alexametrics
28.9 C
Madiun
Friday, July 1, 2022

Pria Tak Dikenal Tewas di Belakang Gedung Poktan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rasa penasaran Sumardi atas menghilangnya pria tidak dikenal yang sering duduk di depan gedung kelompok tani (poktan) Desa Milangasri, Panekan, Magetan, terjawab sudah.

Senin (31/8) warga desa setempat itu menemukannya tidak bernyawa di belakang gedung tersebut. Kondisi pria tanpa identitas itu sudah membusuk. ‘’Ciri-cirinya mirip orang dengan gangguan jiwa yang saya dan warga lihat,’’ kata Sumardi.

Sumardi yang kali pertama menemukan jasad Mr X sekitar pukul 07.00. Ketika melintas depan gedung poktan, dia tidak sengaja melihat sesosok orang terbaring. Ketika didekati ternyata mayat. ‘’Anggota tubuhnya membengkak. Sedikit berbau busuk,’’ ungkapnya.

Menurut dia, Mr X sering wira-wiri di sekitar gedung poktan. Kali terakhir terlihat terbaring lemah. Warga membiarkannya dengan alasan takut. ”Ya, biasanya memang sering berbaring. Jadi, kami tidak tahu kondisinya dan takut untuk mendekat,’’ bebernya.

Baca Juga :  Banyak Anggaran, Kurang Reyogan

Kapolsek Panekan Iptu Suwardi belum bisa memastikan penyebab kematian. Hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. ‘’Jenazah dibawa ke kamar mayat RSUD Sayidiman. Kami akan lakukan penyelidikan,’’ ujarnya. (fat/c1/cor)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Rasa penasaran Sumardi atas menghilangnya pria tidak dikenal yang sering duduk di depan gedung kelompok tani (poktan) Desa Milangasri, Panekan, Magetan, terjawab sudah.

Senin (31/8) warga desa setempat itu menemukannya tidak bernyawa di belakang gedung tersebut. Kondisi pria tanpa identitas itu sudah membusuk. ‘’Ciri-cirinya mirip orang dengan gangguan jiwa yang saya dan warga lihat,’’ kata Sumardi.

Sumardi yang kali pertama menemukan jasad Mr X sekitar pukul 07.00. Ketika melintas depan gedung poktan, dia tidak sengaja melihat sesosok orang terbaring. Ketika didekati ternyata mayat. ‘’Anggota tubuhnya membengkak. Sedikit berbau busuk,’’ ungkapnya.

Menurut dia, Mr X sering wira-wiri di sekitar gedung poktan. Kali terakhir terlihat terbaring lemah. Warga membiarkannya dengan alasan takut. ”Ya, biasanya memang sering berbaring. Jadi, kami tidak tahu kondisinya dan takut untuk mendekat,’’ bebernya.

Baca Juga :  Selidiki Kasus Pencemaran Sungai Pacalan, Sekda Minta DLH Turun Tangan

Kapolsek Panekan Iptu Suwardi belum bisa memastikan penyebab kematian. Hasil visum luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. ‘’Jenazah dibawa ke kamar mayat RSUD Sayidiman. Kami akan lakukan penyelidikan,’’ ujarnya. (fat/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/