alexametrics
23.5 C
Madiun
Tuesday, August 16, 2022

Animo Vaksinasi Menurun, Capaian Booster Magetan di Bawah Rata-Rata Jatim

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Euforia masyarakat dalam menyambut transisi pandemi menuju endemi menurunkan animo vaksinasi. Buktinya, hingga Kamis (2/6) lalu capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga tertahan di angka 15,25 persen. ‘’Kami terus berusaha meningkatkan progres vaksinasi,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rohmat Hidayat, Minggu (5/6).

Hingga Kamis lalu progres vaksinasi dosis satu telah mencapai 89,61 persen. Sementara dosis dua 80,47 persen. Paling memprihatinkan capaian vaksinasi booster lantaran baru 15,25 persen. Progres vaksinasi dosis ketiga itu di Magetan bahkan masih rendah di bawah rata-rata Jawa Timur sebanyak 18,47 persen.

Menurut Rohmat, animo masyarakat mendapat vaksinasi booster sempat naik sebelum Idul Fitri 1443 H awal Mei lalu. Pasalnya, vaksin dosis tiga menjadi syarat untuk mudik. Selepas hari raya, animo masyarakat terus menurun. ‘’Kasus Covid-19 memang melandai, tapi vaksinasi booster tetap perlu untuk meningkatkan kekebalan tubuh,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Sudah Divaksin Dua Kali, 10 Warga Magetan Positif Korona

Belakangan, sebagian warga mulai memandang pandemi sudah berakhir. Mereka merasa vaksin tak lagi diperlukan. Di samping itu, penyebab rendahnya vaksinasi booster lantaran sejumlah warga pilah-pilih jenis vaksin. ‘’Padahal setiap vaksin yang digunakan untuk booster sudah direkomendasikan dan dinyatakan aman oleh pemerintah,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Euforia masyarakat dalam menyambut transisi pandemi menuju endemi menurunkan animo vaksinasi. Buktinya, hingga Kamis (2/6) lalu capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga tertahan di angka 15,25 persen. ‘’Kami terus berusaha meningkatkan progres vaksinasi,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan Rohmat Hidayat, Minggu (5/6).

Hingga Kamis lalu progres vaksinasi dosis satu telah mencapai 89,61 persen. Sementara dosis dua 80,47 persen. Paling memprihatinkan capaian vaksinasi booster lantaran baru 15,25 persen. Progres vaksinasi dosis ketiga itu di Magetan bahkan masih rendah di bawah rata-rata Jawa Timur sebanyak 18,47 persen.

Menurut Rohmat, animo masyarakat mendapat vaksinasi booster sempat naik sebelum Idul Fitri 1443 H awal Mei lalu. Pasalnya, vaksin dosis tiga menjadi syarat untuk mudik. Selepas hari raya, animo masyarakat terus menurun. ‘’Kasus Covid-19 memang melandai, tapi vaksinasi booster tetap perlu untuk meningkatkan kekebalan tubuh,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Terkendala Lahan, Investasi Besar Sulit Masuk Magetan

Belakangan, sebagian warga mulai memandang pandemi sudah berakhir. Mereka merasa vaksin tak lagi diperlukan. Di samping itu, penyebab rendahnya vaksinasi booster lantaran sejumlah warga pilah-pilih jenis vaksin. ‘’Padahal setiap vaksin yang digunakan untuk booster sudah direkomendasikan dan dinyatakan aman oleh pemerintah,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/