alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Agus Wicak Pamerkan 22 Lukisan Karyanya di Warung Kopi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Naluri welas asih terhadap alam dan kehidupan tampak dari 22 lukisan Agus Wicaksono yang dipamerkan di Warung Kopi Bara, Panekan, kemarin (6/3). Pandangannya terhadap isu pelestarian lingkungan hidup dituangkan dalam lukisan dekoratif menggunakan warna yang cerah, primer, dan ngepop. ‘’Banyak karya saya terinspirasi dari berbagai persoalan lingkungan,’’ kata pelukis yang akrab disapa Agus Wicak itu.

Agus Wicak mengusung tema biodiversity and mind (keanekaragaman hayati dan pikiran) pada pameran tunggal pertamanya tersebut. Heri Kris dan Rio Wahyu Anggara bertindak sebagai kurator.

Salah satu karyanya yang menonjol berjudul Menunggu Waktu. Agus Wicak menggambarkan kengerian kebakaran hutan yang menghantui satwa liar. Dua gajah tampak meneteskan air mata di antara hutan yang terbakar.

Dia sengaja menambahkan gir yang saling bertaut pada jam. Penggambaran bahwa cepat atau lambat api pasti akan membakar hutan. Entah apa penyebabnya. ‘’Lewat karya ini saya ingin mengajak agar kita berpikir jauh ke depan, tentang apa yang akan kita wariskan ke generasi mendatang,’’ ujar pria kelahiran Nganjuk itu.

Baca Juga :  Kepala Dinas Arpus Magetan Doyan Cangkruk bareng Petani di Sawah

Agus Wicak juga menuangkan kekhawatiran pada masa depan anaknya dalam karya berjudul Damai. Dia ingin menyampaikan pesan kepada sang buah hati bahwa dunia ini keras. Sehingga harus selalu berhati-hati. ‘’Ornamen batu sebagai simbol kehidupan,’’ tuturnya.

Pameran tunggal Agus Wicak berlangsung hingga 12 Maret mendatang. Baru digelar dua hari, satu karyanya sudah ditawar kolektor. Lukisannya yang berjudul Imaji Penyelamat laku di angka Rp 20 juta. Kemarin Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Bupati Magetan Suprawoto menyempatkan mengunjungi pameran Agus Wicak. ‘’Kami apresiasi upaya teman-teman seniman di Magetan,’’ ucap bupati. (tr3/c1/naz/her)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Naluri welas asih terhadap alam dan kehidupan tampak dari 22 lukisan Agus Wicaksono yang dipamerkan di Warung Kopi Bara, Panekan, kemarin (6/3). Pandangannya terhadap isu pelestarian lingkungan hidup dituangkan dalam lukisan dekoratif menggunakan warna yang cerah, primer, dan ngepop. ‘’Banyak karya saya terinspirasi dari berbagai persoalan lingkungan,’’ kata pelukis yang akrab disapa Agus Wicak itu.

Agus Wicak mengusung tema biodiversity and mind (keanekaragaman hayati dan pikiran) pada pameran tunggal pertamanya tersebut. Heri Kris dan Rio Wahyu Anggara bertindak sebagai kurator.

Salah satu karyanya yang menonjol berjudul Menunggu Waktu. Agus Wicak menggambarkan kengerian kebakaran hutan yang menghantui satwa liar. Dua gajah tampak meneteskan air mata di antara hutan yang terbakar.

Dia sengaja menambahkan gir yang saling bertaut pada jam. Penggambaran bahwa cepat atau lambat api pasti akan membakar hutan. Entah apa penyebabnya. ‘’Lewat karya ini saya ingin mengajak agar kita berpikir jauh ke depan, tentang apa yang akan kita wariskan ke generasi mendatang,’’ ujar pria kelahiran Nganjuk itu.

Baca Juga :  Lanjut Balapan di Eropa Musim Depan, Mario Jalani Latihan di Sirkuit Sentul

Agus Wicak juga menuangkan kekhawatiran pada masa depan anaknya dalam karya berjudul Damai. Dia ingin menyampaikan pesan kepada sang buah hati bahwa dunia ini keras. Sehingga harus selalu berhati-hati. ‘’Ornamen batu sebagai simbol kehidupan,’’ tuturnya.

Pameran tunggal Agus Wicak berlangsung hingga 12 Maret mendatang. Baru digelar dua hari, satu karyanya sudah ditawar kolektor. Lukisannya yang berjudul Imaji Penyelamat laku di angka Rp 20 juta. Kemarin Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Bupati Magetan Suprawoto menyempatkan mengunjungi pameran Agus Wicak. ‘’Kami apresiasi upaya teman-teman seniman di Magetan,’’ ucap bupati. (tr3/c1/naz/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/