alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Jelang Puasa, Harga Sembako Rawan Dipermainkan

MAGETAN – Pemkab Magetan mewaspadai aksi para spekulan sembako. Karena permintaan bakal meningkat menjelang bulan puasa. Nah, kondisi itu rawan dimanfaatkan para spekulan untuk mengeruk keuntungan secara tidak wajar.

Sebagai bentuk pengawasan, kemarin (30/4), Wabup Magetan Nanik Endang Rusminiarti menggelar pemantauan harga sembako di sejumlah pasar tradisional. Hasilnya, didapati sejumlah harga sembako memang naik. ‘’Kenaikan relatif masih dibawah sekitar 50 persen,’’ katanya.

Untuk menekan laju pertumbuhan harga sembako itu pihaknya telah membentuk tim khusus. Tim tersebut bertugas untuk memantau harga dan mengupayakan agar terjadi stabilitas kebutuhan sembako kepada masyarakat. ‘’Nanti ada tim tersendiri yang menangani masalah ini,’’ ungkap Nanik.

Adapun pantauan di pasar tradisional, kenaikan harga paling besar terdapat pada komoditas bawang putih. Sementara, komoditas lainnya masih stabil. ‘’Rata-rata masih stabil. Hanya, bawang putih yang cukup signifikan kenaikannya,’’ terang Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Magetan, Sucipto.

Baca Juga :  Wali Kota Madiun Ikut Wawancarai Calon Dirut PDAM Tirta Taman Sari

Meski demikian, pihaknya menjamin kebutuhan stok sembako selama Ramadan masih mencukupi. Hal itu dipengaruhi oleh laju inflasi yang relatif stabil. ‘’Di sisi lain, pada Ramadan tahun ini baru saja selesai musim panen,’’ ungkap Sucipto.

Sementara, salah seorang pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan, Sundari berharap peran pemkab dalam menjaga stabilitas ekonomi harga sembako. (mgc/her)

MAGETAN – Pemkab Magetan mewaspadai aksi para spekulan sembako. Karena permintaan bakal meningkat menjelang bulan puasa. Nah, kondisi itu rawan dimanfaatkan para spekulan untuk mengeruk keuntungan secara tidak wajar.

Sebagai bentuk pengawasan, kemarin (30/4), Wabup Magetan Nanik Endang Rusminiarti menggelar pemantauan harga sembako di sejumlah pasar tradisional. Hasilnya, didapati sejumlah harga sembako memang naik. ‘’Kenaikan relatif masih dibawah sekitar 50 persen,’’ katanya.

Untuk menekan laju pertumbuhan harga sembako itu pihaknya telah membentuk tim khusus. Tim tersebut bertugas untuk memantau harga dan mengupayakan agar terjadi stabilitas kebutuhan sembako kepada masyarakat. ‘’Nanti ada tim tersendiri yang menangani masalah ini,’’ ungkap Nanik.

Adapun pantauan di pasar tradisional, kenaikan harga paling besar terdapat pada komoditas bawang putih. Sementara, komoditas lainnya masih stabil. ‘’Rata-rata masih stabil. Hanya, bawang putih yang cukup signifikan kenaikannya,’’ terang Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Magetan, Sucipto.

Baca Juga :  Persinga Ngawi Terpaksa Latihan Malam di Alun-Alun

Meski demikian, pihaknya menjamin kebutuhan stok sembako selama Ramadan masih mencukupi. Hal itu dipengaruhi oleh laju inflasi yang relatif stabil. ‘’Di sisi lain, pada Ramadan tahun ini baru saja selesai musim panen,’’ ungkap Sucipto.

Sementara, salah seorang pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan, Sundari berharap peran pemkab dalam menjaga stabilitas ekonomi harga sembako. (mgc/her)

Most Read

Artikel Terbaru