alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Datangkan Wisatawan Kelas Atas ke Telaga Sarangan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Penjajakan kerja sama pengembangan Telaga Sarangan antara pemkab dan PT Inka berlanjut. Kemarin (5/7), badan usaha milik negara (BUMN) itu kembali mempresentasikan strategi mereka. Kali ini terkait kiat mendongkrak perputaran uang di Sarangan. ‘’Wisata belanja di Sarangan perlu dimaksimalkan,’’ kata Direktur Pengembangan PT Inka Agung Sedaju.

Presentasi oleh PT Inka digelar tertutup di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha. Selang dua jam, perwakilan PT Inka dan bupati keluar menemui awak media. Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan bahwa potret perputaran uang di Sarangan bisa dilihat dari pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbang objek wisata itu saban tahun.

Baca Juga :  Bejat! Pria Beristri Hamili Remaja

Kendati mampu mendatangkan sekitar 900 ribu wisatawan per tahun, PAD yang disumbang Sarangan hanya Rp 90 miliar. Maka, menurut hitung-hitungan Agung, setiap wisatawan hanya mau mengeluarkan duit Rp 100 ribu. ‘’Perlu ada upaya meningkatkan belanja wisatawan, setidaknya Rp 500 ribu per orang,’’ terangnya.

Menurut Agung, kunci mendongkrak perputaran uang di Sarangan adalah mendatangkan wisatawan kelas atas. Supaya mereka sudi berkunjung, berbagai masalah di Sarangan harus teratasi. Mulai dari tingkat kebisingan yang tinggi, penumpukan wisatawan, bau tak sedap, hingga tingkat polusi dari banyaknya kendaraan. ‘’Kalau pelaku usaha ingin bahagia, maka datangkan wisatawan yang mau banyak berbelanja,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Penjajakan kerja sama pengembangan Telaga Sarangan antara pemkab dan PT Inka berlanjut. Kemarin (5/7), badan usaha milik negara (BUMN) itu kembali mempresentasikan strategi mereka. Kali ini terkait kiat mendongkrak perputaran uang di Sarangan. ‘’Wisata belanja di Sarangan perlu dimaksimalkan,’’ kata Direktur Pengembangan PT Inka Agung Sedaju.

Presentasi oleh PT Inka digelar tertutup di Ruang Jamuan Pendapa Surya Graha. Selang dua jam, perwakilan PT Inka dan bupati keluar menemui awak media. Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan bahwa potret perputaran uang di Sarangan bisa dilihat dari pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbang objek wisata itu saban tahun.

Baca Juga :  Wisata ke Gua Gong dan Gua Bomo Pacitan Mulai Dibuka Lagi

Kendati mampu mendatangkan sekitar 900 ribu wisatawan per tahun, PAD yang disumbang Sarangan hanya Rp 90 miliar. Maka, menurut hitung-hitungan Agung, setiap wisatawan hanya mau mengeluarkan duit Rp 100 ribu. ‘’Perlu ada upaya meningkatkan belanja wisatawan, setidaknya Rp 500 ribu per orang,’’ terangnya.

Menurut Agung, kunci mendongkrak perputaran uang di Sarangan adalah mendatangkan wisatawan kelas atas. Supaya mereka sudi berkunjung, berbagai masalah di Sarangan harus teratasi. Mulai dari tingkat kebisingan yang tinggi, penumpukan wisatawan, bau tak sedap, hingga tingkat polusi dari banyaknya kendaraan. ‘’Kalau pelaku usaha ingin bahagia, maka datangkan wisatawan yang mau banyak berbelanja,’’ tuturnya. (mg1/c1/naz)

Most Read

Artikel Terbaru

/