alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Karyawan BNI Asal Magetan Bukan Super Spreader

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Klaster BNI 46 Madiun ternyata meluas ke Magetan. Meski demikian, seorang karyawan bank itu diklaim tidak menjadi spreader kasus Covid-19 di Magetan. ‘’Hanya satu kasus positif, tidak ada tambahan klaster BNI di Magetan,’’ kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rohmat Hidayat, Rabu (2/2).

Diungkapkannya, karyawan BNI itu tinggal di Karas bersama ibunya. Setelah dilakukan tracing terhadap 15 orang, terungkap ada lima kontak erat. Meliputi ibu dan tetangga di kanan-kiri rumah. Kelimanya sudah menjalani tes swab. ‘’Hasilnya semua negatif,’’ ungkap Rohmat.

Persebaran dapat ditekan lantaran mobilitas karyawan tersebut rendah. Selepas pulang kerja dia jarang keluar rumah. ‘’Sehingga tidak menularkan ke orang lain,’’ terang Rohmat.

Baca Juga :  Mudik Aman, Mudik Sehat

Kendati tracing dan testing sudah dilakukan, Rohmat meminta warga untuk tetap waspada. Pasalnya, tes whole genome sequencing (WGS) terhadap warga Karas itu belum keluar hasilnya. Sehingga, urung diketahui apa varian Covid-19 yang menjangkiti. ‘’Omicron atau bukan, yang terpenting warga harus selalu taat protokol kesehatan,’’ tegasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Klaster BNI 46 Madiun ternyata meluas ke Magetan. Meski demikian, seorang karyawan bank itu diklaim tidak menjadi spreader kasus Covid-19 di Magetan. ‘’Hanya satu kasus positif, tidak ada tambahan klaster BNI di Magetan,’’ kata Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rohmat Hidayat, Rabu (2/2).

Diungkapkannya, karyawan BNI itu tinggal di Karas bersama ibunya. Setelah dilakukan tracing terhadap 15 orang, terungkap ada lima kontak erat. Meliputi ibu dan tetangga di kanan-kiri rumah. Kelimanya sudah menjalani tes swab. ‘’Hasilnya semua negatif,’’ ungkap Rohmat.

Persebaran dapat ditekan lantaran mobilitas karyawan tersebut rendah. Selepas pulang kerja dia jarang keluar rumah. ‘’Sehingga tidak menularkan ke orang lain,’’ terang Rohmat.

Baca Juga :  Pandemi, Angka Kemiskinan di Magetan Naik 0,74 Persen

Kendati tracing dan testing sudah dilakukan, Rohmat meminta warga untuk tetap waspada. Pasalnya, tes whole genome sequencing (WGS) terhadap warga Karas itu belum keluar hasilnya. Sehingga, urung diketahui apa varian Covid-19 yang menjangkiti. ‘’Omicron atau bukan, yang terpenting warga harus selalu taat protokol kesehatan,’’ tegasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/