alexametrics
28.1 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Pertumbuhan Ekonomi Magetan Terkerek Pariwisata

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gelombang wisatawan yang terus berdatangan digadang jadi pelecut pertumbuhan ekonomi daerah. Tak hanya ditopang Telaga Sarangan, banyak objek wisata lain yang mulai disesaki pelancong. Salah satunya Kebun Refugia. ‘’Sejak dibuka kembali, sekitar 500 wisatawan berkunjung tiap akhir pekan,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan Uswatul Chasanah, Senin (3/1).

Kebun Refugia menempati tanah aset pemerintah seluas 3,5 hektare di Plaosan. Terdapat 30 jenis tumbuhan yang ditanam, baik bunga maupun sayuran. Uswatul menyebut, sebelum pandemi angka pengunjung rata-rata mencapai seribu wisatawan per akhir pekan. Tahun lalu Kebun Refugia sempat tutup berbulan-bulan ketika Magetan menyandang status level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sejak November lalu Kebun Refugia mulai dibuka kembali untuk umum.

Baca Juga :  Bupati Magetan Cup Young Koi Show 2021, Perdana Tiga Jenis Aragoke Dilombakan

Menurut Uswatul, angka pengunjung terus naik secara perlahan. Puncaknya di momen Natal dan tahun baru (Nataru). ‘’Kalau tidak ada pembatasan, bisa lebih dari 500 orang. Kami tetap terapkan protokol kesehatan secara ketat,’’ ujarnya.

DTPHPKP menggelar event untuk menarik wisatawan datang ke Kebun Refugia. Seperti kontes tanaman hias dan bonsai yang dihelat akhir tahun lalu. Hal itu terbukti mendongkrak angka kunjungan di taman milik pemerintah tersebut.

Berkaca dari hal itu, tahun ini Kebun Refugia akan terus menggelar event. ‘’Tingkat kunjungan wisatawan juga dipengaruhi oleh pandemi. Semakin terkendali situasi, semakin banyak yang berani berkunjung,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gelombang wisatawan yang terus berdatangan digadang jadi pelecut pertumbuhan ekonomi daerah. Tak hanya ditopang Telaga Sarangan, banyak objek wisata lain yang mulai disesaki pelancong. Salah satunya Kebun Refugia. ‘’Sejak dibuka kembali, sekitar 500 wisatawan berkunjung tiap akhir pekan,’’ kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan Uswatul Chasanah, Senin (3/1).

Kebun Refugia menempati tanah aset pemerintah seluas 3,5 hektare di Plaosan. Terdapat 30 jenis tumbuhan yang ditanam, baik bunga maupun sayuran. Uswatul menyebut, sebelum pandemi angka pengunjung rata-rata mencapai seribu wisatawan per akhir pekan. Tahun lalu Kebun Refugia sempat tutup berbulan-bulan ketika Magetan menyandang status level 3 pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sejak November lalu Kebun Refugia mulai dibuka kembali untuk umum.

Baca Juga :  Jelang Imlek, Bersih-Bersih Rupang di Kelenteng Hwei Ming Miau

Menurut Uswatul, angka pengunjung terus naik secara perlahan. Puncaknya di momen Natal dan tahun baru (Nataru). ‘’Kalau tidak ada pembatasan, bisa lebih dari 500 orang. Kami tetap terapkan protokol kesehatan secara ketat,’’ ujarnya.

DTPHPKP menggelar event untuk menarik wisatawan datang ke Kebun Refugia. Seperti kontes tanaman hias dan bonsai yang dihelat akhir tahun lalu. Hal itu terbukti mendongkrak angka kunjungan di taman milik pemerintah tersebut.

Berkaca dari hal itu, tahun ini Kebun Refugia akan terus menggelar event. ‘’Tingkat kunjungan wisatawan juga dipengaruhi oleh pandemi. Semakin terkendali situasi, semakin banyak yang berani berkunjung,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/