alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Sulit Stop Kekerasan terhadap Anak

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rentetan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Magetan dikutuk keras oleh kalangan wakil rakyat. Joko Suyono, anggota Komisi A DPRD Magetan, berharap aksi cabul yang dialami NR, 16, remaja asal Kecamatan Kawedanan, sebagai kasus yang terakhir. ‘’Kasus-kasus ini membuat kami prihatin, sudah cukup,’’ katanya, Rabu (2/2).

Joko sungguh menyayangkan aksi cabul yang dilakukan R, 59, kepada NR. Akibat perbuatan pria asal Ngunut, Kawedanan, itu, NR sampai harus dikeluarkan dari sekolah. ‘’Harus menjadi perhatian bersama supaya tidak lagi terulang,’’ ujar politisi PDIP tersebut.

Sebelum kasus yang dialami NR mencuat, awal tahun ini publik dikejutkan dengan dugaan kekerasan seksual yang dialami GTK, 16, dan FK, 13. Dari hasil pemeriksaan polisi, patut diduga bahwa kakak beradik asal Parang itu mengalami serentetan kekerasan.

Baca Juga :  Kang Woto Ingin Warga Bantu Amankan Sekolah

Di mata Joko, pemerintah kurang maksimal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Pasalnya, tak jarang pelaku kekerasan terhadap anak merupakan kerabat atau orang terdekat. ‘’Pemerintah harus lebih aktif mengedukasi, karena perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama,’’ tegasnya.

Joko juga meminta polisi tak pandang bulu. Para pelaku kasus kekerasan terhadap anak harus ditindak tegas. Supaya menjadi pelajaran bagi semua orang agar tidak semena-mena terhadap anak. ‘’Hukuman terhadap pelaku bertujuan memberi efek jera, sekaligus memberi pelajaran bagi orang lain agar tidak melakukan hal serupa,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Rentetan kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Magetan dikutuk keras oleh kalangan wakil rakyat. Joko Suyono, anggota Komisi A DPRD Magetan, berharap aksi cabul yang dialami NR, 16, remaja asal Kecamatan Kawedanan, sebagai kasus yang terakhir. ‘’Kasus-kasus ini membuat kami prihatin, sudah cukup,’’ katanya, Rabu (2/2).

Joko sungguh menyayangkan aksi cabul yang dilakukan R, 59, kepada NR. Akibat perbuatan pria asal Ngunut, Kawedanan, itu, NR sampai harus dikeluarkan dari sekolah. ‘’Harus menjadi perhatian bersama supaya tidak lagi terulang,’’ ujar politisi PDIP tersebut.

Sebelum kasus yang dialami NR mencuat, awal tahun ini publik dikejutkan dengan dugaan kekerasan seksual yang dialami GTK, 16, dan FK, 13. Dari hasil pemeriksaan polisi, patut diduga bahwa kakak beradik asal Parang itu mengalami serentetan kekerasan.

Baca Juga :  Dua Hari, Dua Warga Magetan Tewas Tenggelam

Di mata Joko, pemerintah kurang maksimal dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Pasalnya, tak jarang pelaku kekerasan terhadap anak merupakan kerabat atau orang terdekat. ‘’Pemerintah harus lebih aktif mengedukasi, karena perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama,’’ tegasnya.

Joko juga meminta polisi tak pandang bulu. Para pelaku kasus kekerasan terhadap anak harus ditindak tegas. Supaya menjadi pelajaran bagi semua orang agar tidak semena-mena terhadap anak. ‘’Hukuman terhadap pelaku bertujuan memberi efek jera, sekaligus memberi pelajaran bagi orang lain agar tidak melakukan hal serupa,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/