alexametrics
23.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Petani Sayur di Magetan Dihantui Harga Anjlok saat Panen Raya

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Produktivitas lahan pertanian sayur-mayur di Magetan naik dari tahun ke tahun. Melihat kondisi tersebut, Pemkab Magetan menargetkan tingkat produksi sayuran bisa naik drastis pada tahun ini.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan Uswatul Chasanah mengatakan total ada 20 komoditas sayur-mayur yang tahun lalu panen di Magetan. Masing-masing memiliki tingkat produktivitas berbeda. Di antara puluhan komoditas tersebut, labu siam, kubis, wortel, mentimun, dan tomat memuncaki daftar produktivitas. ‘’Kalaupun ada kenaikan, mungkin tidak terlalu signifikan,’’ terangnya, Jumat (4/3).

Labu siam mencatatkan produktivitas di angka 472,29 kuintal per hektare. Padahal, luas lahan pertanian labu siam hanya 89 hektare. Pun tergolong paling rendah dibandingkan komoditas lain. Sebaliknya, tingkat produktivitas jamur dan paprika nol pada tahun lalu.

Baca Juga :  Minim Anak Muda Jadi Petani

Meski demikian, ada masalah yang selalu menghantui petani. Yakni, penurunan harga saat panen raya. DTPHPKP berupaya memastikan supaya kualitas hasil panen petani tidak menurun. Dengan demikian, harga jual tetap terjaga. ‘’Karena muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, jadi sebisa mungkin harus bisa menjaga harga jual tetap tinggi,’’ jelas Uswatul. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Produktivitas lahan pertanian sayur-mayur di Magetan naik dari tahun ke tahun. Melihat kondisi tersebut, Pemkab Magetan menargetkan tingkat produksi sayuran bisa naik drastis pada tahun ini.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan Uswatul Chasanah mengatakan total ada 20 komoditas sayur-mayur yang tahun lalu panen di Magetan. Masing-masing memiliki tingkat produktivitas berbeda. Di antara puluhan komoditas tersebut, labu siam, kubis, wortel, mentimun, dan tomat memuncaki daftar produktivitas. ‘’Kalaupun ada kenaikan, mungkin tidak terlalu signifikan,’’ terangnya, Jumat (4/3).

Labu siam mencatatkan produktivitas di angka 472,29 kuintal per hektare. Padahal, luas lahan pertanian labu siam hanya 89 hektare. Pun tergolong paling rendah dibandingkan komoditas lain. Sebaliknya, tingkat produktivitas jamur dan paprika nol pada tahun lalu.

Baca Juga :  Sekolah di Magetan Berharap Armada Angkutan Pelajar Ditambah

Meski demikian, ada masalah yang selalu menghantui petani. Yakni, penurunan harga saat panen raya. DTPHPKP berupaya memastikan supaya kualitas hasil panen petani tidak menurun. Dengan demikian, harga jual tetap terjaga. ‘’Karena muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan petani, jadi sebisa mungkin harus bisa menjaga harga jual tetap tinggi,’’ jelas Uswatul. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/