alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Menulis di Media Massa dalam Dua Bahasa, Bupati Suprawoto Catat Rekor Muri

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Terhitung sudah tiga tahun lebih Bupati Magetan Suprawoto aktif menulis di Jawa Pos Radar Madiun. Rubrik yang dimuat sepekan sekali tersebut diberi tajuk ‘’Bupati Menulis’’. Topik yang dibahas bermacam-macam. Dari yang ringan seperti pengalaman lucu selama menjabat bupati hingga penanganan pandemi Covid-19 dan isu-isu hangat pemerintahan.

Berbagai tulisan itu dihasilkan Kang Woto -sapaan Suprawoto- di berbagai tempat di waktu luangnya sebagai kepala daerah. Mulai perpustakaan pribadinya yang ada di sudut kantor bupati hingga dalam kereta dan lobi stasiun atau bandara.

Bila dihitung, sudah ribuan tulisan yang dihasilkan Kang Woto. Sebab, selain ratusan opini di Jawa Pos Radar Madiun, dia juga aktif mengirim tulisan ke di sejumlah media massa lain. ‘’Hobi menulis sejak jadi PNS puluhan tahun lalu,’’ ujarnya, Jumat (1/4).

Baca Juga :  Mengurus STNK Hilang Ditarik Duit Rp 400 Ribu

Hasratnya menulis yang tak pernah padam itu berbuah catatan sejarah. Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) mengabadikan nama Suprawoto sebagai bupati yang menulis di media massa dalam dua bahasa secara berkesinambungan dan terlama.

Kang Woto acap menyebutkan bahwa menulis adalah aktivitas menembus ruang dan waktu. Karya pemikiran yang dituangkan dalam tulisan tak lekang oleh zaman. Atas dedikasinya tersebut, giliran nama Suprawoto yang abadi, terekam sejarah rekor Muri. Selamat! (naz/c1/isd/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Terhitung sudah tiga tahun lebih Bupati Magetan Suprawoto aktif menulis di Jawa Pos Radar Madiun. Rubrik yang dimuat sepekan sekali tersebut diberi tajuk ‘’Bupati Menulis’’. Topik yang dibahas bermacam-macam. Dari yang ringan seperti pengalaman lucu selama menjabat bupati hingga penanganan pandemi Covid-19 dan isu-isu hangat pemerintahan.

Berbagai tulisan itu dihasilkan Kang Woto -sapaan Suprawoto- di berbagai tempat di waktu luangnya sebagai kepala daerah. Mulai perpustakaan pribadinya yang ada di sudut kantor bupati hingga dalam kereta dan lobi stasiun atau bandara.

Bila dihitung, sudah ribuan tulisan yang dihasilkan Kang Woto. Sebab, selain ratusan opini di Jawa Pos Radar Madiun, dia juga aktif mengirim tulisan ke di sejumlah media massa lain. ‘’Hobi menulis sejak jadi PNS puluhan tahun lalu,’’ ujarnya, Jumat (1/4).

Baca Juga :  Toko Sembako di Pasar Panggung-Magetan Nyaris Habis Dilalap Api

Hasratnya menulis yang tak pernah padam itu berbuah catatan sejarah. Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri) mengabadikan nama Suprawoto sebagai bupati yang menulis di media massa dalam dua bahasa secara berkesinambungan dan terlama.

Kang Woto acap menyebutkan bahwa menulis adalah aktivitas menembus ruang dan waktu. Karya pemikiran yang dituangkan dalam tulisan tak lekang oleh zaman. Atas dedikasinya tersebut, giliran nama Suprawoto yang abadi, terekam sejarah rekor Muri. Selamat! (naz/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/