alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Animo Mendaftar Pilkades di Magetan Belum Terlihat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Geliat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Magetan 2019 belum terlihat. Minim bakal calon kepala desa (bacakades) yang menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia pilkades. Baik sistem e-voting maupun konvensional.

Padahal, masa pendaftaran terlewat sepekan sejak dibuka 28 Agustus lalu. Rendahnya animo pesta demokrasi 184 pemerintahan desa (pemdes) ini salah satunya terjadi di Desa Baron, Magetan. ‘’Belum ada pendaftar, kecuali yang minta surat pengantar,’’ kata Ketua Panitia Pilkades Baron Nanang Ari Purnomo Senin (2/9).

Nanang menyebut, dua orang minta surat pengantar untuk pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Hingga kini, keduanya belum menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran bacakades. Hasil berkomunikasi dengan yang bersangkutan, dikatakan masih mencari hari baik. ‘’Juga lima orang datang ke kantor sekretariat tanya-tanya persyaratan pendaftaran,’’ ungkapnya.

Sepinya pendaftar dipandang bukan karena desa ini sebagai pelaksana e-voting. Sistem canggih itu malah membuat penasaran. Banyak warga yang bertanya kendati sudah ada sosialisasi. Panitia yakin banyak bacakades yang akan mendaftar. Sebab, waktu pendaftaran berakhir Senin nanti (9/9). Namun, warga yang berminat diimbau segera menyerahkan berkas. ‘’Kalau ada kekurangan, punya banyak waktu untuk melengkapi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  SMK Yosonegoro Buka Teaching Factory Otomotif

Lain cerita dengan Desa Tegalarum, Bendo, penyelenggara pilkades konvensional. Baru satu bacakades yang mendaftar. Panitia pilkades setempat menanggapi santai rendahnya animo pendaftaran hingga pekan pertama.  ‘’Kalau pendaftaran tahap pertama belum terpenuhi, masih ada tahap kedua,’’ kata Sekretaris Panitia Pilkades Tegalarum Ockta Prana Lagawira.

Ockta optimistis akan banyak pendaftar. Animo warga Tegalarum menjadi kades masih tinggi. Kalaupun hingga kini masih minim, itu pilihan masing-masing bacakades. ‘’Bisa jadi memang menunggu hari baik untuk mendaftar,’’ ujarnya. (bel/c1/cor)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Geliat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Magetan 2019 belum terlihat. Minim bakal calon kepala desa (bacakades) yang menyerahkan berkas pendaftaran ke panitia pilkades. Baik sistem e-voting maupun konvensional.

Padahal, masa pendaftaran terlewat sepekan sejak dibuka 28 Agustus lalu. Rendahnya animo pesta demokrasi 184 pemerintahan desa (pemdes) ini salah satunya terjadi di Desa Baron, Magetan. ‘’Belum ada pendaftar, kecuali yang minta surat pengantar,’’ kata Ketua Panitia Pilkades Baron Nanang Ari Purnomo Senin (2/9).

Nanang menyebut, dua orang minta surat pengantar untuk pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Hingga kini, keduanya belum menyerahkan berkas persyaratan pendaftaran bacakades. Hasil berkomunikasi dengan yang bersangkutan, dikatakan masih mencari hari baik. ‘’Juga lima orang datang ke kantor sekretariat tanya-tanya persyaratan pendaftaran,’’ ungkapnya.

Sepinya pendaftar dipandang bukan karena desa ini sebagai pelaksana e-voting. Sistem canggih itu malah membuat penasaran. Banyak warga yang bertanya kendati sudah ada sosialisasi. Panitia yakin banyak bacakades yang akan mendaftar. Sebab, waktu pendaftaran berakhir Senin nanti (9/9). Namun, warga yang berminat diimbau segera menyerahkan berkas. ‘’Kalau ada kekurangan, punya banyak waktu untuk melengkapi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  BPJS Ketenagakerjaan Serahkan BSU kepada 493 Non ASN Pemkab Madiun

Lain cerita dengan Desa Tegalarum, Bendo, penyelenggara pilkades konvensional. Baru satu bacakades yang mendaftar. Panitia pilkades setempat menanggapi santai rendahnya animo pendaftaran hingga pekan pertama.  ‘’Kalau pendaftaran tahap pertama belum terpenuhi, masih ada tahap kedua,’’ kata Sekretaris Panitia Pilkades Tegalarum Ockta Prana Lagawira.

Ockta optimistis akan banyak pendaftar. Animo warga Tegalarum menjadi kades masih tinggi. Kalaupun hingga kini masih minim, itu pilihan masing-masing bacakades. ‘’Bisa jadi memang menunggu hari baik untuk mendaftar,’’ ujarnya. (bel/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/