alexametrics
24.6 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

DLH Legawa Hutan Jelok Beralih Fungsi

MAGETAN – Fungsi hutan Jelok di Kelurahan Bulukerto sebagian beralih. Selain sebagai paru-paru kota, lahan hutan itu dimanfaatkan sebagai warung dan tempat latihan olahraga panahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun tak menampik akan pengalihan fungsi sebagian lahan hutan Jelok tersebut. Dia menuturkan kebijakan itu dilakukan oleh karang taruna Bulukerto. ‘’Itu tanpa sepengetahuan saya dan izin dari DLH,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Muchlis yang mendapati fakta tersebut sempat kaget. Pihaknya bergegas mengonfirmasi kebenaran kabar itu ke pihak karang taruna Bulukerto. Hasilnya, dia mendapati jawaban bahwa pengelolaan warung itu tidak dikomersilkan. Namun, hanya sebatas dijadikan tempat berkumpul pemuda karang taruna. ‘’Tapi, mereka harus punya rasa handarbeni dengan memanfaatkan sebagian lahan hutan tersebut,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, mantan kabag humas dan protokol itu sudah melayangkan ultimatum pembongkaran. Apabila mendapati informasi bangunan warung non- permanen di hutan Jelok tersebut dikomersilkan. ‘’Jadi, itu hanya sementara. Kalau dibangun (semi-permanen), ya harus dibongkar,’’ tegas Muchlis.

Baca Juga :  Aktivitas Donor Darah Menurun di Bulan Ramadan

Di sisi lain, pihaknya juga masih memberikan toleransi terhadap aktivitas kegiatan latihan olahraga panahan di sela-sela lahan tegakan hutan Jelok. Asalkan, kegiatan itu dirasa tidak mengganggu fungsi utama hutan.

Namun demikian, pihaknya tetap mengapresiasi warga yang sudah berusaha menghidupkan aktivitas di hutan Jelok. ‘’Kalau dimanfaatkan dengan baik, tentu bisa memberdayakan orang-orang disana,’’ ujarnya.

Muchlis mengungkapkan aktivitas kegiatan warga di hutan Jelok itu terpantau sampai malam. Bahkan, di sekitar hutan tersebut juga ditambah ornamen lampu penerangan oleh warga. Sehingga, kondisi hutan tak lagi gelap. Sebaliknya, kesannya justru meriah. ‘’Selama digunakan untuk kegiatan yang positif, kami persilakan. Tapi, kalau disalahgunakan, akan kami tindaklanjuti,’’ tegas Muchlis. (bel/her)

MAGETAN – Fungsi hutan Jelok di Kelurahan Bulukerto sebagian beralih. Selain sebagai paru-paru kota, lahan hutan itu dimanfaatkan sebagai warung dan tempat latihan olahraga panahan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun tak menampik akan pengalihan fungsi sebagian lahan hutan Jelok tersebut. Dia menuturkan kebijakan itu dilakukan oleh karang taruna Bulukerto. ‘’Itu tanpa sepengetahuan saya dan izin dari DLH,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Magetan.

Muchlis yang mendapati fakta tersebut sempat kaget. Pihaknya bergegas mengonfirmasi kebenaran kabar itu ke pihak karang taruna Bulukerto. Hasilnya, dia mendapati jawaban bahwa pengelolaan warung itu tidak dikomersilkan. Namun, hanya sebatas dijadikan tempat berkumpul pemuda karang taruna. ‘’Tapi, mereka harus punya rasa handarbeni dengan memanfaatkan sebagian lahan hutan tersebut,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, mantan kabag humas dan protokol itu sudah melayangkan ultimatum pembongkaran. Apabila mendapati informasi bangunan warung non- permanen di hutan Jelok tersebut dikomersilkan. ‘’Jadi, itu hanya sementara. Kalau dibangun (semi-permanen), ya harus dibongkar,’’ tegas Muchlis.

Baca Juga :  Mereka Korban atau Pejuang Demokrasi?

Di sisi lain, pihaknya juga masih memberikan toleransi terhadap aktivitas kegiatan latihan olahraga panahan di sela-sela lahan tegakan hutan Jelok. Asalkan, kegiatan itu dirasa tidak mengganggu fungsi utama hutan.

Namun demikian, pihaknya tetap mengapresiasi warga yang sudah berusaha menghidupkan aktivitas di hutan Jelok. ‘’Kalau dimanfaatkan dengan baik, tentu bisa memberdayakan orang-orang disana,’’ ujarnya.

Muchlis mengungkapkan aktivitas kegiatan warga di hutan Jelok itu terpantau sampai malam. Bahkan, di sekitar hutan tersebut juga ditambah ornamen lampu penerangan oleh warga. Sehingga, kondisi hutan tak lagi gelap. Sebaliknya, kesannya justru meriah. ‘’Selama digunakan untuk kegiatan yang positif, kami persilakan. Tapi, kalau disalahgunakan, akan kami tindaklanjuti,’’ tegas Muchlis. (bel/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/