alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Pemkab Magetan Bedol Duit Rp 16 M Danai Tiga Proyek Prestisius

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Anggaran jumbo bakal dibedol Pemkab Magetan untuk tiga proyek prestisius. Selain menuntaskan revitalisasi Pasar Baru Magetan dan pengembangan Graha Pusat Literasi, pemkab juga mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk menaikkan taraf Puskesmas Lembeyan dan Puskesmas Panekan menjadi RS tipe D. ‘’Pagu untuk ketiga proyek sekitar Rp 16 miliar,’’ kata Kepala Bappeda Litbang Magetan Elmy Kurnianto Widodo, Rabu (5/1).

Elmy mengungkapkan, fokus utama APBD tahun ini adalah pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Sisanya untuk mendanai proyek-proyek besar daerah. Dua di antaranya melanjutkan tahapan dari tahun sebelumnya. ‘’Tahun ini fokus melanjutkan dan menuntaskan kegiatan yang sudah berlangsung,’’ ujarnya.

Revitalisasi lanjutan Pasar Baru Magetan, misalnya. Pagu anggaran dialokasikan Rp 4 miliar. Pagu anggaran proyek pengembangan Graha Pusat Literasi diplot sebesar Rp 1 miliar. Pagu pengembangan dua puskesmas untuk naik kelas menjadi RS tipe D paling mencolok. Pemkab mengalokasikan dana tak kurang dari 11 miliar. ‘’DED (detail engineering design, Red) sudah siap sejak tahun lalu,’’ ungkap Elmy.

Baca Juga :  Penutupan 23 Warung di Desa Malang, Satpol PP Beri Deadline Sampai 5 April

Pengembangan kedua puskesmas tak bisa rampung dalam waktu satu tahun. Elmy memperkirakan Puskesmas Lembeyan dan Panekan dapat menyandang predikat RS tipe D dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Pasalnya, ada banyak infrastruktur penunjang yang harus disiapkan. Seperti ruang perawatan, laboratorium, dan fasilitas pengelolaan limbah. ‘’Juga ada syarat menambah puskesmas baru,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Anggaran jumbo bakal dibedol Pemkab Magetan untuk tiga proyek prestisius. Selain menuntaskan revitalisasi Pasar Baru Magetan dan pengembangan Graha Pusat Literasi, pemkab juga mengalokasikan dana miliaran rupiah untuk menaikkan taraf Puskesmas Lembeyan dan Puskesmas Panekan menjadi RS tipe D. ‘’Pagu untuk ketiga proyek sekitar Rp 16 miliar,’’ kata Kepala Bappeda Litbang Magetan Elmy Kurnianto Widodo, Rabu (5/1).

Elmy mengungkapkan, fokus utama APBD tahun ini adalah pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Sisanya untuk mendanai proyek-proyek besar daerah. Dua di antaranya melanjutkan tahapan dari tahun sebelumnya. ‘’Tahun ini fokus melanjutkan dan menuntaskan kegiatan yang sudah berlangsung,’’ ujarnya.

Revitalisasi lanjutan Pasar Baru Magetan, misalnya. Pagu anggaran dialokasikan Rp 4 miliar. Pagu anggaran proyek pengembangan Graha Pusat Literasi diplot sebesar Rp 1 miliar. Pagu pengembangan dua puskesmas untuk naik kelas menjadi RS tipe D paling mencolok. Pemkab mengalokasikan dana tak kurang dari 11 miliar. ‘’DED (detail engineering design, Red) sudah siap sejak tahun lalu,’’ ungkap Elmy.

Baca Juga :  Penyidik Kejari Magetan Geledah Kantor Desa Sempol

Pengembangan kedua puskesmas tak bisa rampung dalam waktu satu tahun. Elmy memperkirakan Puskesmas Lembeyan dan Panekan dapat menyandang predikat RS tipe D dalam dua hingga tiga tahun mendatang. Pasalnya, ada banyak infrastruktur penunjang yang harus disiapkan. Seperti ruang perawatan, laboratorium, dan fasilitas pengelolaan limbah. ‘’Juga ada syarat menambah puskesmas baru,’’ pungkasnya. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/