alexametrics
23.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Pasien Bergejala Sedang-Berat Masuk RS Darurat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Persiapan operasional rumah sakit (RS) darurat terus dikebut. Satgas Penanganan Covid-19 Magetan memilih Wisma Karantina yang sebelumnya digunakan mengisolasi pekerja migran Indonesia (PMI) untuk difungsikan sebagai RS khusus pasien korona. ‘’Kami siapkan 40 tempat tidur,’’ kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Retnowati, Jumat (2/7).

Wisma Karantina merupakan fasilitas baru milik RSUD dr Sayidiman. Diakui Retnowati, salah satu alasan satgas memilih memfungsikan gedung baru RSUD itu menjadi RS darurat karena lokasinya yang berdekatan. Nantinya RS darurat diproyeksikan merawat pasien bergejala sedang hingga berat. ‘’Karena berdekatan, sehingga efektif,’’ ujarnya.

Selain dibekali 40 tempat tidur (TT), RS darurat akan dilengkapi sederet peralatan penunjang yang penting untuk perawatan pasien. Misalnya haemofiltration dan exhaust fan. Retnowati menyebut, akses ke RS darurat akan diketati lantaran digunakan merawat pasien bergejala sedang hingga berat. ‘’Penambahan tenda belum fixed,’’ tuturnya. (fat/naz/her)

Baca Juga :  Status Pengelolaan PPU Maospati Tak Jelas

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Persiapan operasional rumah sakit (RS) darurat terus dikebut. Satgas Penanganan Covid-19 Magetan memilih Wisma Karantina yang sebelumnya digunakan mengisolasi pekerja migran Indonesia (PMI) untuk difungsikan sebagai RS khusus pasien korona. ‘’Kami siapkan 40 tempat tidur,’’ kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Retnowati, Jumat (2/7).

Wisma Karantina merupakan fasilitas baru milik RSUD dr Sayidiman. Diakui Retnowati, salah satu alasan satgas memilih memfungsikan gedung baru RSUD itu menjadi RS darurat karena lokasinya yang berdekatan. Nantinya RS darurat diproyeksikan merawat pasien bergejala sedang hingga berat. ‘’Karena berdekatan, sehingga efektif,’’ ujarnya.

Selain dibekali 40 tempat tidur (TT), RS darurat akan dilengkapi sederet peralatan penunjang yang penting untuk perawatan pasien. Misalnya haemofiltration dan exhaust fan. Retnowati menyebut, akses ke RS darurat akan diketati lantaran digunakan merawat pasien bergejala sedang hingga berat. ‘’Penambahan tenda belum fixed,’’ tuturnya. (fat/naz/her)

Baca Juga :  Elmy Kaget Pemdes Baleasri Diincar Kejari

Most Read

Artikel Terbaru

/