alexametrics
24.6 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Tutup Tiga Gerbang Pendakian Lawu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Selama pandemi korona, manusia haram berkerumun di mana saja. Termasuk di atas gunung. Seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, mulai 3 Juli lalu pengelola jalur pendakian Gunung Lawu memilih menutup seluruh gerbang untuk para pendaki. ‘’Penutupan berlaku hingga 20 Juli, menyesuaikan PPKM darurat,’’ kata Asisten Perhutani KPH Lawu Ds Marwoto Minggu (4/7).

Penutupan berlaku untuk tiga jalur pendakian Gunung Lawu. Baik melalui Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Kebijakan berlaku mulai 3 Juli. ‘’Mulai hari itu juga, kami meminta seluruh pendaki yang masih ada di jalur pendakian untuk turun,’’ ujarnya.

Hingga kemarin Marwoto mengklaim seluruh jalur terpantau steril dari pendaki. Baik melalui jalur Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, maupun Candi Cetho. ‘’Tidak ada pilihan selain menutup,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pengembangan Selingkar Wilis Segera Dirintis

Menurut Marwoto, selama pandemi gunung juga diharuskan steril dari kerumunan. Bukan tanpa sebab pihak Perhutani menutup jalur pendakian. Pasalnya, sering dijumpai pendaki sampai menyemut di Gunung Lawu. Pertengahan tahun ini juga dikhawatirkan ramai pendaki lantaran cuaca cerah. ‘’Selama pandemi jumlah pendaki memang menurun. Meski begitu, tetap perlu penutupan jalur,’’ tegasnya. (fat/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Selama pandemi korona, manusia haram berkerumun di mana saja. Termasuk di atas gunung. Seiring pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, mulai 3 Juli lalu pengelola jalur pendakian Gunung Lawu memilih menutup seluruh gerbang untuk para pendaki. ‘’Penutupan berlaku hingga 20 Juli, menyesuaikan PPKM darurat,’’ kata Asisten Perhutani KPH Lawu Ds Marwoto Minggu (4/7).

Penutupan berlaku untuk tiga jalur pendakian Gunung Lawu. Baik melalui Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Kebijakan berlaku mulai 3 Juli. ‘’Mulai hari itu juga, kami meminta seluruh pendaki yang masih ada di jalur pendakian untuk turun,’’ ujarnya.

Hingga kemarin Marwoto mengklaim seluruh jalur terpantau steril dari pendaki. Baik melalui jalur Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, maupun Candi Cetho. ‘’Tidak ada pilihan selain menutup,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tunggak Retribusi Terancam Angkat Kaki

Menurut Marwoto, selama pandemi gunung juga diharuskan steril dari kerumunan. Bukan tanpa sebab pihak Perhutani menutup jalur pendakian. Pasalnya, sering dijumpai pendaki sampai menyemut di Gunung Lawu. Pertengahan tahun ini juga dikhawatirkan ramai pendaki lantaran cuaca cerah. ‘’Selama pandemi jumlah pendaki memang menurun. Meski begitu, tetap perlu penutupan jalur,’’ tegasnya. (fat/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/