alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Bantu Pembangunan Magetan, BRI-Bank Jatim Rajin Kucurkan CSR

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Korporasi di Magetan ikut andil mengentas rumah tidak layak huni (RTLH). Lewat program corporate social responsibility (CSR), pada 2021 lalu sebanyak 34 unit RTLH dipoles menjadi lebih layak. ‘’Perbankan mendominasi CSR untuk rehab RTLH,’’ kata Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan Teguh Wiyono, Jumat (7/1).

Pada 2021 BRI dan Bank Jatim menjadi korporasi paling dermawan dalam penanganan RTLH di Magetan. Kedua bank pelat merah itu masing-masing membantu rehab 12 unit RTLH. Selain BRI dan Bank Jatim, BNI juga mengucurkan bantuan rehab untuk enam unit. Disusul PT Pusaka Line Pengembang Perumahan (tiga unit) dan BPRS Magetan (dua unit).

Baca Juga :  Hilang Bunyi Tiga Sila Tugu Pancasila

Nilai bantuan yang dikucurkan kepada penerima tergantung tingkat kerusakan. Kisarannya Rp 15 juta hingga Rp 35 juta. Rata-rata korporasi mematok syarat yang tak sulit. Yakni, WNI, memiliki sebidang tanah, dan masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ‘’Kami harapkan sebanyak mungkin CSR diarahkan membantu penanganan RTLH,’’ ujar Teguh. (mg5/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Korporasi di Magetan ikut andil mengentas rumah tidak layak huni (RTLH). Lewat program corporate social responsibility (CSR), pada 2021 lalu sebanyak 34 unit RTLH dipoles menjadi lebih layak. ‘’Perbankan mendominasi CSR untuk rehab RTLH,’’ kata Kabid Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan Teguh Wiyono, Jumat (7/1).

Pada 2021 BRI dan Bank Jatim menjadi korporasi paling dermawan dalam penanganan RTLH di Magetan. Kedua bank pelat merah itu masing-masing membantu rehab 12 unit RTLH. Selain BRI dan Bank Jatim, BNI juga mengucurkan bantuan rehab untuk enam unit. Disusul PT Pusaka Line Pengembang Perumahan (tiga unit) dan BPRS Magetan (dua unit).

Baca Juga :  Bupati Magetan Cup Young Koi Show 2021, Perdana Tiga Jenis Aragoke Dilombakan

Nilai bantuan yang dikucurkan kepada penerima tergantung tingkat kerusakan. Kisarannya Rp 15 juta hingga Rp 35 juta. Rata-rata korporasi mematok syarat yang tak sulit. Yakni, WNI, memiliki sebidang tanah, dan masuk kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ‘’Kami harapkan sebanyak mungkin CSR diarahkan membantu penanganan RTLH,’’ ujar Teguh. (mg5/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/