alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Pilkades Magetan Serentak Digelar November 2019

MAGETAN – Tahapan pilkades serentak dengan sistem e-voting bakal menjadi agenda besar Pemkab Magetan pascalebaran. Segala persiapan untuk menghadapi pilkades dengan sistem lebih modern itu telah dilakukan. Pemkab optimistis bisa melaksanakan pilkades pertama di Karesidenan Madiun dengan sistem yang tergolong baru tersebut. ‘’Juni ini sudah mulai pentahapan pilkades,’’ terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan Iswahyudi Yulianto.

Meski berganti sistem, Yuli mengaku tahapan pilkades serentak tidak mengalami perubahan. Karena memang jadwal tahapan pesta demokrasi di tingkat desa itu sudah disusun sejak tahun lalu. Tetapi, pihaknya tak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan. ‘’Sistem pelaksanaan yang berbeda, tahapannya tetap sama,’’ ujarnya.

Penyesuaian itu ada pada saat tahapan sosialisasi. Pihaknya beserta panitia pilkades bakal mengenalkan penggunaan sistem e-voting kepada masyarakat. Seperti dengan melakukan simulasi pemungutan suara. Pada tahapan ini, kata Yuli, DPMD memang harus memulainya dari nol. Karena sistem e-voting merupakan hal baru bagi warga Magetan. ‘’Ini sekalian mengedukasi masyarakat,’’ terangnya.

Soal jadwal pemungutan suara pilkades, dia memastikan bakal digelar pada November 2019. Penetapan jadwal itu sudah sesuai instruksi gubernur. Dengan demikian, pihaknya mempunyai waktu efektif sekitar lima bulan untuk menyiapkan sarana dan prasarananya. Mulai dari alat e-voting berikut regulasi tata cara pelaksanaan pilkades serentak 2019.

Baca Juga :  Razia Balon Udara Pakai Helikopter Super Puma

Karena, menurut Yuli, Perbup 36/2017 yang dijadikan pedoman sebagai tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian kapela desa harus direvisi. Sebab, dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi yang ada sekarang. Misalnya, dalam aturan itu masih dijelaskan tata cara pemilihan cakades menggunakan sistem manual. Sementara, pelaksanaan pilkades 2019 menerapkan sistem e-voting. ‘’Regulasinya sudah siap, tinggal tenaga dan peralatannya,’’ katanya.

Dalam pelaksanaan pilkades serentak 2019, Yuli berharap peran serta dan koordinasi lintas sektor bisa berjalan lancar. Baik itu dari disdukcapi yang nantinya menyiapkan data daftar pemilih tetap (DPT) di setiap desa. Dan, diskominfo yang menyiapkan struktur jaringan pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting. Termasuk tenaga IT dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). ‘’Tenaga ahli ini akan mendampingi panitia di desa,’’ jelasnya.

Dia juga memastikan persyaratan untuk mendaftar sebagai cakades tidak berubah. Yuli menuturkan cakades tidak harus merupakan asli warga setempat. Yang penting berkewarganegaraan Indonesia (WNI). Itu mendasar pada keputusan mahkamah konstitusi (MK) terkait aturan domisili bagi cakades.

Bahkan, keputusan itu sudah dicantumkan dalam perda dan perbup tentang pilkades. Begitu juga syarat cakades minimal harus berpendidikan SMP sederajat. ‘’Sekarang ini jadi kepala desa sangat diminati. Pendaftarnya sudah sarjana semua,’’ katanya. (bel/her)

MAGETAN – Tahapan pilkades serentak dengan sistem e-voting bakal menjadi agenda besar Pemkab Magetan pascalebaran. Segala persiapan untuk menghadapi pilkades dengan sistem lebih modern itu telah dilakukan. Pemkab optimistis bisa melaksanakan pilkades pertama di Karesidenan Madiun dengan sistem yang tergolong baru tersebut. ‘’Juni ini sudah mulai pentahapan pilkades,’’ terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan Iswahyudi Yulianto.

Meski berganti sistem, Yuli mengaku tahapan pilkades serentak tidak mengalami perubahan. Karena memang jadwal tahapan pesta demokrasi di tingkat desa itu sudah disusun sejak tahun lalu. Tetapi, pihaknya tak menutup kemungkinan akan ada penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan. ‘’Sistem pelaksanaan yang berbeda, tahapannya tetap sama,’’ ujarnya.

Penyesuaian itu ada pada saat tahapan sosialisasi. Pihaknya beserta panitia pilkades bakal mengenalkan penggunaan sistem e-voting kepada masyarakat. Seperti dengan melakukan simulasi pemungutan suara. Pada tahapan ini, kata Yuli, DPMD memang harus memulainya dari nol. Karena sistem e-voting merupakan hal baru bagi warga Magetan. ‘’Ini sekalian mengedukasi masyarakat,’’ terangnya.

Soal jadwal pemungutan suara pilkades, dia memastikan bakal digelar pada November 2019. Penetapan jadwal itu sudah sesuai instruksi gubernur. Dengan demikian, pihaknya mempunyai waktu efektif sekitar lima bulan untuk menyiapkan sarana dan prasarananya. Mulai dari alat e-voting berikut regulasi tata cara pelaksanaan pilkades serentak 2019.

Baca Juga :  Anak Korban Pembunuhan Getas Anyar Alami Trauma

Karena, menurut Yuli, Perbup 36/2017 yang dijadikan pedoman sebagai tata cara pemilihan, pengangkatan, dan pemberhentian kapela desa harus direvisi. Sebab, dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi yang ada sekarang. Misalnya, dalam aturan itu masih dijelaskan tata cara pemilihan cakades menggunakan sistem manual. Sementara, pelaksanaan pilkades 2019 menerapkan sistem e-voting. ‘’Regulasinya sudah siap, tinggal tenaga dan peralatannya,’’ katanya.

Dalam pelaksanaan pilkades serentak 2019, Yuli berharap peran serta dan koordinasi lintas sektor bisa berjalan lancar. Baik itu dari disdukcapi yang nantinya menyiapkan data daftar pemilih tetap (DPT) di setiap desa. Dan, diskominfo yang menyiapkan struktur jaringan pelaksanaan pilkades dengan sistem e-voting. Termasuk tenaga IT dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). ‘’Tenaga ahli ini akan mendampingi panitia di desa,’’ jelasnya.

Dia juga memastikan persyaratan untuk mendaftar sebagai cakades tidak berubah. Yuli menuturkan cakades tidak harus merupakan asli warga setempat. Yang penting berkewarganegaraan Indonesia (WNI). Itu mendasar pada keputusan mahkamah konstitusi (MK) terkait aturan domisili bagi cakades.

Bahkan, keputusan itu sudah dicantumkan dalam perda dan perbup tentang pilkades. Begitu juga syarat cakades minimal harus berpendidikan SMP sederajat. ‘’Sekarang ini jadi kepala desa sangat diminati. Pendaftarnya sudah sarjana semua,’’ katanya. (bel/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/