alexametrics
23.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Mengurus STNK Hilang Ditarik Duit Rp 400 Ribu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Langkah tegas diambil kepolisian buntut mencuatnya kasus pungutan liar (pungli) di Samsat Magetan. JK, pekerja harian lepas (PHL) di kantor samsat, terbukti sebagai pelaku pungli. Dia pun di-nonjob-kan terhitung kemarin (3/12). ‘’Karena sudah mencoreng nama baik instansi,’’ kata Kasubag Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo, Sabtu (4/12).

Video praktik pungli di Samsat Magetan sempat ramai jadi bahan perbincangan di Facebook pada Senin lalu (29/11). Akun yang mengunggah video tersebut bernama Sandi SantrineAl-karim. Dia ditarik duit Rp 400 ribu untuk mengurus STNK hilang. Video berdurasi sekitar empat menit itu lantas dihapus Kamis lalu (2/12).

Usai videonya viral, polisi langsung melakukan penyelidikan. Dugaan langsung mengarah pada JK, oknum PHL yang sehari-hari bertugas membersihkan kantor tersebut. Setelah diklarifikasi, JK akhirnya mengakui telah bertindak sebagai calo. ‘’Statusnya saat ini dalam pengawasan,’’ tutur Budi.

Baca Juga :  Pemilu 2019: Kecamatan Magetan, Ngariboyo, Parang Dapil Neraka

Tak hanya dalam pengawasan, JK juga di-nonjob-kan dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di kantor samsat. Budi menyebut, pihaknya masih menelisik lebih dalam soal praktik pungli yang dilakukan JK. Dia juga menegaskan bahwa praktik pungli tersebut tidak melibatkan anggota polisi. ‘’Kami ingin semuanya jelas. Kenapa dia yang malah menerima pemohon,’’ ujarnya.

Budi meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan oknum calo seperti JK ketika mengurus layanan di samsat. Seharusnya, pelayanan apa pun dapat diakses langsung melalui petugas resmi yang ada di loket. ‘’Persyaratan yang dibutuhkan apa saja, itu ada. Ketentuan biayanya juga disampaikan secara transparan,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Langkah tegas diambil kepolisian buntut mencuatnya kasus pungutan liar (pungli) di Samsat Magetan. JK, pekerja harian lepas (PHL) di kantor samsat, terbukti sebagai pelaku pungli. Dia pun di-nonjob-kan terhitung kemarin (3/12). ‘’Karena sudah mencoreng nama baik instansi,’’ kata Kasubag Humas Polres Magetan AKP Budi Kuncahyo, Sabtu (4/12).

Video praktik pungli di Samsat Magetan sempat ramai jadi bahan perbincangan di Facebook pada Senin lalu (29/11). Akun yang mengunggah video tersebut bernama Sandi SantrineAl-karim. Dia ditarik duit Rp 400 ribu untuk mengurus STNK hilang. Video berdurasi sekitar empat menit itu lantas dihapus Kamis lalu (2/12).

Usai videonya viral, polisi langsung melakukan penyelidikan. Dugaan langsung mengarah pada JK, oknum PHL yang sehari-hari bertugas membersihkan kantor tersebut. Setelah diklarifikasi, JK akhirnya mengakui telah bertindak sebagai calo. ‘’Statusnya saat ini dalam pengawasan,’’ tutur Budi.

Baca Juga :  Sebelum Tanding, Pemain-Ofisial Persemag Magetan Di-Antigen Berjamaah

Tak hanya dalam pengawasan, JK juga di-nonjob-kan dari pekerjaannya sebagai petugas kebersihan di kantor samsat. Budi menyebut, pihaknya masih menelisik lebih dalam soal praktik pungli yang dilakukan JK. Dia juga menegaskan bahwa praktik pungli tersebut tidak melibatkan anggota polisi. ‘’Kami ingin semuanya jelas. Kenapa dia yang malah menerima pemohon,’’ ujarnya.

Budi meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan oknum calo seperti JK ketika mengurus layanan di samsat. Seharusnya, pelayanan apa pun dapat diakses langsung melalui petugas resmi yang ada di loket. ‘’Persyaratan yang dibutuhkan apa saja, itu ada. Ketentuan biayanya juga disampaikan secara transparan,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/