alexametrics
29.9 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Sungai Pacalan Tercemar Bangkai Ayam

MAGETAN – Pencemaran lingkungan seakan menjadi masalah klasik yang sulit diurai oleh Pemkab Magetan. Penemuan beberapa bangkai ayam yang dibuang secara masal oleh para perternak di Sungai Pacalan, Plaosan misalnya. Sampai dengan saat ini, baik pemkab maupun pihak kepolisian merasa kesulitan mengungkap persoalan tersebut. ‘’Kami terus dalami kasus ini. Karena tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga merugikan petani dan masyarakat lainnya,’’ kata Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Fahlevi Minggu (30/6).

Pihaknya menduga aktivitas pembuangan puluhan bangkai hewan unggas itu dilakukan oleh sejumlah pemilik usaha kandang ayam saat waktu tertentu. Praktik semacam itu, menurut dia, melanggar ketentuan UU 20/2003 tentang pencemaran lingkungan. ‘’Ancaman hukumannya berat. Karena akibat aktivitas itu aliran sungai menjadi tercemar dan berbau,’’ terang perwira yang akrab disapa Munir tersebut.

Baca Juga :  Dinding Ruang Kelas VI SDN 1 Sawojajar Retak, Plafon Ruang Guru Roboh

Sebagai tindak lanjut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) untuk mencari tahu pangkal permasalahan tersebut. Sehingga, ke depannya ada solusi terkait aktivitas pencemaran lingkungan itu. ‘’Biasanya warga sengaja membuang bangkai ayam yang sudah mati ke sungai itu supaya hanyut,’’ ujar mantan Kapolsek Barat itu.

Yang jelas, kata Munir, saat ini proses penyelidikan terus dilakukan. Dengan harapan, kasus ini bisa terungkap. Patroli dan sosialisasi menjadi langkah awal sementara yang bakal ditempuh oleh jajarannya untuk menekan kasus pencemaran lingkungan tersebut. ‘’Selain ancaman pidana, sanksi lainnya yang mungkin bisa dikenakan adalah pencabutan izin usaha dari pemerintah. Tapi, saat ini kami coba lakukan pembuktian ke beberapa kelompok usaha ternak ayam di Plaosan,’’ jelasnya. (mgc/her)

MAGETAN – Pencemaran lingkungan seakan menjadi masalah klasik yang sulit diurai oleh Pemkab Magetan. Penemuan beberapa bangkai ayam yang dibuang secara masal oleh para perternak di Sungai Pacalan, Plaosan misalnya. Sampai dengan saat ini, baik pemkab maupun pihak kepolisian merasa kesulitan mengungkap persoalan tersebut. ‘’Kami terus dalami kasus ini. Karena tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga merugikan petani dan masyarakat lainnya,’’ kata Kapolsek Plaosan AKP Muhammad Fahlevi Minggu (30/6).

Pihaknya menduga aktivitas pembuangan puluhan bangkai hewan unggas itu dilakukan oleh sejumlah pemilik usaha kandang ayam saat waktu tertentu. Praktik semacam itu, menurut dia, melanggar ketentuan UU 20/2003 tentang pencemaran lingkungan. ‘’Ancaman hukumannya berat. Karena akibat aktivitas itu aliran sungai menjadi tercemar dan berbau,’’ terang perwira yang akrab disapa Munir tersebut.

Baca Juga :  Soal Penerangan, DPUPR Tak Senekat Peningkatan Jalan

Sebagai tindak lanjut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) untuk mencari tahu pangkal permasalahan tersebut. Sehingga, ke depannya ada solusi terkait aktivitas pencemaran lingkungan itu. ‘’Biasanya warga sengaja membuang bangkai ayam yang sudah mati ke sungai itu supaya hanyut,’’ ujar mantan Kapolsek Barat itu.

Yang jelas, kata Munir, saat ini proses penyelidikan terus dilakukan. Dengan harapan, kasus ini bisa terungkap. Patroli dan sosialisasi menjadi langkah awal sementara yang bakal ditempuh oleh jajarannya untuk menekan kasus pencemaran lingkungan tersebut. ‘’Selain ancaman pidana, sanksi lainnya yang mungkin bisa dikenakan adalah pencabutan izin usaha dari pemerintah. Tapi, saat ini kami coba lakukan pembuktian ke beberapa kelompok usaha ternak ayam di Plaosan,’’ jelasnya. (mgc/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/