alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

THM Nekat Buka saat Ramadan, Pemkab Magetan Tak Segan Beri Sanksi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gemerlap lampu tempat hiburan malam (THM) padam selama Ramadan. Pemkab meminta seluruh THM di Magetan tutup total selama bulan suci. Kebijakan itu diambil guna menjaga kekhusyukan ibadah umat muslim selama Ramadan 1443 H. ‘’Keputusannya ditutup total, tanpa terkecuali,’’ kata Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Eka Radityo, Selasa (5/4).

Ada delapan THM di Magetan. Mayoritas berada di Magetan kota. Sisanya tersebar di sejumlah kecamatan seperti Maospati. Surat edaran (SE) mengenai penutupan THM telah disosialisasikan ke seluruh pengelola. Pengambilan kebijakan sudah didasarkan rapat koordinasi dengan kepolisian, satpol PP, bakesbangpol, bagian kesra, hingga DPMPTSP.

Baca Juga :  Bahasa Syukur kepada Sang Pencipta, Warga Gelar Labuhan di Telaga Sarangan

Pemkab juga mengatur operasional kafe dan tempat makan yang menyediakan hiburan live music. Pihak pengelola diwajibkan mematikan musik ketika ibadah salat Tarawih berlangsung. Jam operasional juga dibatasi maksimal pukul 24.00. ‘’Kami berharap seluruh pelaku usaha menaati aturan,’’ tegas Eka.

Satpol PP dan kepolisian secara berkala akan turun ke lapangan guna memantau kepatuhan pelaku usaha THM. Pemkab memastikan ada sanksi bagi pelaku usaha yang kedapatan melanggar. Bukan tidak mungkin ada penutupan secara permanen. ‘’Sanksi yang diberikan berjenjang, mulai teguran sampai pencabutan izin operasional,’’ tandasnya. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Gemerlap lampu tempat hiburan malam (THM) padam selama Ramadan. Pemkab meminta seluruh THM di Magetan tutup total selama bulan suci. Kebijakan itu diambil guna menjaga kekhusyukan ibadah umat muslim selama Ramadan 1443 H. ‘’Keputusannya ditutup total, tanpa terkecuali,’’ kata Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Magetan Eka Radityo, Selasa (5/4).

Ada delapan THM di Magetan. Mayoritas berada di Magetan kota. Sisanya tersebar di sejumlah kecamatan seperti Maospati. Surat edaran (SE) mengenai penutupan THM telah disosialisasikan ke seluruh pengelola. Pengambilan kebijakan sudah didasarkan rapat koordinasi dengan kepolisian, satpol PP, bakesbangpol, bagian kesra, hingga DPMPTSP.

Baca Juga :  Butuh 30 Embung Cukupi Kebutuhan Air Warga Magetan

Pemkab juga mengatur operasional kafe dan tempat makan yang menyediakan hiburan live music. Pihak pengelola diwajibkan mematikan musik ketika ibadah salat Tarawih berlangsung. Jam operasional juga dibatasi maksimal pukul 24.00. ‘’Kami berharap seluruh pelaku usaha menaati aturan,’’ tegas Eka.

Satpol PP dan kepolisian secara berkala akan turun ke lapangan guna memantau kepatuhan pelaku usaha THM. Pemkab memastikan ada sanksi bagi pelaku usaha yang kedapatan melanggar. Bukan tidak mungkin ada penutupan secara permanen. ‘’Sanksi yang diberikan berjenjang, mulai teguran sampai pencabutan izin operasional,’’ tandasnya. (tr3/c1/naz/her)

Artikel SebelumnyaRekor Muri Bukan Tujuan
Artikel Selanjutnya Bangkitlah di Austin, Super Mario!

Most Read

Artikel Terbaru

/