu tidak gampang. Karena itu pihaknya berupaya untuk memberikan pendampingan. ‘’Harapan kami seperti itu. Sekarang personel kami sedang turun ke lapangan,’’ katanya.

Baca Juga :  Disparpora Kabupaten Madiun Tunggu Klir Penelitian Ngurawan

Dia mengungkapkan mayoritas keberadaan koperasi itu didirikan berbasis program. Seperti bantuan yang diberikan hanya dapat diterimakan kepada anggota koperasi. Alhasil, agar bisa mendapatkan bantuan tersebut, masyarakat mendirikan koperasi. Setelah itu kemudian ditinggalkan. ‘’Koperasi yang kuat itu berbasis kemandirian dan partisipasi masyarakat. Bukan program,’’ ungkap Venly.

Menurutnya, faktor lain yang membuat koperasi itu tak lagi aktif karena keterbatasan SDM. Sehingga, mereka tidak menyelenggarakan RAT. Namun demikian, Venly mengaku pihkanya gencar sosialisasi dan mengadakan pelatihan terhadap SDM koperasi. ‘’Perlu ditata kembali managemennya,’’ pungkasnya. (bel/her)

Artikel SebelumnyaHujan Semalam, Material Tebing Berguguran
Artikel Selanjutnya Porang Komersial

Most Read

Artikel Terbaru

/