alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Pria di Magetan Diduga Terlibat Tabrak Lari, Melawan saat Diamankan Petugas

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Empat anggota polisi dengan cekatan memarkir sepeda motor di tengah simpang empat Jalan Gubernur Suryo, Jumat (3/6) sekitar pukul 09.30

Mereka menghadang mobil Nissan Grand Livina yang berhenti saat lampu merah. Suasana berubah tegang kala sopir mobil berkelir putih itu dikeluarkan paksa oleh petugas.

Pria berkaus hitam itu mencoba melawan. Sambil terus berteriak, si sopir bahkan sempat mengambil batu yang tergeletak di tepi jalan. Sang istri sampai ikut membantu mencegah suaminya menghantam petugas menggunakan batu.

Keributan di Desa Baron, Kecamatan Magetan, itu terjadi lantaran SU, sopir mobil Grand Livina, diduga terlibat tabrak lari dengan pengendara Suzuki Shogun di pertigaan Jalan Bangka, Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan. ‘’Kami mendapat laporan mobil tersebut menabrak sepeda motor kemudian kabur,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Magetan Iptu Agus Rianto.

Baca Juga :  Truk Gagal Menanjak, Terguling, Sopir Tewas Tertimpa Batu

Belakangan diketahui bahwa SU warga Kota Madiun. Sesaat sebelum diamankan, dia mengakui bahwa telah menabrak AD dan NN, dua warga Kepolorejo, kala berboncengan menggunakan Suzuki Shogun. Mobil SU menabrak bagian belakang sepeda motor yang dikendarai AD. ‘’Pengendara motor dan pengemudi mobil, termasuk penumpangnya, tidak ada yang terluka,’’ terang Agus.

Menurut Agus, NN mencoba melawan kala diamankan petugas karena merasa tidak terima. Dia merasa tidak bersalah usai menabrak AD. Dia juga mengaku telah berdamai dengan AD sesaat usai kecelakaan terjadi.

Kepada petugas, NN mengaku akan menanggung kerugian materiil yang dialami AD. Dia juga meninggalkan kartu identitas sebagai jaminan. Video amatir keributan antara NN dan polisi sempat tersebar di media sosial. NN disebut sebagai anggota polisi. Namun, Agus membantah kabar tersebut. ‘’Kabar itu tidak benar, yang bersangkutan warga biasa,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Empat anggota polisi dengan cekatan memarkir sepeda motor di tengah simpang empat Jalan Gubernur Suryo, Jumat (3/6) sekitar pukul 09.30

Mereka menghadang mobil Nissan Grand Livina yang berhenti saat lampu merah. Suasana berubah tegang kala sopir mobil berkelir putih itu dikeluarkan paksa oleh petugas.

Pria berkaus hitam itu mencoba melawan. Sambil terus berteriak, si sopir bahkan sempat mengambil batu yang tergeletak di tepi jalan. Sang istri sampai ikut membantu mencegah suaminya menghantam petugas menggunakan batu.

Keributan di Desa Baron, Kecamatan Magetan, itu terjadi lantaran SU, sopir mobil Grand Livina, diduga terlibat tabrak lari dengan pengendara Suzuki Shogun di pertigaan Jalan Bangka, Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan. ‘’Kami mendapat laporan mobil tersebut menabrak sepeda motor kemudian kabur,’’ kata Kanitlaka Satlantas Polres Magetan Iptu Agus Rianto.

Baca Juga :  Dinas Arpus Magetan dan Perpusnas Wujudkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial

Belakangan diketahui bahwa SU warga Kota Madiun. Sesaat sebelum diamankan, dia mengakui bahwa telah menabrak AD dan NN, dua warga Kepolorejo, kala berboncengan menggunakan Suzuki Shogun. Mobil SU menabrak bagian belakang sepeda motor yang dikendarai AD. ‘’Pengendara motor dan pengemudi mobil, termasuk penumpangnya, tidak ada yang terluka,’’ terang Agus.

Menurut Agus, NN mencoba melawan kala diamankan petugas karena merasa tidak terima. Dia merasa tidak bersalah usai menabrak AD. Dia juga mengaku telah berdamai dengan AD sesaat usai kecelakaan terjadi.

Kepada petugas, NN mengaku akan menanggung kerugian materiil yang dialami AD. Dia juga meninggalkan kartu identitas sebagai jaminan. Video amatir keributan antara NN dan polisi sempat tersebar di media sosial. NN disebut sebagai anggota polisi. Namun, Agus membantah kabar tersebut. ‘’Kabar itu tidak benar, yang bersangkutan warga biasa,’’ pungkasnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/